Musim Kemarau Rawan Kebakaran, Polres Tegal Kota Satukan Kekuatan Lintas Sektoral

Musim Kemarau Rawan Kebakaran, Polres Tegal Kota Satukan Kekuatan Lintas Sektoral

0
SHARE
Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral.

TEGAL, SUARA INDONESIA NEWS |  Musim kemarau membawa ancaman meningkatnya kebakaran di Kota Tegal. Kondisi itu mendorong seluruh pemangku kepentingan memperkuat kesiapsiagaan untuk mencegah kebakaran lahan maupun kapal di kawasan pelabuhan.

Sebagai langkah antisipasi, Polres Tegal Kota menginisiasi Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI, BPBD, Damkar, Pelindo, PDAM, dan stakeholder terkait guna menyamakan langkah mitigasi serta mempercepat respons saat terjadi kebakaran, Rabu (5/8/2026)

Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya mengatakan ancaman kebakaran di Kota Tegal tidak hanya berasal dari lahan kering, tetapi juga kawasan pelabuhan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran kapal.

“Potensi kebakaran meningkat sehingga seluruh instansi harus memiliki persepsi yang sama. Penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus terintegrasi mulai dari pencegahan, mitigasi hingga penanggulangan di lapangan,” kata AKBP Heru Antariksa

Berdasarkan pemetaan Pemerintah Kota Tegal, terdapat empat dari 27 kelurahan yang masuk kategori rawan kebakaran. Kondisi tersebut menjadi dasar penyusunan langkah mitigasi dengan melibatkan seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, relawan, hingga masyarakat.

Polres Tegal Kota juga mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk melakukan edukasi, pemetaan wilayah rawan, serta meningkatkan kegiatan sambang kepada masyarakat. Selain itu, kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) disiagakan sebagai dukungan apabila armada pemadam kebakaran membutuhkan tambahan pasokan air saat terjadi kebakaran.

“Kami akan memberdayakan seluruh potensi yang ada. Bhabinkamtibmas, tiga pilar, relawan hingga stakeholder harus menjadi satu kekuatan dalam mencegah maupun menangani kebakaran,” tegas Kapolres.

Mewakili Wali Kota Tegal, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tegal, M. Afin, mengatakan meningkatnya jumlah kebakaran menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD maupun Damkar, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Sebagian besar kebakaran dipicu aktivitas manusia. Karena itu upaya pencegahan melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat harus terus diperkuat,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tegal, M. Mabrur, menambahkan pemerintah telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan dan Kebakaran. Sejumlah langkah mitigasi telah dijalankan, mulai dari larangan membakar sampah sembarangan, distribusi air bersih, pengajuan pembangunan empat sumur bor di kawasan pesisir, hingga patroli relawan di wilayah rawan kebakaran.

Di sektor maritim, General Manager Pelindo Tri Sugiyatno mengingatkan bahwa kawasan pelabuhan memiliki risiko tinggi karena sebagian besar kapal dalam kondisi kosong saat malam hari. Menurutnya, pengawasan rutin dan patroli perlu ditingkatkan untuk mencegah kebakaran yang kerap dipicu percikan api maupun kelalaian manusia.

Pelindo juga mengusulkan agar kendaraan pemadam kebakaran disiagakan di kawasan pelabuhan. Selain mobil pemadam, kapal tunda (tugboat) dinilai efektif digunakan untuk mendorong kapal yang terbakar sekaligus menyemprotkan air agar api tidak merambat ke kapal lain,” pungkasnya. (Zaen)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY