Mempelajari Marxisme dan Komunisme

Mempelajari Marxisme dan Komunisme

76 views
0
SHARE

Oleh: Syafrudin Budiman SIP (Mahasiswa Pasca Sarjana Magister Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta)

SUARA INDONESIA NEWS | Sejarah dan Tujuan Marxisme. Marxisme dikembangkan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels pada abad ke-19. Marx lahir pada tahun 1818 di Jerman, dan Engels lahir pada tahun 1820 di Jerman juga.

Mereka berdua bertemu pada tahun 1844 dan mulai bekerja sama dalam mengembangkan teori sosial dan ekonomi yang kemudian dikenal sebagai Marxisme.

Pada tahun 1848, Marx dan Engels menerbitkan “Manifesto Komunis”, sebuah dokumen yang menjelaskan prinsip-prinsip dasar Marxisme. Manifesto ini berargumen bahwa sejarah masyarakat adalah sejarah perjuangan kelas, dan bahwa revolusi proletariat diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara.

Tujuan utama Marxisme adalah menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara, di mana tidak ada kelas sosial dan tidak ada eksploitasi. Marx dan Engels berargumen bahwa kapitalisme adalah sistem yang tidak adil dan tidak efisien, dan bahwa revolusi proletariat diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik.

Beberapa tujuan spesifik Marxisme adalah:

– Menghapuskan kelas sosial dan menciptakan masyarakat yang tidak ada kelas

– Menghapuskan eksploitasi dan menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil

– Meningkatkan kesejahteraan dan kebebasan individu

– Menciptakan masyarakat yang lebih demokratis dan partisipati

Sejarah dan Tujuan Komunisme

Komunisme sebagai sebuah ideologi politik berkembang pada awal abad ke-20, terutama setelah Revolusi Rusia pada tahun 1917. Vladimir Lenin, seorang pemimpin Bolshevik, memimpin revolusi ini dan menciptakan Uni Soviet, negara komunis pertama di dunia.

Komunisme kemudian menyebar ke berbagai negara, termasuk Cina, Kuba, dan Korea Utara. Namun, implementasi komunisme di negara-negara ini seringkali berbeda dengan prinsip-prinsip dasar Marxisme.

Tujuan utama komunisme adalah menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara, di mana tidak ada kelas sosial dan tidak ada eksploitasi.

Komunisme berargumen bahwa negara harus memiliki kontrol atas alat-alat produksi, dan bahwa masyarakat harus diatur berdasarkan prinsip “dari setiap orang sesuai dengan kemampuannya, untuk setiap orang sesuai dengan kebutuhannya”.

Beberapa tujuan spesifik komunisme adalah:

– Menghapuskan kelas sosial dan menciptakan masyarakat yang tidak ada kelas

– Menghapuskan eksploitasi dan menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil

– Meningkatkan kesejahteraan dan kebebasan individu

– Menciptakan masyarakat yang lebih demokratis dan partisipatif

Namun, implementasi komunisme seringkali berbeda dengan tujuan-tujuan ini, dan banyak negara komunis yang telah mengalami kegagalan dan pelanggaran hak asasi manusia.

Marxisme dan komunisme adalah dua konsep yang terkait erat, tetapi tidak sama.

Marxisme adalah sebuah teori sosial dan ekonomi yang dikembangkan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels pada abad ke-19.

Marxisme berargumen bahwa sejarah masyarakat adalah sejarah perjuangan kelas, di mana kelas penguasa (bourgeoisie) mengeksploitasi kelas pekerja (proletariat).

Marxisme juga berargumen bahwa kapitalisme adalah sistem yang tidak adil dan tidak efisien, dan bahwa revolusi proletariat diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara.

Komunisme adalah sebuah ideologi politik yang berdasar pada Marxisme, tetapi dengan beberapa perbedaan. Komunisme adalah sebuah sistem politik dan ekonomi di mana negara memiliki kontrol atas alat-alat produksi, dan tidak ada kelas sosial.

Komunisme juga berargumen bahwa masyarakat harus diatur berdasarkan prinsip “dari setiap orang sesuai dengan kemampuannya, untuk setiap orang sesuai dengan kebutuhannya”.

Beberapa perbedaan antara Marxisme dan komunisme adalah:

– Tujuan: Marxisme berfokus pada analisis sosial dan ekonomi, sedangkan komunisme berfokus pada menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara.

– Metode: Marxisme dapat diimplementasikan melalui berbagai cara, termasuk demokrasi dan revolusi, sedangkan komunisme seringkali diimplementasikan melalui revolusi dan diktator proletariat.

– Negara: Marxisme tidak secara eksplisit menolak negara, sedangkan komunisme berargumen bahwa negara akan “menghilang” dalam masyarakat komunis.

Beberapa contoh negara yang pernah atau masih menganut komunisme adalah:

– Uni Soviet (1922-1991)

– Cina (1949-sekarang)

– Kuba (1959-sekarang)

– Korea Utara (1948-sekarang)

Bagaimana Komunisme Berbeda dari Sosialisme dan Kapitalisme?

Komunisme dan sosialisme sering digunakan sebagai sinonim. Keduanya merujuk pada filosofi politik dan ekonomi yang memperdebatkan kepemilikan publik daripada kepemilikan pribadi, terutama cara-cara utama untuk menciptakan, mendistribusikan, dan memperdagangkan barang.

Keduanya seharusnya memperbaiki masalah yang dikaitkan dengan kapitalisme pasar bebas, seperti ketidaksetaraan dan eksploitasi yang luas.

Marx tidak secara jelas membedakan antara sosialisme dan komunisme, tetapi beberapa orang melihat sosialisme sebagai fase pertama di jalan menuju komunisme.

Dalam komunisme murni, kepemilikan pribadi tidak ada. Setiap orang memiliki semua kesamaan dan mendapat bagian berdasarkan kebutuhan mereka.

Negara menyediakan warga negara dengan layanan dasar, seperti perumahan, perawatan kesehatan, dan pendidikan, dan mengendalikan semua produksi.

Revolusi kekerasan dipandang sebagai kunci untuk menciptakan negara komunis. Sosialisme, di sisi lain, memungkinkan individu untuk memiliki properti.

Namun, cara utama untuk menghasilkan kekayaan, seperti industri, dimiliki bersama dan dikelola oleh pemerintah yang dipilih secara demokratis.

Reformasi dapat terjadi melalui proses yang demokratis, tidak harus dengan kekerasan menggulingkan. Dalam demokrasi sosial, reformasi dan redistribusi kekayaan dapat terjadi melalui pemerintahan yang demokratis dan sejalan dengan kapitalisme pasar bebas.

SHARE
Previous articleMempelajari Ideologi Liberalisme

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY