MANOKWARI, SUARA INDONESIA NEWS | Masyarakat Suku Besar Kei yang menetap di Kabupaten Manokwari sukses menggelar Musyawarah Ke-IV pada Sabtu (24/01/2026). Bertempat di Aula Navis Villa Nova, Susweni, agenda utama pertemuan ini adalah mempererat silaturahmi sekaligus memilih nakhoda baru untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Musyawarah kali ini mengusung tema sentral: “Bersatu Dalam Fangnanan, Kuat Dalam Ain Ni Ain”. Makna mendalam dari tema tersebut mencerminkan tekad Suku Kei untuk bersatu, saling bertukar ide, dan menjaga kerukunan dalam bingkai persaudaraan yang erat.
Jalannya Pemilihan
Proses pemilihan Kepala Suku Besar Kei diikuti oleh dua kandidat putra terbaik:
- Ponsianus Silubun (Nomor Urut 1)
- Pius Paus Huik (Nomor Urut 2)
Berdasarkan data panitia, tercatat sebanyak 1.017 pemilih tetap ditambah unsur formatur yang berpartisipasi memberikan suara. Meski sempat diwarnai dinamika dan kesalahpahaman kecil di lapangan, suasana tetap terkendali dan diselesaikan secara kekeluargaan.
Setelah melalui pemungutan suara secara langsung sesuai mekanisme yang disepakati, Pius Paus Huik (Nomor Urut 2) akhirnya keluar sebagai pemenang dengan perolehan suara signifikan. Ia resmi ditetapkan sebagai Kepala Suku Besar Kei Kabupaten Manokwari periode 2026–2031 dan menyatakan kesiapannya untuk membawa perubahan baru bagi organisasi.
Rencana Pelantikan
Terkait struktur kepengurusan lengkap, panitia memutuskan untuk melaksanakannya setelah hari raya Idul Fitri.
“Pelantikan pengurus serta pengisian struktur lengkap akan dilakukan selesai Lebaran. Hal ini sebagai bentuk penghormatan bagi saudara-saudara kita yang Muslim yang dalam waktu dekat akan menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan,” ujar Didius Tunyanan, salah satu tokoh Suku Kei, kepada awak media.
Acara ditutup dengan penuh rasa kekeluargaan, menandai babak baru kepemimpinan Suku Kei di tanah perantauan Manokwari. (M. Yusuf S)

















