Buletin dakwah Jum’at 06 Maret 2026/16 Ramadhan 1447 H.
Oleh: H. Makdoem Ibrahim, S. Th. I., MA ( Ketua Ikakas Kab. Mamuju )
MAMUJU, SUARA INDONESIA NEWS | Malam Nuzulul Qur’an bukan hanya sekadar mengenang sejarah turunnya kitab suci. Malam ini adalah malam ketika Allah menurunkan cahaya untuk kehidupan manusia.
Bayangkan keadaan dunia sebelum Al-Qur’an turun. Dunia berada dalam kegelapan. Penindasan terjadi di mana-mana, akhlak manusia rusak, yang kuat menindas yang lemah, perempuan tidak dihargai, dan manusia hidup tanpa arah.
Lalu pada suatu malam di Gua Hira, Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW membawa wahyu pertama:
“Iqra’… Bacalah…”
Satu kata yang mengubah sejarah manusia.
Dari kata “Iqra’” lahir peradaban besar. Dari Al-Qur’an lahir manusia-manusia mulia yang mengubah dunia.
Ada sebuah kisah yang sangat menyentuh tentang kekuatan Al-Qur’an.
Dahulu ada seorang sahabat Nabi yang terkenal keras dan ditakuti orang. Namanya adalah Umar bin Khattab. Bahkan sebelum masuk Islam, beliau sangat membenci Nabi Muhammad SAW.
Suatu hari ia keluar dengan niat ingin membunuh Nabi. Tetapi di tengah perjalanan ia mendengar bahwa saudarinya telah memeluk Islam.
Dengan marah ia mendatangi rumah saudarinya. Namun ketika ia sampai di sana, ia mendengar bacaan ayat Al-Qur’an dari Al-Qur’an yang sedang dibaca oleh saudarinya.
Ketika Umar membaca ayat itu, tiba-tiba hatinya bergetar. Air matanya jatuh. Hatinya yang keras menjadi lembut.
Hanya karena beberapa ayat Al-Qur’an.
Hari itu Umar berubah total. Dari orang yang memusuhi Islam, menjadi salah satu pembela terbesar Islam.
Inilah bukti bahwa Al-Qur’an mampu mengubah hati
Pertanyaannya sekarang adalah:
Al-Qur’an sudah kita miliki di rumah. Bahkan mungkin lebih dari satu. Tetapi mengapa hidup kita masih sering gelisah?
Salah satu sebabnya adalah karena hubungan kita dengan Al-Qur’an belum kuat.
Sering kali Al-Qur’an hanya kita baca ketika Ramadhan. Setelah Ramadhan berlalu, Al-Qur’an kembali tersimpan rapi di rak.
Padahal Al-Qur’an bukan sekadar kitab bacaan. Ia adalah obat bagi hati manusia.
Ketika hati kita sedih, Al-Qur’an menenangkan.
Ketika kita bingung, Al-Qur’an memberi petunjuk.
Ketika kita lemah, Al-Qur’an memberi kekuatan.
Karena itu Rasulullah SAW bersabda bahwa sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.
Seorang ulama pernah berkata:
Jika kita ingin Allah berbicara kepada kita, maka bacalah Al-Qur’an.
Karena setiap ayat yang kita baca sebenarnya adalah pesan langsung dari Allah untuk kehidupan kita.
Betapa banyak orang yang hidupnya berubah hanya karena mulai mendekat kepada Al-Qur’an.
Rumah yang sebelumnya penuh pertengkaran menjadi damai.
Hati yang sebelumnya gelisah menjadi tenang.
Hidup yang sebelumnya terasa berat menjadi penuh keberkahan.
Malam Nuzulul Qur’an ini seharusnya menjadi momen kebangkitan kita bersama.
Mari kita berjanji pada diri kita sendiri:
Mulai malam ini kita akan lebih dekat dengan Al-Qur’an.
Walaupun hanya satu halaman setiap hari.
Walaupun hanya beberapa ayat setiap malam.
Yang penting istiqamah.
Karena rumah yang selalu dibacakan Al-Qur’an akan dipenuhi keberkahan dan dijauhi dari gangguan setan.
Bayangkan ketika kita meninggal dunia nanti. Semua yang kita miliki akan kita tinggalkan: jabatan, harta, bahkan keluarga.
Tetapi Al-Qur’an yang kita baca dan amalkan akan datang sebagai cahaya yang menerangi kubur kita.
Karena itu jangan sampai kita menjadi umat yang jauh dari kitab sucinya.
Mari kita jadikan malam Nuzulul Qur’an ini sebagai awal perubahan dalam hidup kita.
Mencintai Al-Qur’an, membaca Al-Qur’an, memahami Al-Qur’an, dan mengamalkan Al-Qur’an.
Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai Ahlul Qur’an, yaitu orang-orang yang dekat dengan Al-Qur’an dan dimuliakan oleh Allah SWT.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

















