INDRAMAYU, SUARA INDONESIA NEWS | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon Raya bersama Komisi XI DPR RI, Pemerintah Kabupaten Indramayu, dan Bank BJB menggelar kegiatan edukasi perencanaan keuangan bagi sekitar 300 calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang tergabung dalam Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di wilayah Indramayu. di Hotel Swiss Belinn pada Rabu, (14/10/26)
Kegiatan ini merupakan bagian dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah yang berupaya membuka akses layanan keuangan sekaligus membekali calon PMI dengan literasi keuangan yang baik dan sistematis.
Tujuannya agar penghasilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri dapat dikelola dengan baik, sehingga saat kembali ke tanah air dalam kurun waktu 3 hingga 10 tahun, mereka telah memiliki aset dan fondasi keuangan yang kuat untuk keberlangsungan hidup yang lebih sejahtera.
Dalam sambutannya, perwakilan OJK Cirebon Raya menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix antara OJK, DPR RI, pemerintah daerah, perbankan, dan LPK.
“Kami berharap materi perencanaan keuangan ini dapat masuk sebagai salah satu kurikulum di LPK. Mereka datang, kita bekali ilmu, kita kenalkan lembaga jasa keuangan, supaya uangnya tidak menguap dan terhindar dari investasi ilegal serta kejahatan finansial,” Katanya.
Anggota Komisi XI DPR RI dari Dapil Indramayu, H. Kardaya Wanika, menyatakan dukungannya penuh terhadap pekerja migran yang disebutnya sebagai pahlawan bagi keluarga dan daerah.
Ia menyoroti kondisi di pelosok desa di mana banyak rumah bagus dibangun dari hasil kerja di luar negeri, namun proses keberangkatan sering diwarnai kesulitan modal hingga rentenir. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk lebih memperhatikan dan menghargai pekerja migran, serta mendorong OJK dan Bank BJB untuk terus memberikan dukungan, termasuk ide penyediaan bus ber-AC untuk menjemput PMI yang pulang di bandara agar tidak menjadi korban pemerasan.
Sementara itu, Asep Wahyu Ismail, Pemimpi Bank BJB Kabupaten Indramayu, menyampaikan komitmen bank untuk tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga mengedukasi pengelolaan keuangan agar hasil kerja di luar negeri memberikan berkah berupa aset dan kesejahteraan.
“Potensi pekerja migran di Indramayu sangat besar. Kami support agar mereka pergi mencari kesejahteraan dan keamanan,” katanya.
Plt.Sekda Aan Hendrayana, yang mewakili Bupati mengapresiasi tinggi kegiatan tersebut. Pemda berkomitmen akan menindaklanjuti melalui Dinas Tenaga Kerja, termasuk menyiapkan penganggaran dan memasukkan muatan lokal pengelolaan keuangan ke dalam kurikulum LPK.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam melindungi calon PMI dari praktik keuangan berisiko sekaligus mendorong inklusi keuangan yang berkelanjutan di Kabupaten Indramayu. (Toro)

















