Kearifan Budaya Lokal  ” Kencana Nogo Sari Di Desa Tirtawangunan “

Kearifan Budaya Lokal  ” Kencana Nogo Sari Di Desa Tirtawangunan “

437 views
0
SHARE

Suara Indonesia News – Kuningan, Jauh sebelum Kabupaten kuningan berkembang seperti saat ini, wilayah kabupaten kuningan merupakan wilayah yang mengalami  3 dimensi jaman, baik jaman purba, kerajaan maupunj aman para waliuloh dimasa kejayaan padjajaran.

Keberadaan 32 kecamatan maupun 379 Desa dan 11 kelurahan, yang bertebaran diwilayah kabupaten kuningan jawa barat,  hampir semua wilayah Desa punya keunikan dan keunggulan, sebagai sala satu nilai potensi desa. sejarah masa lampau telah membawa kuningan kepada 1001 kisah legenda.

Desa Tirtawangunan kecamatan Sindang Agung , merupakan salah satu Desa yang kami coba  telusuri untuk menggali lebih dalam tentang potensi SDA maupun sejarah dibalik berdirinya desa tersebut yang menyematkan Desa  Tirtawangunan ” Kencana   ” Kreatif, Edukatif, NATO, cerdas, aman, nyaman dan Agamis. Ujar Kepala desa Tirta wangunan Aan Nasrudin ketika dikonfirmasi media, selasa 30/1 dikediamanya.

Berada di sebelah jalan lingkar baru, berjarak hampir 500 m dari jalan raya, kehidupan masyarakat  Desa Tirtawangunan dari  jumalah 1.872 jiwa, 60% aktivitas masyarakatnya  sebagai urbanisasi kekota jakarta, jogja dan semarang.

Potensi alam desa Tirtawangunan, cukup menjanjikan, terutama kondisi  alam yang penuh dengan sumber mata air, kolam ikan, dan  situs budaya legenda ” Pohon Nogo Sari ” yang menjadi kreatifnya ekonomi masyarakat, menjadi daya tarik wisatawan dan Kearifan Budaya lokal desa.

Keberadaan pohon Nogosari tersebut merupakan peninggalan para leluhur kerajaan dan menjadi  bahan baku kreasi pembuatan Gagang keris, kujang,  tongkat ,tasbih dan kreasi unik lainya sebagai perhiasan cindera mata.

” Inilah hasil yang dapat kami budidayakan sebagai nilai kreatif ekonomi masyarakat,  selain sumber air yang sudah menjadi salah satu produk bumdes dan budidaya melinjo menjadi  komoditi makan ringan berbagai jenis rasa hasil olahan masyarakat, ujar aan .

Lebih lanjut kades tirtawangunan memaparkan program desa, sekarang kami sedang melakukan pembenahan dan pengembangan situs situs sejarah peninggalan kerajaan islam, diantaranya pelestarian kayu Nogo sari,  situs makam dll, utuk menjadi penambah daya tarik wisata untuk berkunjung ke desa kami ini,  Selain itu, situs situs tersebut akan menjadi salah satu cagar budaya desa kedepanya. Ujar kades Aan menyampaikan kepada media dikediamanya. (sep)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY