INDRAMAYU, SUARA INDONESIA NEWS | Bupati Indramayu Lucky Hakim secara resmi melepas kontingen Kabupaten Indramayu yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat Tahun 2026.
Prosesi pelepasan berlangsung pada Minggu (25/10/2026), sebagai bentuk dukungan sekaligus motivasi bagi para atlet untuk berjuang mengharumkan nama Kabupaten Indramayu di tingkat provinsi.
Pada ajang olahraga empat tahunan, Kabupaten Indramayu mengirimkan sebanyak 295 atlet dan 149 ofisial yang akan berlaga pada 34 cabang olahraga (cabor). Pertandingan Porprov XV Jawa Barat 2026 dijadwalkan pada 7–20 November 2026 di Kota Depok, Kota Bogor, dan Kota Bekasi.
Pelepasan kontingen menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), para pelatih, ofisial, dan seluruh atlet untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Indramayu.
Dalam sambutannya, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan apresiasi kepada KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, ofisial, tenaga pendukung, serta seluruh atlet yang telah menjalani proses persiapan hingga terpilih mewakili daerah pada ajang olahraga tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Indramayu, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan kontingen ini. Untuk mencapai tahap ini bukan perkara mudah. Para atlet telah melewati proses seleksi dan kompetisi hingga akhirnya dipercaya mewakili Kabupaten Indramayu,” ujar Lucky Hakim.
Ia menegaskan, para atlet tidak hanya membawa misi meraih medali, tetapi juga mengemban tanggung jawab untuk menjaga kehormatan dan nama baik daerah selama mengikuti seluruh rangkaian pertandingan.
Menurutnya, setiap perilaku, perkataan, dan tindakan atlet selama berkompetisi akan mencerminkan karakter masyarakat Kabupaten Indramayu. Karena itu, ia meminta seluruh anggota kontingen menjaga sikap, menjunjung tinggi sportivitas, serta menghormati lawan dan keputusan wasit maupun juri.
“Tentu saja kita berharap kontingen Indramayu dapat meraih prestasi terbaik dan pulang membawa medali. Namun, ada hal yang tidak kalah penting, yaitu menjaga sikap, menjunjung tinggi sportivitas, dan menunjukkan karakter yang baik. Kalau menang, syukuri dengan rendah hati. Jika kalah, terima dengan lapang dada dan jadikan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan,” tegasnya.
Lucky juga mengingatkan para atlet agar menjaga kondisi fisik selama mengikuti pertandingan. Menurutnya, kesiapan mental dan kemampuan teknis harus diimbangi dengan kesehatan yang prima, pola istirahat yang cukup, serta pemenuhan kebutuhan cairan tubuh untuk menghindari dehidrasi.
Ia meminta seluruh atlet tetap percaya diri, berjuang maksimal, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi persaingan dengan kontingen dari kabupaten dan kota lainnya di Jawa Barat.
Lucky Hakim mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Indramayu telah menyiapkan bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali pada Porprov XV Jawa Barat 2026.
Besaran penghargaan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, yakni Rp60 juta untuk medali emas, Rp40 juta untuk perak, dan Rp20 juta untuk perunggu.
“Kami memahami mungkin ada daerah lain yang memberikan bonus lebih besar. Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan dan diskusi, kami menetapkan besaran tersebut dengan menyesuaikan kemampuan keuangan Kabupaten Indramayu,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai keterbatasan yang masih dihadapi pemerintah daerah, terutama terkait pendanaan, sarana dan prasarana, serta fasilitas latihan yang belum sepenuhnya memadai.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berupaya meningkatkan prestasi. Pemerintah daerah akan terus mencari solusi dan mengupayakan pemenuhan kebutuhan atlet serta pelatih secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
“Kita tidak boleh menyerah pada keadaan. Kita harus mampu beradaptasi dan mencari solusi bersama. Insyaallah, ketika kondisi keuangan daerah semakin membaik, pemerintah akan berupaya memenuhi kebutuhan yang masih menjadi kendala,” katanya.
Selain menargetkan prestasi, Lucky Hakim mengingatkan bahwa bonus tidak boleh menjadi satu-satunya motivasi atlet dalam bertanding.
Menurutnya, menjadi juara melalui kerja keras, kemampuan, dan kejujuran memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar hadiah materi.
Ia juga berpesan agar para atlet tetap menjaga integritas dan tidak mudah tergoda oleh iming-iming keuntungan sesaat yang berpotensi mengorbankan komitmen serta kebanggaan dalam membela daerah.
“Kalau kita menang, menangkanlah dengan kemampuan sendiri. Kalau kita kalah, terimalah kekalahan dengan terhormat. Jangan sampai kemenangan atau kekalahan ditentukan oleh hal-hal yang bertentangan dengan nilai sportivitas. Mari kita pertahankan integritas dan kebanggaan sebagai atlet Kabupaten Indramayu,” tegasnya.
Lucky berharap pengalaman mengikuti Porprov dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter atlet sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk mengembangkan karier olahraga ke tingkat yang lebih tinggi.
Dengan semangat kebersamaan, ia optimistis para atlet mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus menunjukkan bahwa Kabupaten Indramayu memiliki potensi olahraga yang patut diperhitungkan.
Di akhir sambutannya, Lucky Hakim secara resmi melepas kontingen Kabupaten Indramayu untuk mengikuti Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026.
“Dengan memohon rida Allah SWT serta mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kontingen Kabupaten Indramayu untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi XV Jawa Barat Tahun 2026 secara resmi saya lepas. Semoga seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar, seluruh anggota kontingen diberikan kesehatan dan keselamatan, serta Kabupaten Indramayu memperoleh hasil yang membanggakan,” ucapnya.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispara) Kabupaten Indramayu, Dr. Ahmad Syadali, M.Ed., menyampaikan bahwa keikutsertaan kontingen dalam Porprov XV Jawa Barat 2026 merupakan hasil dari proses pembinaan dan perjuangan panjang para atlet, pelatih, serta pengurus cabang olahraga.
Dari total 46 cabang olahraga yang dimiliki Kabupaten Indramayu, sebanyak 34 cabang olahraga berhasil lolos babak kualifikasi dan berhak mengikuti Porprov tahun ini.
“Para atlet yang berangkat merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Indramayu. Kami berharap mereka dapat bertanding dengan penuh semangat, menunjukkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga nama baik daerah selama mengikuti seluruh rangkaian pertandingan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama KONI Kabupaten Indramayu terus berupaya memaksimalkan dukungan bagi kontingen meskipun persiapan menghadapi Porprov tahun ini dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Pada penyelenggaraan Porprov empat tahun sebelumnya, Kabupaten Indramayu berada di peringkat ke-14. Karena itu, peningkatan prestasi pada pelaksanaan tahun ini menjadi harapan bersama yang perlu dijawab melalui kerja keras, disiplin, dan semangat juang seluruh atlet.
Sejumlah kebutuhan kontingen, mulai dari sarana dan prasarana, peralatan pertandingan, sepatu, hingga pakaian latihan, masih menjadi perhatian karena belum seluruhnya dapat dipenuhi melalui anggaran pemerintah daerah.
Sementara itu, kebutuhan konsumsi dan penginapan telah diperhitungkan dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah serta standar biaya yang berlaku.
Ahmad Syadali juga menyoroti pentingnya keterlibatan dunia usaha dalam mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga daerah.
Menurutnya, Bupati Indramayu telah menerbitkan surat keputusan mengenai penunjukan perusahaan sebagai bapak angkat bagi sejumlah organisasi olahraga.
Dalam skema tersebut, PT Polytama Propindo diarahkan untuk mendukung KONI Kabupaten Indramayu, Pertamina untuk National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) dalam kaitannya dengan keikutsertaan pada Pekan Paralimpik Daerah (Peparda), serta PLN untuk Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI).
Namun, hingga menjelang pelaksanaan Porprov, bentuk dan besaran dukungan dari masing-masing perusahaan tersebut belum mendapatkan kejelasan.
Kondisi ini menjadi perhatian agar keterlibatan dunia usaha tidak berhenti pada penunjukan secara administratif, tetapi dapat diwujudkan melalui dukungan konkret bagi pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga daerah.
Ahmad Syadali berharap sinergi antara pemerintah daerah, KONI, perusahaan, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga para atlet memperoleh dukungan yang lebih memadai untuk berkembang dan berprestasi.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Indramayu, H. Yogi Kurniawan, S.T., mengatakan pelepasan kontingen Porprov XV Jawa Barat 2026 menjadi momentum untuk membangkitkan semangat dan motivasi seluruh atlet Kabupaten Indramayu agar mampu tampil maksimal serta meraih prestasi terbaik.
Ia berharap seluruh atlet yang bertanding dapat menjaga kekompakan, disiplin, dan sportivitas, serta menunjukkan kemampuan terbaik sesuai hasil pembinaan dan latihan yang telah dijalani.
Menurutnya, keikutsertaan Kabupaten Indramayu dalam ajang Porprov XV Jawa Barat 2026 bukan sekadar untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mengukur hasil pembinaan olahraga daerah sekaligus meningkatkan kualitas atlet agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
“Kami berharap seluruh atlet dapat bertanding dengan penuh semangat, percaya diri, dan menjunjung tinggi sportivitas. Berikan kemampuan terbaik untuk membawa nama baik Kabupaten Indramayu. Apa pun hasilnya, perjuangan dan dedikasi atlet harus menjadi kebanggaan bersama,” ujarnya.
Yogi juga menegaskan, peningkatan prestasi olahraga membutuhkan dukungan dan sinergi dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, KONI, cabang olahraga, pelatih, ofisial, hingga masyarakat.
“Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kedisiplinan, serta dukungan semua pihak, kami optimistis olahraga Kabupaten Indramayu dapat terus berkembang dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan,” pungkasnya. (Toro)

















