Kawal Musrenbang Routa, Anggota DPRD Konawe Soroti Ketimpangan Infrastruktur dan Peran CSR...

Kawal Musrenbang Routa, Anggota DPRD Konawe Soroti Ketimpangan Infrastruktur dan Peran CSR Tambang

228 views
0
SHARE

KONAWE, SUARA INDONESIA NEWS |  Anggota DPRD Kabupaten Konawe, Kristian Tandabioh, S.H., M.AP., mendesak Pemerintah Kabupaten Konawe untuk menjadikan usulan pembangunan dari Kecamatan Routa sebagai prioritas utama dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027.

Desakan ini disampaikan Kristian menyusul masih kuatnya ketimpangan pembangunan yang dirasakan masyarakat Routa dibandingkan wilayah lain di Konawe. Hal itu ia tegaskan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Routa di Balai Desa Parudongka, Senin (2/2/2026).

Forum strategis tersebut dipimpin oleh Sekretaris Bappeda Konawe, Dr. Adrianto, S.STP., M.Si., serta dihadiri oleh dua legislator Dapil V, yakni Fakhruddin, S.Hut. (NasDem) dan Kristian Tandabioh (PBB), beserta jajaran OPD, kepala desa, dan lurah se-Kecamatan Routa.

Bukan Sekadar Rutinitas Administratif Dalam forum tersebut, Kristian menekankan bahwa DPRD tidak ingin Musrenbang hanya menjadi rutinitas administratif tanpa dampak nyata bagi warga.

“Harapan DPRD jelas, seluruh usulan masyarakat Routa harus benar-benar diprioritaskan pada APBD 2027. Sampai hari ini, masyarakat masih mengeluhkan minimnya pembangunan dan keterbatasan infrastruktur dasar,” tegas Kristian.

Sejumlah usulan mendesak yang mencuat dalam pertemuan tersebut meliputi pembangunan perpipaan air bersih, pengaspalan jalan, pembangunan jembatan, hingga program cetak sawah untuk mendukung ketahanan pangan.

“Ini bukan sekadar permintaan tambahan, tetapi kebutuhan dasar yang selama ini belum terpenuhi secara optimal,” tambahnya.

Sentil Kontribusi Perusahaan Tambang Selain mendorong peran pemerintah daerah, politisi PBB ini juga menyoroti keberadaan aktivitas pertambangan di wilayah Routa. Ia menegaskan bahwa perusahaan yang beroperasi wajib berkontribusi nyata melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Perusahaan di Routa tidak boleh hanya mengambil keuntungan. Mereka wajib berkolaborasi dengan pemerintah daerah melalui CSR agar masyarakat lingkar tambang merasakan manfaat pembangunan yang nyata,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Kristian mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada stabilitas wilayah. Ia mendorong terciptanya komunikasi yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta.

“Dengan kondisi wilayah yang kondusif, pembangunan di Routa dapat berjalan lancar, berkelanjutan, dan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat,” pungkasnya.

Editor Redaksi

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY