PEKANBARU, SUARA INDONESIA NEWS | Peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli menjadi momentum bagi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan untuk memperkuat komitmen pemenuhan hak anak. Melalui program Community Involvement & Development (CID), PHR menyasar intervensi di bidang kesehatan, pendidikan, dan keterampilan bagi generasi muda di tujuh kabupaten/kota wilayah operasi di Riau.
Manager CID PHR Iwan Ridwan Faizal mengatakan, setiap anak memiliki potensi menjadi agen perubahan. Karena itu, akses terhadap gizi, pendidikan, dan keterampilan perlu dipastikan sejak dini.
“Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap langkah dalam memastikan anak tumbuh sehat, memperoleh pendidikan berkualitas, dan memiliki ruang untuk mengembangkan potensinya merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berdaya,” ujar Iwan, Kamis (23/7/2026) kemaren.
Di bidang kesehatan, PHR menjalankan Program PHR Peduli Stunting 2026. Program ini berkolaborasi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat.
Bentuk intervensinya berupa penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT/PKMK) kepada lebih dari 200 anak stunting dan berisiko stunting di 25 desa pada 7 kabupaten/kota. PHR juga memperkuat layanan posyandu melalui penyediaan sarana dan prasarana, termasuk peralatan untuk 4 posyandu.
Selain kesehatan fisik, PHR membuka ruang tumbuh bagi anak berkebutuhan khusus. Di SLB Manggalo, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, PHR mendukung pendidikan vokasional yang sempat terkendala teknis. Sebanyak 30 siswa dan 15 guru kini mengikuti pelatihan membatik dan pembuatan kriya kayu.
“Program ini bukan hanya mengajarkan keterampilan kepada anak-anak kami. Yang paling membahagiakan adalah melihat mereka mulai percaya pada kemampuan dirinya sendiri. Ketika rasa percaya diri itu tumbuh, mereka mulai berani bermimpi, berkarya, dan yakin bahwa mereka memiliki masa depan yang sama cerahnya,” kata Guru SLB Manggalo Aulia Nur Izzah.
Semangat inklusi juga dijalankan melalui Program SLB Green Warriors di SLB Melati, Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Timur, Pekanbaru. Sebanyak 110 guru dan siswa dilatih mengoperasikan dan merawat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pelatihan ini bertujuan memperkenalkan teknologi energi baru terbarukan sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan.
PHR meyakini, dengan dukungan yang tepat, anak-anak di Riau dapat tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, menghargai keberagaman, dan siap menjadi agen perubahan bagi keluarga, masyarakat, dan Indonesia ke depan.
TENTANG PHR ZONA ROKAN
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018.
Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.
Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan. (Mus)

















