INDRAMAYU, SUARA INDONESIA NEWS | Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Indramayu, Aramichi Renggalih, didampingi sejumlah pejabat struktural menemui Bupati Indramayu, Lucky Hakim, di Pendopo Kabupaten Indramayu, Sabtu (26/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara Lapas Kelas IIB Indramayu dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu, terutama dalam pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) serta pengembangan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Aramichi menyampaikan bahwa demi mengoptimalkan pemenuhan layanan dan hak warga binaan, jajarannya membutuhkan dukungan serta koordinasi berkelanjutan dengan Pemerintah Daerah. Beberapa fokus utama yang dibahas meliputi pemenuhan kebutuhan air bersih melalui PDAM, penyediaan unit ambulans untuk layanan kesehatan, pengembangan UMKM hasil karya warga binaan, hingga pelaksanaan pelatihan kerja.
“Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya kami memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Selain menyampaikan kebutuhan sarana dan prasarana, kami juga membahas berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung program pembinaan bagi warga binaan,” tutur Aramichi.
Menurutnya, program pembinaan diarahkan agar warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan selama menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki bekal untuk mandiri secara ekonomi melalui beragam peluang usaha setelah bebas nanti.
Salah satu program kemandirian yang turut dibahas adalah pengembangan kerajinan berbahan dasar eceng gondok. Kegiatan ini mencakup penyediaan bahan baku, proses pengambilan dan penjemuran, hingga pengolahan menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyambut positif langkah Lapas Kelas IIB Indramayu dalam mengembangkan program pembinaan tersebut. Salah satu yang mendapat apresiasi adalah budidaya melon golden yang memanfaatkan area branggang sebagai sarana peningkatan keterampilan warga binaan.
“Harapannya, berbagai program pembinaan ini dapat memberikan keterampilan yang benar-benar bisa dimanfaatkan oleh warga binaan setelah mereka bebas. Dengan demikian, mereka memiliki peluang untuk membuka usaha dan kembali berperan positif di tengah masyarakat,” ujar Lucky.
Lucky menambahkan, Pemkab Indramayu terus mendorong penguatan ekonomi mikro di daerah. Hal ini ditandai dengan kian berkembangnya kegiatan ekonomi masyarakat serta hadirnya sejumlah pabrik baru di Kabupaten Indramayu.
Dalam kesempatan tersebut, Lucky berkomitmen membantu mengoordinasikan kebutuhan pasokan air Lapas dengan pihak PDAM Indramayu.
Selain persoalan sarpras dasar, pertemuan ini juga membahas rencana pengusulan septic tank berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Konsep tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan dinas terkait, termasuk Dinas ESDM, mengacu pada pola pengelolaan serupa yang telah diterapkan di lingkungan pesantren.
Melalui sinergi ini, diharapkan program pemberdayaan warga binaan dapat semakin kuat sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi mereka untuk mandiri secara ekonomi sebelum kembali ke masyarakat. (Toro)

















