KONAWE, SUARA INDONESIA NEWS | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-66. Acara tersebut berlangsung khidmat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Konawe pada Selasa (03/03/2026).
Rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd., M.M., didampingi Wakil Ketua I dan II. Turut hadir Bupati Konawe H. Yusran Akbar, S.T., Wakil Bupati H. Syamsul Ibrahim, jajaran Forkopimda, serta 28 dari 30 anggota DPRD Kabupaten Konawe.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD I Made Asmaya menyampaikan bahwa usia 66 tahun merupakan fase matang bagi sebuah daerah untuk memberikan pengabdian terbaik bagi rakyat. Ia menjabarkan tiga makna filosofis dalam peringatan HUT kali ini:
- Retrospektif: Menengok masa lalu sebagai pondasi sejarah dan referensi berharga untuk masa kini.
- Introspektif: Menjadikan peringatan ini sebagai sarana mawas diri agar setiap estafet perjalanan daerah mampu menjawab persoalan kekinian.
- Prospektif: Merancang formula masa depan berdasarkan realitas tanpa melupakan nilai-nilai sejarah.
“DPRD Konawe terus melakukan transformasi kelembagaan menuju kinerja yang profesional dan akuntabel. Kami bersama Pemerintah Daerah memegang peran strategis dalam membentuk landasan yuridis dan memastikan anggaran pembangunan benar-benar berorientasi pada hasil yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” tegas I Made Asmaya.
Visi “Konawe Bersahaja” di Bulan Suci
Sementara itu, Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST., mengungkapkan rasa syukurnya karena peringatan HUT tahun ini bertepatan dengan suasana syahdu bulan suci Ramadan 1447 H. Menurutnya, momen ini sarat dengan nilai pengabdian dan keikhlasan.
“66 tahun bukan sekadar angka, melainkan perjalanan sejarah dan pengorbanan para pendahulu. Tugas kita adalah memastikan warisan ini dilanjutkan dengan tata kelola yang lebih baik dan kesejahteraan yang merata,” ujar Yusran.
Bupati Konawe juga memaparkan tema HUT ke-66, yakni “Desa Unggul, Kota Berkembang, Masyarakat Sejahtera Menuju Konawe Bersahaja”.
“Tema ini bukan slogan semata. Kita ingin desa memiliki basis produksi dan kemandirian ekonomi, sementara kota berkembang sebagai pusat jasa dan perdagangan. Semua ini bermuara pada visi Konawe yang Berdaya Saing, Sejahtera, Adil, dan Berkelanjutan,” tambahnya.
Meski digelar di tengah ibadah puasa, suasana rapat tetap berlangsung meriah namun tetap menjaga kekhidmatan sebagai bentuk penghormatan atas sejarah panjang Bumi Konawe. (Red SIN/YT)


















