MAMUJU, SUARA INDONESIA NEWS | Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan Silaturahmi Tokoh Agama dan Pimpinan Pondok Pesantren Tahun 2026, pada 9–11 Oktober 2026, bertempat di D’Shanum Hotel, Mamuju.
Kegiatan ini menjadi wadah memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, organisasi keagamaan, serta pimpinan pondok pesantren dalam mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai spiritual, moralitas, dan keharmonisan sosial.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Biro Pemkesra, Murdanil, yang diwakili oleh Analis Kebijakan Ahli Muda Bina Mental dan Spiritual, H. Makdum Ibrahim.
Dalam sambutannya, H. Makdum Ibrahim menyampaikan pentingnya membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan seluruh elemen keagamaan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan pembinaan mental dan spiritual masyarakat.
Menurutnya, tokoh agama dan pondok pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter masyarakat, menanamkan nilai-nilai keagamaan, memperkuat persaudaraan, serta menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Hal tersebut sejalan dengan tema kegiatan, yakni “Meneguhkan Peran Tokoh Agama dan Pesantren sebagai Pilar Moralitas dan Keharmonisan Ekologi dan Pembangunan Peradaban di Sulawesi Barat.”
Tema ini menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus diiringi dengan penguatan moralitas, kesadaran menjaga lingkungan, serta pembentukan sumber daya manusia yang berkarakter dan berintegritas.
Melalui kegiatan silaturahmi ini, Biro Pemkesra berharap terbangun kesamaan pandangan dan komitmen bersama antara pemerintah, tokoh agama, dan lembaga pendidikan keagamaan untuk menjaga kerukunan umat beragama, memperkuat ketahanan sosial, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan Sulawesi Barat.
Dihadiri Berbagai Organisasi Keagamaan
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan berbagai organisasi keagamaan, lembaga dakwah, organisasi kepemudaan, organisasi penyuluh agama, serta lembaga pengelola zakat dan wakaf di Sulawesi Barat.
Organisasi dan lembaga yang hadir meliputi:
- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Barat.
- Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat.
- Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Barat.
- Pengurus Wilayah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Barat.
- Pengurus Wilayah Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat.
- Ikatan Keluarga dan Alumni As’adiyah (IKAKAS) Kabupaten Mamuju.
- Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Barat.
- Pengurus Wilayah Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Sulawesi Barat.
- Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan Sulawesi Barat.
- Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sulawesi Barat.
- Pengurus Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Barat.
- Pengurus Wilayah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Barat.
- IKAKAS Sulawesi Barat.
- Lembaga Dakwah Darul As’adiyah.
- Ikatan Pimpinan Pesantren (IKAPIM) Sulawesi Barat.
- Ikatan Penyuluh Republik Indonesia Sulawesi Barat.
- Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Barat.
- Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Barat.
- Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sulawesi Barat.
- Pengurus Wilayah Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sulawesi Barat.
Kehadiran berbagai organisasi dan lembaga tersebut mencerminkan besarnya potensi kolaborasi lintas organisasi keagamaan dalam mendukung pembangunan daerah, memperkuat moderasi beragama, serta menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat.
Memperkuat Sinergi untuk Sulawesi Barat yang Maju dan Sejahtera
Silaturahmi tokoh agama dan pimpinan pondok pesantren ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum pertemuan, tetapi dapat melahirkan gagasan, rekomendasi, dan langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sinergi pemerintah dengan tokoh agama dan pesantren juga diharapkan mampu memperkuat pendidikan karakter generasi muda, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, mencegah berbagai persoalan sosial, serta menumbuhkan kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya saing.
Melalui kegiatan ini, Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi penguatan kelembagaan keagamaan dan pembinaan mental spiritual sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan seluruh elemen keagamaan, diharapkan nilai-nilai spiritual dapat menjadi fondasi dalam mewujudkan Sulawesi Barat yang maju, sejahtera, berkarakter, dan menjunjung tinggi kerukunan serta kelestarian lingkungan. (Hamma)

















