Suara Indonesia News – Indramayu. Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Heryawan menggelar sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), di aula Masjid Abdul Manan Islamic Center Kabupaten Indramayu, Senin (18/7/2022).
Netty Prasetiyani menjelaskan, kegiatan ini adalah sosialisasi komunikasi informasi dan edukasi kepada Masyarakat tentang kesadaran terhadap keamanan pangan, karena pangan ini adalah kebutuhan yang sangat fundamental atau mendasar.
“Pemerintah harus memperhatikan regulasi pendampingan terhadap peredaran pangan yaitu obat dan makanan yang dikonsumsi masyarakat”, kata Netty, saat dimintai keterangan selesai acara.
Dia menilai, obat dan makanan yang baik dan sehat tentu akan berdampak pada kualitas kesehatan masyarakat. Sebaliknya jika makanan dan obat tidak terawasi dengan baik, bisa saja ada obat palsu, ada makanan yang mengandung pewarna dan pengawet yang berbahaya, tentu akan berdampak juga pada kesehatan, karena produktivitas akan menurun dan kesehatan terganggu.
“Kita berharap di tatanan keluarga memiliki kemampuan untuk mengubah perilaku yang buruk, kebiasaan yang tidak baik, termasuk juga membantu pemerintah dan terus melipatgandakan pengetahuan masyarakat, tentang kesadaran pangan aman ini.
Mudah-mudahan cara seperti ini kita bisa membangun ketahanan kesehatan nasional,” tuturnya.
Peserta terdiri dari berbagai unsur dari kader PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, pendidik (guru), dan secara bergilir akan melibatkan para pelaku usaha (produsen). “Karena bukan hanya konsumen yang harus cerdas dan memiliki kesadaran, para pelaku usaha juga perlu dibina agar tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya,” tuturnya.
Kegiatan ini merupakan kerjasama kemitraan antara Komisi IX DPR RI dengan BPOM. “Ini salah satu bentuk kegiatan yang memang dimaksudkan untuk melihat kemana kesadaran masyarakat dan apa yaang perlu dilakukan,” ujarnya.
“Pak sekda hadir dan memang perlu dukungan dari pemerintah Indramayu dan kawasan sekitarnya, untuk didirikan loka POM. Pemerintah daerah juga mendukung penuh karena ekonomi Indramayu sedang berdenyut dan semakin menggairahkan industri pangan dan wisata kuliner,” tuturnya.
Oleh karena itu, menurut Anggota DPR-RI Fraksi PKS, maka diperlukan loka POM yang tentu membuat masyarakat pelaku usaha tidak harus pergi ke Tasikmalaya atau Bogor untuk mendapatkan izin, karena makanan pangan juga perlu izin.
“Kita berharap di Indramayu untuk segera mengajukan ke BPOM untuk dibangun loka POM di Indramayu ini. Loka POM sendiri merupakan struktur di bawah Badan POM,” ucapnya. (Toro)

















