Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu Gelar Koordinasi Lintas Sektor untuk Turunkan Angka Kematian...

Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu Gelar Koordinasi Lintas Sektor untuk Turunkan Angka Kematian Ibu, Bayi, dan Stunting

0
SHARE

INDRAMAYU, SUARA INDONESIA NEWS |  Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu menyelenggarakan kegiatan koordinasi lintas program dan lintas sektor yang melibatkan seluruh ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, bidan koordinator Puskesmas, serta UPT Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana (DKB) se-Kabupaten Indramayu. berlangsung di Hotel Swiss Belinn pada Kamis, (22/10/26)

Kegiatan itu bertujuan memperkuat sinergi dalam upaya penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting.

Dalam kegiatan tersebut, diundang 31 Ibu Camat selaku Ketua TP PKK Kecamatan, 49 bidan koordinator Puskesmas, serta 31 petugas dari UPT DKB Kecamatan. Titing Mulyani, SKM, MKM, Ketua Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, menjelaskan bahwa indikator AKI, AKB, dan stunting merupakan target yang harus dicapai oleh Bupati Indramayu.

Oleh karena itu, semua sektor terkait perlu saling berkoordinasi dan berkontribusi untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan di wilayah tersebut.

“Tujuan kegiatan hari ini adalah melakukan koordinasi lintas program maupun lintas sektor terkait penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, termasuk juga stunting. Karena indikator-indikator tersebut merupakan indikator kabupaten yang harus dicapai,” ucap Titing Mulyani.

Para peserta kegiatan dipilih karena peran strategis mereka dalam membina posyandu di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu. Di dalam posyandu terdapat kader yang paling dekat dengan masyarakat. Di bawah pendampingan UPT DKB dan Ibu Camat, kader-kader tersebut akan melakukan pendataan terhadap wanita usia subur (WUS) untuk mengidentifikasi adanya penyakit maupun risiko kehamilan.

“Semua kehamilan harus dipersiapkan dan direncanakan. Tujuannya agar anak-anak yang dilahirkan sehat dan tidak stunting. Jika semua kehamilan direncanakan, harapannya tidak ada ibu hamil yang meninggal, serta semua anak yang dilahirkan sehat dan selamat,” tambahnya.

Melalui koordinasi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu berharap seluruh pihak terkait dapat bergerak bersama untuk memperkuat deteksi dini risiko kehamilan, meningkatkan kualitas pendampingan kader posyandu, dan secara keseluruhan menurunkan angka kematian ibu, bayi, serta prevalensi stunting di Kabupaten Indramayu. (Toro)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY