Kawal Aspirasi Petani, I Made Asmaya Pastikan BWS Turunkan Palang Ambang Ukur...

Kawal Aspirasi Petani, I Made Asmaya Pastikan BWS Turunkan Palang Ambang Ukur di Uepai

136 views
0
SHARE

KONAWE, SUARA INDONESIA NEWS |  Angin segar berembus bagi para petani di Desa Ameroro dan Desa Humboto, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe. Setelah sempat dihantui ancaman gagal tanam akibat proyek pembangunan infrastruktur, kini harapan untuk kembali menggarap sawah kembali menyala.

Kepastian ini didapatkan setelah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat (11/4/2025). Meski diguyur hujan deras, Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd., MM, bersama rombongan dan didampingi perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Konawe, menyaksikan langsung progres perbaikan teknis yang dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari.

Solusi Teknis: Penurunan Palang Ambang Ukur

Akar permasalahan yang menghambat distribusi air akhirnya teratasi. Sebelumnya, ketinggian palang pada bangunan ambang ukur mencapai 75 cm sehingga air tidak mampu menjangkau saluran irigasi warga. Kini, atas desakan DPRD dan kesepakatan bersama, ketinggian palang telah diturunkan menjadi 50 cm.

“Ini adalah buah dari perjuangan petani dan kerja sama semua pihak. Kami di legislatif hadir sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah pusat. Alhamdulillah, hari ini kita saksikan air kembali mengalir normal ke sawah warga,” ujar I Made Asmaya dengan penuh syukur.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan bahwa langkah ini selaras dengan program ketahanan pangan nasional. “Kepastian air bagi petani adalah kunci. Ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo dalam mewujudkan swasembada pangan,” imbuhnya.

Tindak Lanjut RDP yang Responsif

Peninjauan lapangan ini merupakan langkah konkret pasca Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi II DPRD Konawe sehari sebelumnya, Kamis (10/4/2025). Dalam RDP tersebut, terungkap fakta memprihatinkan bahwa 143 hektare sawah terancam gagal tanam total jika pasokan air tidak segera dinormalisasi.

Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan BWS Sulawesi IV Kendari, H. Agus Karim, ST, mengonfirmasi bahwa pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti rekomendasi DPRD.

“Kami telah menurunkan palang bangunan ambang ukur dari 75 cm menjadi 50 cm sebagai langkah darurat agar kebutuhan air petani segera terpenuhi untuk masa tanam ini,” jelas Agus.

Target Jangka Panjang: 3.000 Hektare Sawah Teraliri

Agus menambahkan bahwa tindakan ini bersifat sementara demi menyelamatkan masa tanam saat ini. Setelah musim panen berakhir, BWS akan melakukan normalisasi menyeluruh, termasuk pengangkatan sedimentasi lumpur serta pembenahan jaringan irigasi tersier dan sekunder yang mengalami kerusakan.

“Target kami pasca perbaikan permanen nanti, cakupan lahan yang teraliri air dapat meningkat drastis, dari semula hanya 1.000 hektare menjadi 3.000 hektare,” ungkapnya optimis.

Sinergi yang ditunjukkan oleh DPRD Konawe, BWS Sulawesi IV Kendari, dan Dinas PU menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjawab persoalan rakyat. Dengan mengalirnya kembali air irigasi, petani di Kecamatan Uepai kini dapat kembali produktif dan mendukung cita-cita kedaulatan pangan daerah.

Laporan: Redaksi

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY