KENDARI, SUARA INDONESIA NEWS | Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun 2025 memancarkan optimisme terhadap ketahanan dan proyeksi pertumbuhan ekonomi daerah. Acara yang diselenggarakan secara hybrid dan berpusat di Aula Wakatobi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sultra ini, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting.
Hadir dalam acara tersebut antara lain:
- Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Sultra, Ibu Yuni Nurmalawati.
- Wakil Ketua II DPRD Prov. Sultra, Bapak Herry Asiku.
- Deputi Kepala KPwBI Sultra, Thathit Suryono.
- Kepala Daerah/perwakilan Kabupaten/Kota, Pimpinan Lembaga, Instansi terkait, serta berbagai Mitra Strategis dan Stakeholders
Perekonomian Global dan Nasional: Ketahanan di Tengah Ketidakpastian
Dalam sambutannya, Deputi Kepala KPwBI Prov. Sultra, Thathit Suryono, yang juga menyampaikan arahan dari Gubernur Bank Indonesia, menyoroti bahwa perekonomian global pada tahun 2025 masih diliputi ketidakpastian. Isu utama termasuk:
- Berlanjutnya ketegangan geopolitik, khususnya konflik di Timur Tengah yang menghambat rantai pasok.
- Kebijakan tarif dagang AS yang menekan keyakinan pelaku ekonomi global.
Meskipun demikian, perkiraan pertumbuhan global 2025 dari IMF, World Bank, dan Bank Indonesia tetap berada pada kisaran 2,3–3,2%.
Indonesia sendiri menunjukkan ketahanan ekonomi yang baik, didukung oleh konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, dan peningkatan ekspor. Inflasi nasional tetap terjaga dalam sasaran. Ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan berada pada kisaran 4,7–5,5% pada tahun 2025 dan meningkat pada tahun 2026, didorong oleh sinergi kebijakan fiskal–moneter, proyek prioritas pemerintah, dan bauran kebijakan Bank Indonesia.
Kinerja Regional Sultra: Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional
Deputi Kepala KPwBI Sultra, Edwin Permadi, memaparkan kinerja perekonomian regional:
- Triwulan III 2025, ekonomi wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) tumbuh positif 4,96% (yoy).
- Sulawesi Tenggara mencatat pertumbuhan ekonomi Triwulan III 2025 sebesar 5,65% (yoy), yang berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04% (yoy).
Kinerja Sultra ini utamanya didorong oleh industri pengolahan berbasis ekspor dan konsumsi rumah tangga. Inflasi di Sultra juga kembali masuk target sasaran pada Oktober 2025 berkat upaya TPID dan strategi 4K.
“Aktivitas ekonomi masyarakat turut meningkat sejalan dengan pesatnya digitalisasi sistem pembayaran; transaksi QRIS tumbuh signifikan hingga mencapai 23,29 juta transaksi dan jumlah merchant terus meningkat.”
Proyeksi 2026: Fokus pada Industri dan Digitalisasi
Perekonomian Sulawesi Tenggara pada tahun 2026 diperkirakan tumbuh lebih tinggi, ditopang oleh:
- Pertumbuhan sektor pertanian melalui ekstensifikasi lahan.
- Peningkatan kapasitas industri pengolahan logam dasar yang masuk rantai pasok baterai kendaraan listrik.
- Kelanjutan pembangunan kawasan industri strategis.
Asisten II Setda Prov. Sultra, Ibu Yuni Nurmalawati, membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Tenggara yang berisi arah kebijakan 2026. Pemerintah Provinsi menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi kuat Bank Indonesia dalam:
- Pengendalian inflasi melalui TPID, GPM, dan pengembangan klaster pangan.
- Percepatan pertumbuhan ekonomi dengan pemetaan sektor unggulan, dukungan UMKM, dan penguatan ekosistem halal.
- Digitalisasi daerah melalui ETPD dan perluasan QRIS, hingga menjadikan seluruh Pemda di Sultra berkategori Pemda Digital.
Penghargaan BI Sultra Award 2025
Acara PTBI 2025 ditutup dengan penyerahan BI Sultra Award kepada 18 Mitra Strategis KPwBI Sultra sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan inovasi aktif mereka dalam memperkuat ketahanan dan kebangkitan ekonomi daerah selama tahun 2025.
KPwBI Sultra berkomitmen untuk terus memperkuat kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran serta senantiasa bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan stakeholders demi mewujudkan ekonomi daerah yang kuat dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (Rls)

















