PHR Selesaikan Penguatan Gardu Induk Libo, Kapasitas Listrik Naik 14 MVA Dukung...

PHR Selesaikan Penguatan Gardu Induk Libo, Kapasitas Listrik Naik 14 MVA Dukung Produksi Zona Rokan

0
SHARE

LIBO, SIAK, SUARA INDONESIA NEWS | Keandalan pasokan listrik menjadi kunci menjaga produksi migas di Wilayah Kerja Rokan. Menyadari hal itu, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyelesaikan proyek Libo Substation Upgrade di Lapangan Libo, Kabupaten Siak, Riau.

Melalui proyek ini, kapasitas gardu induk Libo ditingkatkan dari 10,5 MVA menjadi 24,5 MVA. Artinya ada penambahan 14 MVA untuk menopang pengembangan sumur-sumur baru dan menjaga keberlanjutan produksi di Zona Rokan.

General Manager Zona Rokan PHR Andre Wijanarko mengatakan, peningkatan infrastruktur merupakan fondasi penting untuk menjaga kinerja produksi.

“Melalui Libo Substation Upgrade, PHR memastikan pasokan listrik yang andal untuk mendukung pengoperasian sumur-sumur baru dan mengoptimalkan produksi migas bagi kebutuhan energi nasional,” ujarnya, Minggu (13/7/2026) lalu.

Kawasan Libo Southeast saat ini menjadi fokus pengembangan sumur produksi dan sumur injeksi. Seiring bertambahnya aktivitas pemboran, kebutuhan daya untuk peralatan seperti Electrical Submersible Pump (ESP) dan Water Injection Pump (WIP) juga meningkat signifikan. Tanpa pasokan listrik stabil, target peningkatan produksi akan sulit dicapai.

Proyek yang dikerjakan bersama kontraktor EPC PT Indokomas Buana Perkasa ini bahkan rampung lebih cepat. Penyelesaian dilakukan Maret 2026, atau dua bulan lebih awal dari target Work Program & Budget (WP&B) 2025 yang ditetapkan Mei 2026.

“Ini adalah upaya PHR menjaga keandalan operasi untuk ketahanan energi. Sekaligus sebagai pondasi yang kokoh bagi masa depan migas nasional,” tambah Andre.

Secara teknis, pekerjaan meliputi pemasangan power transformer 14 MVA, voltage regulator 1,4 MVA, sistem proteksi dan pengukuran baru, pembangunan gedung kontrol kelistrikan, serta penarikan jaringan kabel distribusi sepanjang 2,5 kilometer. Seluruh fasilitas telah melalui pengujian dan commissioning sebelum beroperasi penuh.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Sebastian Julius mengapresiasi percepatan penyelesaian proyek tersebut.

“Infrastruktur ini sangat berguna untuk mendukung produksi di Zona Rokan. Terus semangat one goal, untuk operasi yang andal, selamat dan efisien untuk keandalan produksi,” ujarnya.

Bagi PHR, penguatan gardu induk ini bukan sekadar fasilitas kelistrikan. Ia menjadi penopang utama agar setiap sumur di Lapangan Libo dapat beroperasi aman dan berkelanjutan, sehingga produksi migas terus mengalir untuk mendukung ketahanan energi nasional.

TENTANG PHR ZONA ROKAN

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018.

Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.

Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan. (Mus)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY