HPN 2026 di Cirebon: Wali Kota Tegaskan Pers Harus Kritis, Bukan Sekadar...

HPN 2026 di Cirebon: Wali Kota Tegaskan Pers Harus Kritis, Bukan Sekadar Pengeras Suara Kekuasaan

108 views
0
SHARE

KOTA CIREBON, SUARA INDONESIA NEWS |  Upacara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 digelar di Kota Cirebon dengan mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”. Tema tersebut menegaskan kembali posisi pers sebagai pilar demokrasi sekaligus mitra strategis dalam pembangunan daerah, ( Senin, 9/2/26 ).

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa pers memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi, membangun kesadaran publik, serta menjadi pengawal jalannya pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Hal itu disampaikan saat menghadiri peringatan HPN 2026 tingkat Kota Cirebon.

Menurut Effendi, tema HPN tahun ini menjadi pengingat bahwa pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pembentuk nalar publik yang sehat di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap dipenuhi hoaks dan disinformasi.

“Di tengah maraknya hoaks dan disinformasi, kehadiran pers yang profesional, berintegritas, dan berpegang pada etika jurnalistik menjadi sangat penting sebagai penyaring sekaligus penerang bagi masyarakat,” ujar Effendi.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Cirebon membutuhkan pers yang kritis namun konstruktif. Kritik yang tajam, objektif, dan berbasis fakta justru dinilai sebagai energi positif untuk mendorong birokrasi melakukan perbaikan.

“Pemerintah tidak butuh pers yang hanya memuji, tetapi pers yang berani mengingatkan ketika ada yang keliru. Kritik yang sehat adalah vitamin bagi demokrasi dan pelayanan publik,” tegasnya.

Di sisi lain, ia juga menilai bahwa informasi yang edukatif terkait program pemerintah berperan penting dalam membantu masyarakat memahami arah kebijakan dan komitmen pembangunan yang sedang dijalankan.

Dalam rangkaian HPN 2026 tersebut, Effendi juga mengapresiasi peran sosial insan pers di Kota Cirebon yang diwujudkan melalui kegiatan kemanusiaan, seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan, hingga pengobatan gratis. Kegiatan itu terlaksana melalui kolaborasi antara PWI Kota Cirebon, Pemerintah Kota Cirebon, PMI, serta unsur TNI dan Polri.

“Ini membuktikan bahwa pers tidak hanya hadir lewat tulisan, tetapi juga melalui aksi nyata bagi kemanusiaan. Sinergi seperti ini memperkuat solidaritas sosial dan menjadi modal penting menghadapi tantangan pembangunan ke depan,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Effendi Edo mengucapkan selamat Hari Pers Nasional 2026 kepada seluruh insan pers. Ia berharap wartawan dan pekerja media terus berkarya dengan menjunjung tinggi kejujuran, kecerdasan, serta martabat profesi.

“Mari bersama-sama menjaga kondusivitas Kota Cirebon agar tetap aman, nyaman, dan harmonis bagi seluruh warganya,” pungkasnya.

Momentum Hari Pers Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat keras bahwa pers memiliki tanggung jawab moral untuk tetap berdiri di garis independensi. Di tengah tekanan ekonomi media, banjir informasi digital, serta derasnya arus propaganda, pers dituntut tetap tegak sebagai penjaga akal sehat publik.

Pers yang sehat bukan pers yang nyaman dengan kekuasaan, melainkan pers yang berani mempertanyakan, menguji, dan mengawasi setiap kebijakan. Tanpa sikap kritis, pers berpotensi berubah dari pilar demokrasi menjadi sekadar corong kepentingan.

Di tingkat daerah, peran pers justru lebih strategis. Media lokal adalah mata dan telinga masyarakat terhadap jalannya pemerintahan. Dari pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga penggunaan anggaran, semua membutuhkan pengawasan yang konsisten.

Karena itu, hubungan antara pemerintah dan pers seharusnya dibangun atas dasar keterbukaan, bukan kedekatan semu. Pers tidak boleh dibungkam dengan fasilitas, dan pemerintah tidak boleh alergi terhadap kritik. Kolaborasi yang sehat hanya akan lahir dari transparansi, integritas, dan komitmen terhadap kepentingan publik.

HPN 2026 menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas informasi yang dikonsumsi rakyatnya. (Sendi)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY