Suara Indonesia News – Indramayu. Guna mempercepat pembangunan Break Water yang berada di Desa Tanjakan Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu Profinsi Jawa Barat. Kini mengadakan sosialisasi terhadap Masyarakat sekitar Desa Tanjakan yang dihadiri oleh Anggota DPR-RI Komisi V yakni H.Dedi Wahidi, Subarda dari pihak BBWS Cimanuk Cisanggarung Jawa Barat, Kapolsek Krangkeng Eko Susilo, Camat Krangkeng Suminta S.Sos dan Danramil Krangkeng Asep.S, Kuwu Tanjakan A.Wadi serta Tokoh Masyarakat dan Para tamu undangan, Sabtu (4/6/22).
Tujuan dari Sosialisasi guna memberikan pengetahuan terlebih dahulu agar masyarakat sekitar memahami dengan pengerjaan yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2022, pemaparan demi pemaparan yang disampaikan dari pihak terkait tentang dibangunnya break water atau penahan gelombang air laut dari mulai menciptakan kondusifitas keamanan dilapangan pekerjaan sampai bagaimana, dari mana sumber anggaran dan seperti apa break water nantinya dibuat, dengan dibangunnya sarana tersebut bertujuan menahan abrasi atau pengikisan oleh air laut terhadap tanah agar tidak habis dan dirasakan manfaatnya oleh Masyarakat sekitar.
Kuwu Tanjakan A.Wadi menyampaikan ” ucapan rasa trimakasih kepada H.Dedi Wahidi yang sebesar-besarnya telah mendukung dengan adanya break water dan mendorong pihak BBWS untuk melaksanakan pembangunan, sebagai Perwakilan dari Masyarakat dirinya berharap terhadap Anggota Dewan Perwakilan Republik Indonesia untuk terus mendukung dalam program berikutnya dan sukses selalu Untuk H. Dedi Wahidi”.
Camat Krangkeng Suminta S.Sos meneruskan “dirinya sangat bangga dengan adanya pembangunan break water tentunya suatu hal positif yang dapat menghalangi abrasi apa yang telah disampaikan pak Dedi Wahidi, mudah-mudahan dengan adanya kegiatan tersebut Masyarakat akan mengetahui kemungkinan tanah yang terkena abrasi akan timbul kembali tanah yang telah hilang dan suatu harapan besar yang positif, dan patut kita dukung dari sisi kondisifitas harus kita amankan sehingga proyek ini akan berjalan dengan baik dan tepat waktu” Jelasnya.
Saat meninjau lokasi disekitar pantai yang akan dibangun break water H.Dedi Wahidi Menyampaikan” Sosialiaasi akan dimulainya pembangunan break water sepanjang kurang lebih 700 meter dari anggaran APBN sebesar 45,3 Milyar guna menghentikan abrasi yang selama ini demikian ganas yang ada di Desa Tanjakan, diharapkan tanah yang hilang akan timbul lagi. setelah sosialisasi secepatnya dilaksanakan dan selesai tepat waktu sehingga masyarakat akan menyambut dengan baik.
Dikatakan Dedi Wahidi sebelum kena abrasi dulunya semasa kecil menurut penduduk dari batas awal kurang lebih 500 meter yang berarti tanah tersebut yang terkena abrasi sudah ratusan hektar”.
Ruslan selaku Direktur Utama PT Tirta menambahkan dalam waktu dekat setelah sosialisasi akan secepatnya dilaksanakan sesuai kontrak kerja” tutupnya. (Toro)