Saiful Bahri: Bantuan Usaha Baitul Mal Aceh Sesuai Aturan dan Tepat Sasaran

Saiful Bahri: Bantuan Usaha Baitul Mal Aceh Sesuai Aturan dan Tepat Sasaran

0
SHARE

BANDA ACEH, SUARA INDONESIA NEWS |  Isu yang berkembang di tengah masyarakat belakangan ini mendapat sorotan dari berbagai pihak. Saiful Bahri, yang akrab disapa Gegana, menegaskan bahwa bantuan dari Baitul Mal Aceh (BMA) yang bersumber dari dana infak telah dirasakan secara nyata manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di daerah yang baru saja dilanda bencana banjir. (03/08-26)

Melalui program bantuan modal usaha ini, masyarakat yang sempat kehilangan mata pencaharian perlahan dapat bangkit kembali. Banyak keluarga kini dapat melanjutkan harapan dengan memulai usaha yang sebelumnya sempat terhenti total.

“Setelah saya kaji dan mendapatkan sumber yang akurat, sebenarnya Baitul Mal Aceh secara aturan sudah sangat baik dalam menjalankan program ini. Tidak ada prosedur yang dilanggar atau dilewati,” tegas Gegana, mantan kombatan GAM asal Daerah Pidie Jaya tersebut.

Sayangkan Narasi yang Jauh dari Realita

Gegana menyayangkan munculnya narasi dan argumen yang dinilainya sangat jauh dari kenyataan di lapangan. Ia menyebut isu-isu tersebut datang dari kalangan akademisi hingga oknum yang mengatasnamakan diri sebagai pemerhati politik.

“Mereka seolah menutup mata terhadap apa yang sebenarnya terjadi di masyarakat dengan menyebarkan isu yang justru mengganggu ketenangan warga sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di tengah fokus Pemerintah Aceh melakukan percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon), Baitul Mal Aceh turut berkontribusi aktif pada sektor pemulihan perekonomian rakyat. Penerima bantuan difokuskan pada wilayah terdampak banjir yang tersebar di 18 kabupaten/kota se-Aceh.

“Penerima manfaat terbanyak berada di wilayah terdampak banjir, yakni mencapai sekitar kurang lebih 7.200 penerima,” ungkapnya.

Penyaluran Langsung ke Rekening Tanpa Potongan

Mengenai mekanisme penyaluran, Saiful menegaskan bahwa seluruh proses di BMA telah sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) dan aturan yang berlaku. Sejak tahap awal hingga pencairan, tidak ada pungutan atau potongan sama sekali, karena dana ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima manfaat.

“Sangat disayangkan jika isu yang dibesar-besarkan ini justru datang dari kalangan akademisi dan oknum aktivis. Kebenaran seperti ini tidak mereka sampaikan dalam argumennya,” kata Saiful.

Ia menduga ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan politis belakangan.

Bek salah jep ubat (jangan salah minum obat). Jika ada duri di tangan, durinya yang dicabut, bukan tangannya yang dipotong. Atau jangan-jangan ada hal lain yang membuat mereka tidak bisa lagi melihat secara objektif, hingga menggunakan propaganda murahan ala kolonial—mengatasnamakan kepentingan rakyat, padahal demi kepentingan kelompok,” cetusnya.

Di akhir pernyataannya, Saiful Bahri menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih dari warga terdampak.

“Melalui saya, masyarakat Pidie Jaya menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh jajaran Baitul Mal Aceh yang telah hadir secara nyata di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya. (Wandi)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY