Devile OPD Konawe Semarakkan HUT RI Ke 77

Devile OPD Konawe Semarakkan HUT RI Ke 77

864 views
0
BERBAGI

Suara Indonesia News – konawe. Momentum HUT RI  ke 77 di Kabupaten Konawe berlangsung semarak. Porseni dan Devile yang diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup pemkab tersebut, telah dibuka secara resmi oleh Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, Rabu (10/08-2022).

Pembukaan Porseni sekaligus pertunjukan defile yang diikuti barisan instansi OPD Pemkab konawe serta beberapa barisan perwakilan kecamatan semakin menyemarakan suasana HUT RI ke 77 tahun 2022 ini.

Pantau awak media barisan defile OPD menampilkan performa dan ciri khas masing – masing OPD Pemkab Konawe.

Dalam rangkaian HUT RI ini juga, Pemlab Konawe mengadakan berbagai lomba yakni defile, gerak jalan 17 km, bola gotong, lari karung serta tenis meja, digelar selama seminggu sejak 10 s/d 16 Agustus 2022.

Dalam sambutannya, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mengatakan, kegiatan olahraga yang digelar pemkab itu, dimaksud untuk lebih meningkatkan persatuan dan semangat persaudaraan antar lintas OPD setempat. Katanya, semangat dalam merefleksikan perjuangan kemerdekaan, harus terus dilakukan oleh generasi penerus bangsa. Salah satunya, melakukan hal-hal positif dalam rangka mengisi kemerdekaan yang telah diwariskan oleh generasi pendahulu.

“Dalam melaksanakan pembangunan sekarang ini, kita harus memiliki semangat serta niat tulus ikhlas. Pokoknya, jangan ada dusta diantara kita,” ujar Kery Saiful Konggoasa dalam pidatonya saat membuka kegiatan Porseni antar OPD, bertempat di pelataran kantor pemkab Konawe.

Bupati Konawe dua periode itu mengemukakan, kemerdekaan bukan sekadar ritual belaka yang selalu diperingati setiap tahun. Akan tetapi, menjadi ajang untuk membangun bangsa dengan mengaktualisasikan semangat proklamasi. Kery mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan menjadi tanda untuk berhenti berjuang. Melainkan, tanda bagi generasi penerus untuk lebih berjuang lebih keras. Sebagaimana pesan Bung Karno, perjuangannya lebih mudah karena hanya melawan penjajah. Namun perjuangan penerus bangsa akan lebih sulit karena melawan rakyat sendiri.

Dari pesan pendiri bangsa tersebut, menyiratkan bahwa dulu musuh kita itu jelas dan nyata terlihat. Namun saat ini, musuh kita ada dalam diri kita semua. Rasa malas, rasa bangga diri, serta potensi perpecahan pada masyarakat kita sendiri. Itu yang patut kita waspadai, tutup Kery Saiful Konggoasa. (Red SI)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY