Suara Indonesia News – Konawe. Sebagian wilayah Kabupaten Konawe belum semuanya tersentuh jaringan telekomikasi. Pembangunan tower Base Transceiver Station (BTS) merupakan infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara peranti komunikasi dan jaringan operator. Pemasangan stasiun pemancar tersebut sangat diperlukan di Konawe, Hal itu mendasari pemerintah kabupaten Konawe setiap tahunnya mengusul pengadaan tower BTS ke pusat. Tahun ini, pemkab kembali mengusulkan pengadaan 16 tower BTS ke Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI.
M Akib Ras, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Konawe mengatakan kepada media, pihaknya telah mengusulkan pembangunan 16 stasiun pemancar baru, titik pemasangannya terbagi di beberapa kecamatan. Yakni, Asinua, Latoma, Routa, Anggalomoare, Sampara dan kecamatan Meluhu.
Lanjut M Akib Ras, dengan adanya pembangunan 16 tower BTS itu nantinya memancarkan jaringan Telkomsel 4G. Bagi warga masyarakat yang dulunya kesulitan akses internet akan mendapatkan layanan internet.
“Jadi dari 16 tower itu, kita bagi. Kita sudah tentukan titik koordinat. Yang kita usulkan itu memang di wilayah yang belum ada jaringan sama sekali,” ujar M Akib Ras, Senin (18/07-2022).
Kadis Kominfo Kabupaten Konawe juga menuturkan, untuk sementara itu pemasangan tower BTS di Konawe sudah dilakukan di tiga titik oleh pihak Bakti Kominfo. Ditargetkan, secara bertahap pemasangannya bisa tuntas sesuai usulan awal hingga akhir 2022. Akib Ras menyebut, pengerjaan pembangunan tower BTS sepenuhnya dilakukan oleh pihak pemerintah pusat. Pemkab Konawe hanya sebatas mengusul titik-titik lokasi pembangunannya saja.
Insyaallah hingga 2024, jaringan di Konawe hingga pelosok sudah bagus. Untuk di Sultra, pembangunan tower BTS juga ada di Bombana dan Konawe Kepulauan (Konkep). Daerah yang lain mungkin tidak mengusul ke pusat, turup M Akib Ras . (Red SI)