Suara Indonesia News – Blangpidie. Sejumlah buku yang tersusun di rak perpustakaan daerah Kabupaten Aceh Barat Daya mengalami kerusakan parah dan sebagian di makan rayap. (10/8/2020)
Literasi dari berbagai disiplin ilmu tersebut dalam kondisi yang sangat memprihatikan. Tampak dari sejumlah buku yang di temukan sudah berlobang dan berjamur. Hal ini sangat mengganggu minat baca masyarakat karena pengelolaan perpustakaan terkesan abai dan di telantarkan.
Salah satu pegiat baca dari komunitas “Sigupai Mambaco” Nita Juniarti, S.Hum., yang juga sedang melakukan kunjungan ke perpustakaan mengaku kecewa dengan keadaan tersebut.
Ia memperlihatkan salah satu karangan Murizal Hamzah tentang tokoh penting Aceh “Hasan Tiro” lapuk dan berlobang. Sungguh sangat miris, literatur tentang sejarah dan politik Aceh saja bisa terbengkalai, bagaimana kita bisa membangun Aceh jika sejarahnya saja tidak kita rawat dan hargai.
Belum hal lainnya seperti kebersihan dan sarang laba-laba yang membuat kita tak betah berlama-lama di perpustakaan.
“Banyak buku sejarah terabaikan di perpustakaan dan sudah berlobang ini perlu perhatian serius pemerintah setempat,” jelas Nita.
Kita meminta kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya khususnya Instansi terkait agar benar-benar memperhatikan kondisi tersebut dan jika memang tak ada anggaran, mohon di plot serta atur manajemen yang baik, apabila tak sanggup tolong di ganti yang lebih amanah dan berkompeten mengelola perpustakaan, tutup Nita.
Reporter, M.Rizal.

















