KSK Siap Ekspor Beras Konawe ke Luar Negeri

KSK Siap Ekspor Beras Konawe ke Luar Negeri

1,206 views
0
SHARE

Suara Indonesia News – Konawe. Tiga negara tercatat sudah mengajukan impor beras dari Indonesia. Ketiganya, yakni Tiongkok sebanyak 2,5 juta ton pertahun, Arab Saudi 1.500 ton pertahun dan Brunei Darussalam 100 ribu ton pertahun. Namun, pemerintah pusat hanya menyanggupi ekspor sebesar 100 ribu ton pertahun. Pemerintah Pusat berdalih ingin tetap mengamankan kebutuhan beras dalam negeri.

Terkait rencana ekspor beras tersebut, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mengaku siap melakukan pengiriman beras ke luar negeri jika mendapat kuota dari pemerintah. Bupati Konawe dua periode itu bahkan telah bersurat ke pemerintah pusat agar diberikan kuota ekspor bagi Konawe. Kery Saiful Konggoasa mengklaim produktivitas beras Konawe bisa menopang stok ekspor.

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa (KSK) mengatakan, Tahun 2020, produksi beras kita mencapai 177 ribu ton. Kemudian naik ditahun 2021 menjadi 211 ribu ton. Kita optimis mampu memenuhi permintaan ekspor dari mancanegara, Rabu (9/12-2022).

KSK juga mengatakan, kabupaten Konawe menjadi salah satu daerah yang sukses mewujudkan program swasembada beras. Malahan, sebutnya, produksi beras petani yang melimpah tidak mampu ditampung di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Konawe yang hanya memiliki kapasitas sebesar 7.000 ton beras.

“Stok beras yang melimpah harus cepat kita jual sehingga tidak terjadi inflasi. Nah, inflasi ini harus kita waspadai. Petani bisa rugi karena harga berasnya bisa-bisa anjlok pada saat panen,” ujar Kery Saiful Konggoasa.

KSK mengemukakan, pemerintah kabupaten (pemkab) Konawe hingga saat ini masih menunggu respon pemerintah pusat atas permintaan kuota ekspor beras Konawe itu. Katanya, jika permintaan kuota ekspor beras disetujui, hal itu tentunya menjadi kabar menggembirakan bagi pemkab Konawe, terkhusus para petani di wilayah setempat. Kery meyakini, petani dapat termotivasi dalam melakukan rutinitasnya bekerja di sawah. Apalagi, mereka tahu bahwa beras yang diproduksi bakal dipasarkan hingga ke luar negeri.

“Kita sekarang harus betul-betul meningkatkan market produk unggulan daerah. Saya yakin kalau Konawe bisa ekspor, partisipasi petani akan tinggi. Apalagi, kalau beras yang diekspor juga bisa dibeli dengan harga yang bersaing,” tandasnya. (Red SI)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY