Kampung Seni Tegal Menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025

Kampung Seni Tegal Menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025

248 views
0
SHARE

TEGAL, SUARA INDONESIA NEWS | Kampung Seni Tegal menerima Anugerah Kebudayan Indonesia (AKI) Kategori Pelopor dan / atau Pembaharu tahun 2025 yang di gelar pada hari Rabu, (17/12) malam di Ciputra Artpreneur Jakarta.

Penganugerahan AKI sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata Kampung Seni Tegal dalam pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan berbasis komunitas secara berkelanjutan.

Anugerah Kebudayaan Indonesia merupakan agenda tahunan pemerintah yang diberikan kepada individu, komunitas, maupun lembaga yang dinilai konsisten berkontribusi dalam pemajuan kebudayaan nasional.

Kampung Seni Tegal ditetapkan sebagai penerima penghargaan setelah melalui serangkaian tahapan, mulai dari pengusulan, kurasi administrasi, hingga penilaian oleh tim independen.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon kepada Ketua Kampung Seni Tegal, Seful Mu’min bersama 30 penerima anugerah dan maestro, pelestasi seni budaya Indonesia.

Menteri Kebudayan Republik Indonesia, Fadli Zon menyampaikan bahwa Anugerah Kebudayaan Indonesia sudah melalui proses yang panjang dimulai dari pengusulan, riset, verifikasi dan berbagai dialog dan diskusi yang diverifikasi dan mereka yang di pilih yang telah berjuang dalam bidang masing-masing dalam kebudayaan.

“Kami dari Kementerian Kebudayaan mengapresiasi, ini merupakan kehadiran negara dalam  memberikan penghargaan bagi para maestro, pembaharu, pelestari, bahkan juga kategori untuk anak,” ujar Fadli Zon.

Ketua Kampung Seni Tegal, Seful Mumin, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. la menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya milik pengelola Kampung Seni Tegal, melainkan juga seluruh seniman dan masyarakat yang selama ini terlibat aktif menjaga ruang hidup kebudayaan di Tegal.

“Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 ini kami terima sebagai amanah serta rasa syukur. Penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan pengingat bahwa kerja-kerja kebudayaan harus terus dijaga keberlanjutannya dan tetap berpihak pada masyarakat,” ujar Seful.

Seful menambahkan, sejak awal Kampung Seni Tegal dibangun tahun 2009 sebagai ruang bersama bagi seniman, komunitas, dan warga untuk belajar, berproses, serta mengekspresikan kebudayaan secara inklusif.

“Kami percaya kebudayaan akan terus hidup dan tumbuh dari bawah, dari kampung, dari ruang-ruang sederhana yang dirawat bersama. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus membuka ruang kreatif, khususnya bagi generasi muda,” tambah Seful.

Melalui capaian ini, Kampung Seni Tegal diharapkan dapat terus berperan aktif dalam memperkuat ekosistem seni budaya daerah, sekaligus menjadi contoh praktik baik pengelolaan ruang kebudayaan berbasis komunitas di tingkat nasional.

“Melalui kerja bersama  seniman, budayawan dan masyarakat, berbagai kegiatan seni tradisi maupun kontemporer terus dihidupkan termasuk inovasi dan revitalisasi Sampak Tegalan yang menjadi indentitas musikal khas daerah Tegal,” ujar Seful.

Seful juga menambahkan bahwa upaya yang Kampung Senj Tegal lakukan bukan hanya menjaga nilai tradisi, tetapi juga membuka peluang pembaharuan yang relevan dengan  perkembangan zaman.

“Ini kontribusi Kampung Seni Tegal dalam memajukan Kebudayaan daerah, khususnya kebudayaan Tegal, semoga ini dapat menjadi inspirasi bagi kami dan mayarakat agar terus cinta dan melestatikan keudayaan daerah,” pungkas. Seful. (Zaen)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY