Dr Agus Lahida : Pasien Kurang Mampu, Tetap Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Optimal

Dr Agus Lahida : Pasien Kurang Mampu, Tetap Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Optimal

7,160 views
0
SHARE

Suara Indonesia News – Konawe. Bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, tak perlu risau urusan administrasi saat menjalani perawatan medis di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit (RS) Konawe.

Asal benar-benar warga kurang mampu, pihak RS Konawe bersedia menggratiskan seluruh biaya pengobatan pasien. Manajemen BLUD RS Konawe menyiapkan tiga alternatif tanggungan pembiayaan untuk memfasilitasi pasien kurang mampu (miskin) dalam mendapatkan layanan kesehatan.

dr Agus Lahida sebagai Direktur BLUD RS Konawe mengatakan, pihaknya memang lebih mengedepankan aspek pelayanan bagi masyarakat. Siapapun masyarakat yang datang berobat di RS Konawe harus mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal. Persoalan pasien tersebut mempunyai jaminan kesehatan atau tidak, sebutnya, hal itu menjadi urusan belakangan.

“Kita layani dulu, kata kuncinya disitu. Kalau misalnya pasien tersebut sudah mau pulang namun tak punya uang untuk membayar, maka kita carikan solusi lewat beberapa alternatif,” ujar dr Agus Lahida, Senin kemarin (29/08-2022).

Direktur BLUD RS Konawe juga menyampaikan, ada tiga alternatif penanganan yang disiapkan guna memfasilitasi pasien kurang mampu yang berobat di BLUD RS Konawe. Yakni, melalui tanggungan dana Konawe Gemilang, donasi sedekah seribu sehari, ataupun ditaktisi lewat program inovatif kitapeduli.com. Dirinya menjelaskan, untuk mendapatkan tanggungan biaya pengobatan lewat dana program Konawe Gemilang, pasien tersebut mesti warga miskin yang memang sudah tidak bisa terklaim lewat BPJS atau KIS. Dana Konawe Gemilang yang disiapkan pemerintah kabupaten (pemkab) ditahun 2022, yakni sebesar Rp 500 juta. Hanya saja, duit itu sudah 100 persen terserap dalam waktu enam bulan saja.

Untungnya ada lagi tambahan dana dari pemkab Konawe sebesar Rp 200 juta. Kita juga minta diporsikan lagi dana Konawe Gemilang lewat anggaran perubahan nanti, bebernya.

Lanjut dr Agus, manakala pembiayaan pasien miskin tidak mampu ditalangi lewat dana Konawe Gemilang, pihaknya menyiapkan alternatif kedua. Yakni, ditanggung lewat dana program kitapeduli.com yang dijalankan via media sosial (medsos). Program inovasi kitapeduli.com, sambungnya, tidak memiliki pagu anggaran sebab dihimpun dari dana masyarakat secara online.

“Kalau untuk kitapeduli.com, begitu masuk RS Konawe langsung sampaikan bahwa kami ini orang tidak mampu. Maka, kita akan mengambil data dan foto pasien, untuk selanjutnya berkoordinasi dengan grup kitapeduli. Kemudian disurvei dan hasilnya dirembug-kan kembali di grup tersebut apakah memang layak dibantu atau tidak,” ungkapnya.

dr Agus menambahkan, adapun jika dua alternatif tersebut masih belum mampu mengakomodasi biaya perawatan pasien miskin, BLUD RS Konawe masih punya skema terakhir. Yakni, ditanggung lewat uang donasi sedekah seribu sehari. Duit itu, sebutnya, seyogyanya berasal dari pihak eksternal yang dihimpun melalui kotak-kotak sumbangan yang berada di beberapa sudut RS Konawe. Untuk internal, donasi seribu sehari tersebut juga diwajibkan bagi sekira 800-an pegawai BLUD RS Konawe.

“Bentuk jaminan pembiayaannya mencakup semua jenis perawatan kesehatan. Termasuk operasi juga kita biayai asal memang pasien tersebut benar-benar masyarakat susah alias tidak mampu. Itu dibuktikan dengan surat keterangan (suket) dari desa/kelurahan setempat. Kami juga survei terlebih dahulu untuk memastikan bahwa memang pasien itu layak mendapat tanggungan biaya kesehatan dari BLUD RS Konawe,” tutup dr Agus lahida. (Red SI)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY