Mengenang Sosok Sura Menggala, Tokoh Pejuang Agama dan Pemersatu Ciawilor

Mengenang Sosok Sura Menggala, Tokoh Pejuang Agama dan Pemersatu Ciawilor

105
0
BERBAGI

Suara Indonesia News – Kuningan. Keberadaan Desa Ciawilor, Kec Ciawigebang, Kab.Kuningan merupakan sebuah desa yang mempunya Nilai situs sejarah yang sangat kental dengan perjuangan dengan pangeran Adipati Kuningan.

Hal tersebut diungkapkan Oleh Sukron, kepala  Desa Ciawilor yang didampingi oleh  Guru Ono, salah satu tokoh masyarakat  ketika tiem jelajah wisata desa mencoba menjambangi kantor kepala desa Ciwalor jumat, 11 Desember 2020.

Menurut Kepala Desa, Semua Situs mapun peninggalan yang mengandung nilai sejarah patut dijaga dan dilestarikan sebagai nilai nilai budaya menghormati para pejuang , selain itu, kita perlu mengambil hikmah dan pelajaranya , Ketika beliau melakukan perjuangan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan diwilayah ini, ujar kades.

Dengan adanya  legenda atau sejarah  situs, sebagai warisan pejuang para leluhur diharpkan masytakat dapat mengamengambil nilai positif, terutama dalam segi persatuan dan kesatuan menuju keharmonisan bermasyarakat di wilayah desa.harapnya.

Dalam petikan wawancara dengan  salah satu tokoh masyarakat Desa Ciwilor, Guru Ono, menyampaikan, Tokoh Eyang Sura Menggal, merupakan tokoh pejuang Agama dan Dari gama, bahkan hingga kepemersatu masyarakt  yang adil dan makmur pada saat itu,  beliau berjuang bersama sama dengan pangeran Adipati Kuningan,

Dimana pada saat itu sekitar tahun 1448, Eyang Sura Menggala bersama Adipati Kuningan mau melakukan pengislaman terhadap Raja Galuh di wilayah Majalengak dan Adipati Kiban Indramayu. Diceritakan saat itu, pada saat diserang oleh Kuningan, Raja galuh menghilang dan posisinya sudah berada di Samping syeh Sunan gunung jati,

Sedangkan dalam penyerangan ke  Indramayu, Adipati Kiban sudah mengetahuinya, bahawa pasukan dari kuningan akan menyerang indra mayu, maka pada saat iru mereka menyiapkan karung ( waring ) sampai terlilitlah Adipati Kuningan,  dan anehnya tiba tiba, diwilayah tersebut Munculah se ekor Kijang Emas, lalu diburu oleh Adipati kuningan dan pasukanya, sedangkan Kijang emas tersbut Masuk ke dalam sungai, dan setelah dikejar oleh pasukan tiba tiba kijang menghilang. Dan sudah berada disebelah lor syeh Gunung Jati, ujarnya menceritakan kepada media.
(Sep/Rie)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY