Humas Polsek Mandau Dituding Tertutup, Wartawan Duri Kecewa Tak Diundang Acara Kenal...

Humas Polsek Mandau Dituding Tertutup, Wartawan Duri Kecewa Tak Diundang Acara Kenal Pamit

0
SHARE

DURI, SUARA INDONESIA NEWS | Hubungan Polsek Mandau dengan insan pers kembali memanas. Sejumlah wartawan di Duri meluapkan kekecewaan karena merasa diabaikan saat Mapolsek Mandau menggelar acara kenal pamit, Sabtu 27/6/2026 malam.

Kegiatan yang berlangsung tertutup itu baru diketahui awak media setelah acara selesai. Padahal, kenal pamit pejabat kepolisian lazimnya jadi ruang silaturahmi dan keterbukaan informasi dengan media sebagai mitra kerja.

Kekecewaan memuncak setelah konfirmasi ke Humas Polsek Mandau, Betty Siagian, justru menimbulkan kebingungan. Melalui WhatsApp pukul 22.54 WIB, wartawan Duripos.Com Putra mempertanyakan minimnya keterbukaan.

“Kak itu kwn-kwn dah pada ribut, kok acara kenal pamit tidak ada dikasih tahu, apakah seperti itu wartawan sebagai mitra kepolisian,” tulis Putra.

Betty menjawab acara itu bersifat internal keluarga besar Polsek Mandau karena ada personel pensiun.

“Malam bang, acaranya intern saja, karena kemarin ada yang pensiun. Kapolsek tidak ada pertemuan, makanya ini dibuat cuma keluarga Polsek Mandau saja. Jadi memang tidak ada mengundang orang sama sekali, jadi bukan saya tidak mau kasih tahu ya,” tulisnya.

Keterangan serupa juga disampaikan ke wartawanPantauriau.Com Handana. Saat ditanya, Betty menyebutnya “acara personel Polsek yang sudah pensiun” dan “khusus Polsek saja bang”.

Faktanya, di lokasi memang berlangsung kegiatan kenal pamit. Kontradiksi informasi inilah yang memicu amarah awak media. Bagi mereka, jawaban “acara intern” tidak cukup menjadi alasan menutup akses informasi publik dari institusi negara.

Kritik pun bergulir di grup WhatsApp wartawan Duri. Salah satu yang muncul: usulan penggalangan uang koin sebagai protes simbolis atas sikap Humas yang dinilai menutup pintu informasi.

Hingga berita ini ditayangkan, Kapolsek Mandau Kompol Primadona belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan wartawan.

Jika benar ingin menjaga kemitraan, seharusnya keterbukaan bukan sekadar jargon. Acara kedinasan, sekecil apa pun, tetap menyangkut lembaga publik yang anggarannya berasal dari uang rakyat. Menutup informasi sama artinya menutup kepercayaan. (Mus)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY