INDRAMAYU, SUARA INDONESIA NEWS | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menggelar kegiatan assessment pembentukan Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahun 2026, Kamis (22/01/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan sebuah proses seleksi ketat untuk menyaring personel yang akan menjadi motor penggerak perubahan (agent of change). peserta yang terdiri dari Pejabat Struktural, Pegawai, hingga CPNS mengikuti rangkaian evaluasi kompetensi.
Dalam arahannya, Topa Maulana Selaku Ketua Tim ZI Lapas Indramayu menegaskan bahwa assessment ini bertujuan untuk memetakan kemampuan pegawai berdasarkan 6 area perubahan. “Kita tidak hanya mencari mereka yang cerdas secara teknis, tetapi yang memiliki integritas tanpa kompromi. Tim ini akan menjadi wajah baru pelayanan Lapas Indramayu yang bersih dari pungli dan gratifikasi,” ujarnya Topa.
Peserta diuji mengenai pemahaman mereka terhadap strategi peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan pengawasan. Keterlibatan CPNS dalam assessment ini sebagai upaya pimpinan untuk menyuntikkan inovasi dan semangat modernisasi dalam birokrasi Lapas.
Melalui hasil assessment yang transparan ini, akan terbentuk tim kerja yang solid dan akuntabel. Hal ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat pencapaian predikat WBK, sekaligus membuktikan komitmen Lapas Indramayu dalam menghadirkan pelayanan yang PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel) bagi masyarakat dan warga binaan.
Acara ditutup dengan komitmen bersama seluruh jajaran untuk mendukung siapapun yang terpilih dalam tim kerja, demi satu tujuan: mewujudkan Lapas Kelas IIB Indramayu yang berintegritas tinggi di tahun 2026. (Toro)

















