SLAWI, SUARA INDONESIA NEWS | Memastikan proses penanganan jalan berjalan cepat, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa libur dan arus mudik Lebaran. Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman bersama Wakil Bupati Ahmad Kholid meninjau langsung lokasi proyek perbaikan jalan.
Jalan di jalur Clirit yang menjadi akses penghubung Slawi menuju kawasan wisata Guci. Jalan tersebut sebelumnya mengalami ambles dan retak cukup parah sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengatakan, setelah melihat langsung kondisi di lapangan, pihaknya segera menginstruksikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tegal untuk melakukan langkah penanganan darurat dengan metode leveling.
“Kami sudah melakukan peninjauan langsung di Clirit dan menginstruksikan kepada DPUPR agar segera dilakukan leveling mulai malam ini,” kata Ischak kepada awak media saat di lokasi, Sabtu 14 Maret 2026.
Ischak panggilan akrabnya menjelaskan, perbaikan sementara dilakukan menggunakan material Lapis Pondasi Agregat (LPA) yang kemudian dilanjutkan dengan lapisan penutup aspal (CAP). Langkah ini diambil sebagai upaya memperbaiki kondisi jalan agar tetap dapat dilalui kendaraan dengan lebih aman.
Pemerintah Kabupaten Tegal menargetkan perbaikan tersebut dapat rampung paling lambat Selasa, 17 Maret 2026, sehingga kondisi jalan sudah lebih baik sebelum meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat.”jelasnya.
Menurut Ischak, percepatan perbaikan sangat penting mengingat jadwal libur sekolah dan meningkatnya mobilitas masyarakat yang diperkirakan mulai terjadi pada awal pekan depan.
“Senin ini menjadi hari terakhir kegiatan sekolah, kemudian Selasa sudah mulai libur. Kami berharap sebelum hari Selasa kondisi jalan sudah jauh lebih baik sehingga arus lalu lintas bisa lebih lancar,” ujarnya.
Selain melakukan percepatan perbaikan jalan, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Polres Tegal untuk mengatur rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan di jalur tersebut.
Ischak mengungkapkan bahwa jalur Clirit saat ini masih memiliki kondisi tanah yang belum sepenuhnya stabil. Oleh karena itu, kendaraan besar seperti truk dan bus sementara waktu disarankan untuk menggunakan jalur alternatif.
“Berdasarkan informasi dari Dishub dan Polres Tegal, sudah dilakukan imbauan kepada kendaraan besar seperti truk dan bus agar melalui jalur Pemalang,” jelasnya.
Pengalihan tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan di jalur Clirit yang saat ini masih dalam tahap penanganan. Kendaraan dari arah Pemalang nantinya dapat melanjutkan perjalanan menuju wilayah Tegal melalui jalur alternatif yang tembus di kawasan Simpang Tuwel.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jalan untuk mematuhi arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan bersama.
“Kami berharap masyarakat, terutama kendaraan besar, dapat memanfaatkan jalur alternatif melalui Pemalang agar lalu lintas di Clirit tidak terlalu padat selama proses penanganan jalan,” ucapnya. (Zaen)

















