MTQ Nasional XXXI Perkuat Syiar Al-Qur’an dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

MTQ Nasional XXXI Perkuat Syiar Al-Qur’an dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

0
SHARE

SEMARANG, SUARA INDONESIA NEWS |  Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 tidak hanya menjadi momentum memperkuat syiar Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi umat melalui Pameran MTQ Nasional XXXI bertajuk Sinergi Islam Nusantara.

Pameran yang berlangsung di kawasan Parkir Simpang Lima, Kota Semarang, tersebut dibuka oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Republik Indonesia, Dra. Hj. Helmi Halimatul Udhma, M.Si., Sabtu (12/9/2026).

Pembukaan pameran turut dihadiri Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, jajaran Baznas, perwakilan Forkopimda Provinsi Jawa Tengah, serta perwakilan pemerintah daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Pameran tersebut menghadirkan sekitar 150 stan yang menampilkan berbagai produk unggulan daerah, kriya, serta kuliner halal dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan potensi produk lokal sekaligus memperluas jejaring pemasaran.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, mengatakan Pemerintah Kota Tegal turut ambil bagian dalam pameran UMKM tersebut sebagai bentuk sinergitas dan upaya memperkenalkan produk-produk unggulan Kota Tegal kepada masyarakat dari berbagai daerah.

“Hari ini Kota Tegal mengikuti pameran UMKM. Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergitas kreasi Islam Nusantara. In sya Allah Kota Tegal akan mengikuti kegiatan pameran ini selama 10 hari,” ujar Dedy Yon.

Keikutsertaan Kota Tegal dalam pameran tersebut, dikatakan Dedy Yon, menjadi kesempatan strategis untuk mempromosikan berbagai produk UMKM Kota Tegal ke tingkat yang lebih luas.

“Kami berharap melalui kegiatan ini produk-produk Kota Tegal bisa lebih dikenal, tidak hanya di Jawa Tengah, tetapi juga ke seluruh Nusantara,” katanya.

Dedy Yon menambahkan, pameran seperti ini memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat dari berbagai daerah. Hal tersebut diharapkan dapat membuka peluang pasar baru sekaligus mendorong peningkatan daya saing produk lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pameran diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mempererat silaturahmi antardaerah.

“Pameran ini diharapkan dapat memberikan edukasi dan mempererat silaturahmi antardaerah. Selain penguatan produk, kami juga memamerkan kuliner halal,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan pameran dapat memberikan pengalaman yang baik bagi masyarakat sekaligus membantu memperkenalkan produk-produk unggulan dari berbagai daerah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan, pelaksanaan MTQ Nasional XXXI juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat. Ia menyebut perputaran uang dalam kegiatan MTQ diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.

“Kita melibatkan 38 provinsi untuk mendatangkan kriyanya. Ini juga menjadi bagian dari upaya kita menjalin ukhuwah antarsesama warga negara Indonesia untuk membangun bersama,” kata Taj Yasin.

Ia menambahkan, keterlibatan pemerintah daerah dari berbagai wilayah menjadi bagian dari semangat kolaborasi yang perlu terus dijaga.

“Kita juga melibatkan pemerintah daerah di Jawa Tengah. Ini menunjukkan bahwa inilah yang harus kita jaga dan kita sengkuyung bareng-bareng dengan semua provinsi,” ujarnya.

Taj Yasin berharap berbagai produk yang ditampilkan dalam pameran dapat semakin dikenal masyarakat dan memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Penasihat DWP Kementerian Agama RI, Dra. Hj. Helmi Halimatul Udhma, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dipercaya menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI.

Menurutnya, penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI menjadi bentuk penghargaan sekaligus kesempatan bagi Jawa Tengah untuk memperluas syiar Al-Qur’an.

“Pameran ini menjadi momen untuk memperkenalkan produk-produk dari seluruh provinsi yang mencerminkan kreativitas anak bangsa. Nilai agama, pengetahuan, dan usaha dapat berjalan beriringan,” tuturnya.

Helmi menambahkan, pameran juga menjadi ruang interaksi bagi daerah untuk saling mengenal potensi masing-masing, belajar, dan membuka peluang kerja sama.”Imbuhnya. (Zaen)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY