Puluhan Rumah Warga Kelurahan Panggung Terancam Dibongkar, Begini Masalahnya

Puluhan Rumah Warga Kelurahan Panggung Terancam Dibongkar, Begini Masalahnya

84 views
0
SHARE

TEGAL, SUARA INDONESIA NEWS | Sebanyak 29 warga di RT 17 dan RT 18/ RW 07 Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, terancam kehilangan tempat tinggal menyusul rencana pengembangan aset milik PT Kereta Api Indonesia.

Rencana itu mengemuka dalam sosialisasi yang digelar PT KAI Daerah Operasional atau Daop 4 Semarang di Kantor Kelurahan Panggung, Senin 19 Januari 2026.

Lurah Panggung, Rokhiman mengatakan, wilayah yang terdampak pengembangan Depo Tegal berada di dua RT atau rukun tangga.

Di RT 17/ RW 07 terdapat 24 rumah atau bangunan, sementara di RT 18/ RW 07 terdapat lima rumah atau bangunan.

“Total ada 29 rumah atau bangunan yang terdampak. Seluruhnya berdiri di atas lahan aset PT KAI,” ujar Rokhiman.

Manajer Penjagaan Aset PT KAI Daop 4 Semarang, Rifialda, menjelaskan bahwa pengembangan tersebut merupakan bagian dari perluasan implasemen Stasiun Tegal.

Menurut Rifialda, sebagian bangunan warga berada di jalur vital yang akan digunakan untuk operasional depo.

“Pada intinya ada pengembangan implasemen Stasiun Tegal. Di lokasi itu terdapat rumah warga yang terdampak,” kata Rifialda.

Rifialda menyebutkan, kawasan tersebut akan digunakan sebagai akses keluar masuk alat berat serta jalur distribusi bahan bakar minyak atau BBM.

Jika tetap dipertahankan, kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan.

“Ada sekitar 28 rumah yang terdampak pada tahap awal. Ke depan, kemungkinan masih ada tambahan lagi. Di situ menjadi akses alat berat dan BBM,” jelas Rifialda.

PT KAI, lanjut Rifialda, telah menyiapkan pemetaan wilayah terdampak sekaligus menganggarkan biaya untuk ongkos bongkar.

Proses sterilisasi akan dilakukan secara bertahap, dengan target pengosongan sebelum bulan Ramadan.

“Kebutuhannya sangat mendesak karena pekerjaan ke arah depo akan dimulai. Jalur BBM dari jalan raya juga perlu dipercepat, jadi perlu dilakukan percepatan,” ucap Rifialda.

Sementara itu, Deputi Pengamanan Objek Vital PT KAI Daop 4 Semarang, Kompol Supriyanto, menambahkan bahwa pengecekan lapangan telah dilakukan.

Supriyanto menyebut pekerjaan fisik ditargetkan dimulai setelah Lebaran.

“Karena setelah Lebaran pekerjaan harus sudah berjalan, maka saat puasa pengosongan sudah dilakukan,” ujar Supriyanto.

Menurut Supriyanto, sosialisasi dilakukan untuk meminimalkan potensi konflik di lapangan. PT KAI membuka ruang dialog agar proses berjalan kondusif.

“Kita ingin warga mengerti. Masukan dan saran akan kita akomodir agar ke depan tidak ada gejolak,” kata Supriyanto.

Kasi Pelayanan Masyarakat Kecamatan Tegal Timur, Amin Suseno, mengungkapkan bahwa pengembangan aset PT KAI sebelumnya juga berdampak pada wilayah lain di Kelurahan Panggung.

“Di Kelurahan Panggung sudah ada satu RT, yakni RT 19, yang hilang karena pengembangan. Beberapa kepala keluarga kemudian bergabung ke RT lain,” ujar Amin. (Zaen)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY