Kesederhanaan Sebagai Jalan Pengabdian, Sulbar Berduka

Kesederhanaan Sebagai Jalan Pengabdian, Sulbar Berduka

0
SHARE

Opin 0leh : H. Makdum Ibrahim

MAMUJU SUARA INDONESIA NEWS | Hari ini, Sabtu  31 Januari 2026, saya menerima kabar duka yang menggugah hati. Wakil Gubernur Sulawesi Barat, H. Salim S. Mengga, telah berpulang ke rahmatullah. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kepergian beliau bukan sekadar berita tentang wafatnya seorang pejabat daerah, tetapi tentang berpulangnya seorang hamba Allah yang menjalani amanah dengan kesederhanaan dan keteduhan.

Sebagai seorang pengagum, saya mengenal almarhum bukan dari kemegahan jabatan atau simbol kekuasaan, melainkan dari sikap hidup yang bersahaja. Di tengah dunia birokrasi dan politik yang kerap diwarnai hiruk-pikuk kepentingan, beliau hadir dengan ketenangan, tutur kata yang terjaga, dan perilaku yang tidak berlebihan. Kesederhanaan itu terasa tulus, lahir dari keyakinan bahwa jabatan adalah amanah, bukan kemuliaan yang harus dipertontonkan.

Dalam pandangan saya, H. Salim S. Mengga menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati berakar pada nilai-nilai keimanan. Beliau mengajarkan bahwa mengabdi tidak harus dengan suara keras, melainkan dengan keikhlasan dan konsistensi. Kesederhanaan yang beliau jalani bukan tanda kelemahan, tetapi cerminan kekuatan hati—sebuah bentuk zuhud dalam jabatan, tanpa mengurangi tanggung jawab dan kerja nyata.

Kepergian almarhum menyisakan duka yang dalam, namun juga meninggalkan pelajaran spiritual yang berharga. Ia mengingatkan bahwa kekuasaan akan berakhir, jabatan akan ditinggalkan, tetapi amal dan keteladanan akan terus berbicara. Bagi saya, nilai inilah yang paling penting untuk diwariskan kepada generasi berikutnya di Sulawesi Barat.

Pada akhirnya, wafatnya H. Salim S. Mengga menjadi pengingat bahwa setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Kesederhanaan yang beliau teladankan adalah jalan pengabdian yang berorientasi pada ridha-Nya, bukan pada pujian manusia. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menjadikan keteladanan hidupnya sebagai amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

Selamat jalan, Pak Salim. Kesederhanaanmu akan selalu menjadi pengingat bagi kami tentang arti mengabdi dengan iman dan keikhlasan.

Pesan yang selalu saya ingat dari beliau ” Kepemimpinan yang baik adalah yang melayani Kepentingan Umum bukan Kepentingan Pribadi “.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY