Bupati Cirebon di Minta Turun Tangan Atas Amblasnya Jalan Penghubung Desa Babakan...

Bupati Cirebon di Minta Turun Tangan Atas Amblasnya Jalan Penghubung Desa Babakan Ciwaringin

569 views
0
SHARE

Suara Indonesia News – Kabupaten Cirebon. Sudah hampir lima tahun lebih tidak ada penanganan dari pihak bbws dan pihak terkait untuk bertanggung jawab atas amblasnya jalan kabupaten yang berada di blok tengah/blok gempol RT / RW : 03 / 05. Desa Babakan kecamatan Ciwaringin kabupaten Cirebon. Jumat (04 – 02 – 2022).

H. Satori selaku kepala desa Babakan Ciwaringin mengatakan bahwa dirinya sudah berulangkali datang ke kantor bbws dan pupr kabupaten Cirebon guna meminta agar jalan tersebut di perbaiki. Dan tanggul yang menyanggah jalan tersebut merupakan tanggung jawab dari pihak bbws, yang di nilai pengerjaan dari awalnya terlihat asal – asalan.

” Dari awal menjabat saya sudah hampir puluhan kali datang kepada pihak-pihak terkait agar segera menangani permasalahan ini, sudah hampir lima tahun saya meminta kepada para pemangku kebijakan terkait agar segera turun langsung dan langsung memperbaiki jalan tersebut jangan tunggu ada korban terlebih dahulu baru ada penanganan”.

” Jalur aliran sungai pun memakan lahan milik warga hampir kurang lebih dua puluh meteran sebelah timur dari aliran sungai yang sebenarnya berada, hal ini di protes oleh pemilik lahan sekitar yang menjadi imbas lahannya yang tergerus aliran sungai” tegasnya.

Hamdani warga sekitar yang rumahnya berada di depan persis jalan tersebut mengutarakan kekhawatiran nya akan nasib rumah nya bagaimana jika rumah nya ikut tergerus aliran sungai kelak, dan meminta agar bupati Cirebon ikut bertanggung jawab atas kejadian ini.

” Babakan Ciwaringin kan basis nya NU yang kita tahu bupati Cirebon kan orang NU, sedang kan jalan kabupaten Cirebon yang di sini amblas masa bupati nya gak tau ?” Serunya.

” Masa harus ada korban dulu baru para pejabat pada datang? Gak lucu lah, sudah ratusan kali warga mengeluh pada para pemimpin nya yang di wakilkan kepada kepala desanya, dan kepala desa nya sudah berulangkali memohon agar segera di tangani namun birokrasi yang rumit dan berbelit-belit membuat menjadi lambat penanganan nya” ungkap nya dengan sedikit kesal. (Sendi)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY