Home / Lipsus / BPBD Konawe Turunkan Logistik Di Daerah Terdampak Banjir

BPBD Konawe Turunkan Logistik Di Daerah Terdampak Banjir

Ketgam: Pj.Bupati Konawe Drs.H.Tasman Taewa,M.Si di dampingi Plt.Kep.BPBD Konawe H.Dedet Ilmari Yusta, saat menyerahkan bantuan korban banjir.

 

Suaraindonesianews – Konawe, Curah hujan yang tinggi dalam minggu mengakibatkan banjir di beberapa wilayah Kab.Konawe. Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe , Provinsi Sulawesi Tenggara melalui instansi Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) terus melakukan pemantauan terhadap titik – titik banjir serta daerah rawan banjir.

Plt. Kepala BPBD Konawe, Dede Ilnari Yusta mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pendataan terhadap korban dampak banjir di lapangan. Menurutnya, akìbat hujan yang masih terus mengguyur Konawe, diperkirakan masih akan ada lagi desa yang terkena dampak banjir.

Bahkan kata pria yang akrab disapa Dedet itu, disamping terus melakukan pemantauan terhadap daerah rawan banjir, BPBD Konawe telah melakukan penanganan bencana banjir.

“Kita sudah turunkan logistik dalam rangka penanganan banjir di Konawe. Dan kami juga masih terus memantau keadaan di titik-titik banjir dan rawan banjir lainnya,” kata Dedet saat dikonfirmasi awak media, Senin (2/7/2018).

Untuk diketahui, beberapa hari belakangan ini, hujan terus mengguyur Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Akibat intensitas hujan tersebut, sejumlah desa di beberapa kecamatan pun terkena dampak banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe mencatat, setidaknya 13 desa yang terdampak banjir sejak tanggal 28 Juni 2018 lalu. Desa-desa itu tersebar pada 6 kecamatan di Kabupaten Konawe.

Di Kecamatan Anggaberi, banjir menerjang di Desa Wunduongohi sejak 28 Juni. Banjir merendam 56 rumah warga. Kemudian Desa Lerehoma yang terkena banjir pada 29 Juni. Sebanyak 13 rumah warga ikut terkena dampaknya.

Selanjutnya, banjir melanda Kecamatan Lambuya, tepatnya di Desa Waworaha sejak 28 Juni. Di desa yang memang jadi langganan banjir ini terdapat 47 rumah warga terendam.

Kemudian, di Kecamatan Pondidaha. Kecamatan ini paling banyak terdapat korban banjir yang tersebar di beberapa desa. Antara lain Desa Laloika yang terdampak banjir sejak 28 Juni dan merendam 54 rumah warga. Lalu, Desa Wonua Monapa yang dikena banjir pada tanggal yang sama dan merendam 56 rumah warga.

Kemudian, Desa Ambulano yang terdampak banjir pada 1 Juli dan mengakibatkan 76 rumah warga terendam. Terakhir di Desa Sulemandara yang terkena banjir pada 1 Juli dan 37 rumah warga terendam.

Banjir juga melanda empat desa di Kecamatan Anggotoa. Antara lain, di Desa Ana Osu dan Ana Lahambuti yang terjadi sejak tanggal 28 Juni lalu. Banjir di dua desa tersebut masing-masing merendam 43 dan 85 rumah warga. Kemudian, banjir juga melanda Desa Kukuluri pada tanggal 29 Juni dan mengakibatkan 14 rumah warga terendam. Terakhir di Desa Korumba yang terjadi pada hari ini (Senin, 2/7/2018) yang merendam 29 rumah warga.

Kemudian, banjir juga melanda Kecamatan Puriala di Desa Wonua Morome pada tanggal 29 Juni. Sebanyak 55 rumah warga terkena dampak dari banjir tersebut.

Terakhir, banjir juga melanda satu desa di Kecamatan Wawotobi, tetapnya di Kelurahan Puusinawi hari ini. Sebanyak 34 rumah warga ikut terkena dampak dari banjir tersebut.(Red.SI)

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top