ACEH UTARA, SUARA INDONESIA NEWS | Antrean panjang kendaraan truk pengangkut barang dan material kembali terlihat di SPBU Ranto, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Selasa. Sejumlah truk berukuran sedang hingga besar tampak mengantre untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi, bahkan barisan kendaraan tersebut memanjang hingga ke badan jalan. (17/09-26)
Kondisi itu menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan karena dinilai berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut. Selain menyebabkan perlambatan kendaraan, antrean yang memakan sebagian badan jalan juga dikhawatirkan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Beberapa warga yang melintas mengaku antrean kendaraan pengangkut barang di SPBU tersebut bukan kali pertama terjadi. Mereka berharap ada langkah pengaturan yang lebih baik agar aktivitas pengisian BBM tidak berdampak terhadap kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Untuk memperoleh penjelasan terkait kondisi tersebut, wartawan mencoba mengonfirmasi Pengawas SPBU Ranto Lhoksukon, Bakaruddin. Namun saat dimintai keterangan, yang bersangkutan tidak memberikan penjelasan mengenai penyebab antrean panjang kendaraan tersebut.
Menurut wartawan yang melakukan konfirmasi, Inisial B justru meminta agar persoalan yang dianggap bermasalah tidak dipublikasikan. Meski demikian, ia tidak menjelaskan lebih lanjut alasan permintaan tersebut maupun langkah yang akan dilakukan pihak SPBU untuk mengatasi antrean kendaraan yang terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi mengenai penyebab antrean panjang kendaraan truk di SPBU Ranto Lhoksukon, termasuk terkait mekanisme pengaturan pengisian solar bagi kendaraan angkutan barang yang mengantre.
Masyarakat berharap pihak pengelola SPBU, instansi terkait, serta aparat pengawas distribusi BBM dapat memberikan penjelasan terbuka kepada publik sekaligus mengambil langkah konkret agar antrean kendaraan tidak terus berulang dan mengganggu ketertiban lalu lintas di jalan nasional yang melintasi kawasan tersebut. (wan ccp)

















