Suara Indonesia News – Cilegon. Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang yang diwakili oleh Plt. Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian Ignatius Warsito meresmikan pabrik perluasan tahap ke-7 atau pabrik PVC ke-5 PT Asahimas Chemical (ASC), Ciwandan, Kota Cilegon, Jum’at, (01/04/2022).
Selain peresmian pabrik PVC ke-5, PT Asahimas Chemical (ASC) juga melepas peningkatan ekspor produk PVC tersebut.
Dalam acara peresmian tersebut turut hadir Deputi II Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud, Walikota Cilegon Helldy Agustian, Ketua DPRD Kota Cilegon Isro Mi’raj.
Pada kesempatan, Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian Igantius Warsito menyampaikan, perluasan area pabrik ASC ini penting untuk mendorong upaya pemerintah dalam menyeimbangkan neraca industri kimia. Menurutnya pemerintah sedang berupaya menciptakan pasar dalam negeri untuk industri khususnya petrokimia.
“Sektor neraca kimia masih defisit. Kami sedang berpacu untuk mengejar itu, sehingga kedepannya kita bisa memberikan keseimbangan pada neraca perdagangan kita,” ujarnya.
Kemenperin sangat mengapresiasi komitmen ASC dalam mengembangkan industri kimia di Indonesia, khususnya di Kota Cilegon.
“Sampai dengan perluasan ke-7 ini, PT Asahimas Indonesia mampu menyerap tenaga kerja sampai dengan 1.250 orang. Oleh karena itu, proyek perluasan pabrik PT Asahimas Chemical ini perlu kita apresiasi,” ucapnya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Asahimas Chemical (ASC) Jun Miyazaki menjelaskan pabrik PVC-5 ini akan memproduksi Polyvinyl Chloride (PVC) dengan kapasitas 200 ribu ton per tahun. Perluasan pabrik tahap ketujuh itu menelan investasi sebesar Rp1,5 triliun.
“Pabrik PVC-5 ini meningkatkan kapasitas produk Polyvinyl Chloride (PVC) ASC sebesar 3646 dari 550,000 ton menjadi 750,000 ton pertahun. Hal ini memperkuat posisi ASC sebagai produsen PVC terbesar di Asia tenggara,” ujarnya kepada wartawan saat peresmian, Jum’at, (01/04/2022).
Seiring dengan peningkatan produksi PVC melalui perluasan ini, lanjut Jun Miyazaki mengatakan ASC juga menargetkan dapat menggantikan produk impor PVC yang masih ada. Hal ini selaras dengan gerakan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor barang jadi.
“ASC berkomitmen terus berkontribusi untuk memasok kebutuhan bahan baku PVC dalam negeri dan memperkuat posisinya sebagai basis produksi yang strategis untuk ekspor ke wilayah Asia Tenggara, Australia, China, india serta negara lainnya,” ucapnya.
Menurutnya, ASC sebagai produsen integrasi bahan Kimia dasar NaOH-VCM-PVC, saat ini telah memasok bahan kimia dasar tersebut kepada lebih dari 400 industri nasional dan telah meningkat secara pesat pasar ekspornya.
Menurutnya, dalam moda transportasi domestik, ASC pun sudah menerapkan kendaraan logistik Zero ODOL, mengikuti regulasi yang dikeluarkan oleh Kemenhub.
“Hal ini terbukti dengan penghargaan yang berhasil didapatkan oleh ASC sebagai Industri Kimia Pelopor Zero ODOL (Over Dimensi Over Loading) di Indonesia dari Kementerian Perhubungan,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Walikota Cilegon Helldy Agustian berharap berkembangnya industri kimia ini bisa berdampak pada penyerapan tenaga kerja di Kota Cilegon. Menurutnya, sekitar 30 persen dari total luas wilayah Cilegon adalah industri.
“Kami berharap industri memprioritaskan tenaga kerja lokal. Jika perkembangan industri beriringan dengan penyerapan tenaga kerja lokal, maka persoalan pengangguran bisa diminimalisir,” harapannya. (Dhe)