1 PDP Asal Kota Cilegon Meninggal Dunia di RSKM, Hasil Test Swabnya...

1 PDP Asal Kota Cilegon Meninggal Dunia di RSKM, Hasil Test Swabnya Negatif Covid-19

136
0
SHARE

Suara Indonesia News – Cilegon. Seorang warga asal Pulomerak, Kota Cilegon berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona Virus Disease (Covid-19), meninggal dunia di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM), Selasa, (07/04/2020) Pagi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Dr. Arriadna menyampaikan bahwa satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) jenis kelamin perempuan berumur 64 tahun telah meninggal dunia setelah dirawat intensif di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon.

“Hari ini saya sampaikan 1 PDP kita meninggal dunia, tetapi PDP tersebut sudah dilakukan test swab dari tenggorokannya dan sudah dinyatakan negatif pada 3 April 2020 lalu,” kata Dr. Arriadna saat menggelar konferensi pres di Gedung Diskominfo Kota Cilegon, didampingi Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana, Dandim 0623/Cilegon Letkol. Arm. Rico Ricardo Sirait, Manager Pelayanan Medis RSKM Cilegon, Dr Prijo Wahjuana.

Lanjut, Arriadna menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan melalui swab test, pasien dilaporkan negatif dari Covid-19. Selain itu, pasien tersebut juga memiliki penyakit bawaan yaitu stroke.

“Selain dinyatakan PDP, pasien juga menderita penyakit orang awam menyebutnya dengan stroke dan hari ini ibu tersebut meninggal dunia,” jelasnya.

Meski dinyatakan negatif Covid-19, pihak rumah sakit dan Dinkes Kota Cilegon tetap melakukan pemulasaran jenazah sesuai protap Covid-19.

“Karena ibu ini masuk dalam PDP kita, kita harus melakukan pemulasaran jenazah dengan protokol Covid-19, karena ibu ini masih dinyatakan PDP dan belum dinyatakan sembuh,” ujarnya.

Arriadna menghimbau kepada masyarakat tak ada sosial stigma terkait adanya almarhum PDP ini.

“Saya menghimbau kepada masyarakat tetap mengikuti intstuksi dan imbauan walikota untuk stay at home (tetap berada di rumah) untuk melakukan phisical distancing serta tetap mengikuti PHBS, mengikuti germas dan pake masker jika keluar rumah. Ini dilakukan agar dapat memutus rantai penyebaran covid-19 di Kota Cilegon,” himbaunya.

Sementara itu, Manager Pelayanan Medis RSKM Kota Cilegon, Dr. Prijo Wahjuana menambahkan saat ini proses pemulasaraan jenazah almarhum sedang dalam proses.

“Saat ini jenazah masih RSKM, kita masih menunggu peti jenazah. Untuk pemulasaraan kita sesuai dengan prosedur Covid-19,” ungkapnya. (Dhe)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY