Suara Indonesia News – Nias Selatan. Komunitas perantau Nias yang berada di Sioban sekitarnya (OTANIRA) kembali lagi mengambil bagian dalam merayakan Natal bersama, sekaligus acara ini sebagai wadah silahturahmi antar sesama perantau Nias.
Acara tersebut berlangsung hikmat dan berjalan lancar, di hadiri warga Nias dan juga tamu undangan serta hamba-hamba Tuhan yang ada di sioban sekitarnya, Acara dimulai dengan menampilkan tarian ciri khas Nias dan baru selanjutnya acara ibadah dan di tutup dengan acara jamuan kasih makan bersama. (27/12-2023)
Salah satu Tokoh masyarakat Nias yang sekaligus sebagai ketua DPC HIMNI cabang kepulauan mentawai Bapak S Hulu, ikut menghadiri acara Natal OTANIRA tersebut dalam sambutannya
Beliau berpesan agar kita komunitas warga nias agar tetap menjaga dan memelihara rasa persaudaraan antar sesama perantau warga nias dan juga kepada warga sekitar kita dan mengajak warga nias untuk trus berkontribusi bersama-sama untuk membangun kepulauan mentawai.
Adapun pesan Natal dalam acara ini, Pengkhotbah mengajak umat agar tetap setia kepada Tuhan dalam kondisi apapun dan dimana pun,termasuk setia kepada bangsa dan negara kita, serta trus berbuat kasih terhadap sesama kita tanpa membedakan Suku Ras dan golongan..
Sementara Ketua Otanira M Haria menuturkan bahwa Komunitas Orahua Talifuse Nias Sepora terbentuk pada tahun 1997 sampai sekarang dan ini yang semula terdiri 21 kepala KK.
Beliau mengucapkan kepada seluruh warga Otanira yang telah menyukseskan acara Natal pada malam hari ini,trima kasih juga kepada seluruh undangan yang hadir pada malam ini,serta mengucapkan trimakasih kepada Gembala serta pengurus gereja IFGF yang telah memberikan kesempatan mengadakan acara di gedung gereja IFGF ini, semoga rasa persaudaraan persatuan kita ini tetap terjaga dan terpelihara.
Kami segenap warga OTANIRA mengucapkan selamat Natal 25 Desember 2023 dan selamat menyongsong Tahun baru 01 januari 2024 mohon maaf lahir dan bathin kepada sanak saudara dan handai taulan yang ada di pulau Nias, dan bagi yang merayakannya. (Feroni Dakhi)

















