SLAWI, SUARA INDONESIA NEWS | Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tegal gelar pelantikan Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tegal masa khidmat 2025–2029. Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mendorong Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tegal menghadirkan program yang inovatif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Pelantikan dihadiri Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Forkopimda Kabupaten Tegal, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah Shidqon Prabowo, Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin berikut kepengurusan dan tamu undangan lainnya, acara berlangsung di Pendopo Amangkurat, Selasa 14 April 2026.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menilai pelantikan tersebut sebagai momentum penting untuk melanjutkan estafet perjuangan organisasi kepemudaan di daerah khususnya Kabupaten Tegal.
Ischak panggilan akrabnya berharap, GP Ansor tetap menjadi organisasi yang moderat dan inklusif dalam menjaga nilai-nilai keislaman serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama di tengah arus disrupsi teknologi.
“GP Ansor harus mampu menghadirkan program yang inovatif, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ucap Ischak.
Menurutnya, soliditas organisasi dan semangat pengabdian menjadi kunci dalam menjalankan peran tersebut.
Ia juga menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tegal siap bersinergi dengan GP Ansor dalam pembangunan daerah melalui semangat gotong royong.
Sejalan dengan itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga koordinasi dan kekompakan organisasi agar tetap selaras dari tingkat pusat hingga daerah.”ungkapnya.
Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah Shidqon Prabowo menyampaikan, pentingnya keharmonisasi dan keselarasan komando di seluruh tingkatan organisasi.
“Saya minta seluruh kader GP Ansor Kabupaten Tegal menjaga koordinasi yang selaras,” kata Shidqon.
Shidqon mendorong kader untuk hadir di tengah masyarakat sebagai pemberi solusi yang memberikan manfaat nyata.”imbuhnya.
Sementara Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin menekankan bahwa kemajuan organisasi dan bangsa bertumpu pada kecerdasan sumber daya manusia serta kemandirian ekonomi.
“Kader harus terus meningkatkan kualitas diri serta jeli menangkap peluang ekonomi, termasuk di sektor pertanian dan energi terbarukan,” tutur Addin.
Addin menambahkan masyarakat yang cerdas dan sejahtera secara ekonomi akan menjadi pilar penting dalam menjaga nilai agama dan stabilitas sosial.”Pungkasnya. (Arif)

















