Anggota DPRD Indramayu Sirojudin Lakukan Reses Tampung Aspirasi Warga Lohbener

Anggota DPRD Indramayu Sirojudin Lakukan Reses Tampung Aspirasi Warga Lohbener

57 views
0
SHARE

INDRAMAYU, SUARA INDONESIA NEWS | Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, S.Ip., M.Si, melaksanakan kunjungan kerja reses Masa Persidangan I Tahun 2026 di Blok Celo, Desa Lohbener, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Senin (6/2/2026).

Tampung aspirasi Warga Desa Lohbener, dalam reses Masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi, menjadi persoalan utama bagi masyarakat setempat adalah saluran irigasi dan pelayanan jaminan kesehatan BPJS.

Politisi PDI Perjuangan mengungkapkan, sebagian besar aspirasi warga masih didominasi kebutuhan dasar, khususnya infrastruktur pertanian. Menurutnya, permasalahan saluran air menjadi prioritas utama yang harus segera ditangani.

“Kalau menurut saya, saluran air ini harus didahulukan. Percuma jalan dibangun bagus, tapi air masih menggenang. Ini yang dikeluhkan warga Blok Celo dan sekitarnya,” ujar Sirojudin saat berdialog dengan masyarakat.

Sirojudin, menyoroti serius pemangkasan anggaran BPJS Kesehatan yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat kecil. Ia menyebut, anggaran Universal Health Coverage (UHC) Indramayu mengalami penurunan signifikan.

“Di tahun 2025 anggarannya sekitar Rp200 miliar, sekarang tinggal sekitar Rp56 miliar. Artinya turun drastis, hanya seperempatnya. Kalau sebelumnya sekitar satu juta warga tercover BPJS, sekarang tinggal sekitar 250 ribu. Ini miris, seolah-olah orang miskin tidak boleh sakit,” tegasnya.

Ia mengaku kekhawatiran tersebut juga menjadi bahan diskusi internal DPRD dalam beberapa waktu terakhir. Untuk itu, DPRD Indramayu, khususnya Komisi II, berencana memanggil Dinas Kesehatan dan pihak BPJS Kesehatan guna memperjelas duduk persoalan pemotongan anggaran tersebut.

“Kami melalui Komisi II akan undang Dinas terkait dan BPJS. Ini pemotongan kewenangan pusat atau daerah? Harus jelas supaya tidak saling menyalahkan,” kata Sirojudin.

Sirojudin juga mengungkapkan, secara umum APBD Indramayu justru mengalami kenaikan, termasuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meningkat dari kisaran Rp600–700 miliar menjadi sekitar Rp900 miliar. Menurutnya, kenaikan tersebut seharusnya bisa dimaksimalkan untuk melindungi sektor kesehatan masyarakat.

“Kalau Rp200 miliar itu bisa dicover untuk kesehatan, masyarakat pasti lebih tenang. Sekarang ini warga jadi gaduh, bahkan tadi ada ibu-ibu yang mengeluh karena kuota BPJS-nya terkena dampak pemotongan,” ujarnya.

Terkait usulan normalisasi saluran air di wilayah Lohbener khususnya Blok Celo, Sirojudin menegaskan akan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran bersama jika normalisasi berdampak pada bangunan warga yang berdiri di atas lahan negara.

“Nanti akan saya komunikasikan lebih lanjut. Prinsipnya, saluran air harus berfungsi dulu untuk kepentingan bersama. Maka akan saya kawal dari hasil reses hari ini,” pungkasnya. (Toro)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY