MERTI BUMI GUNUNG GAMBAR MUKSO GADING MAS PENDIRI NUSANTARA

MERTI BUMI GUNUNG GAMBAR MUKSO GADING MAS PENDIRI NUSANTARA

158
0
BERBAGI

Suara Indonesia News – Yogyakarta. Ritual Merti Bumi Gunung Gambar dipimpin oleh Eyang Podho dihadiri Yang Mulia H.Muh.Rokhim selaku Pemangku Gunung Nusantara yang juga selaku Senopati Agung Gunung Lawu, yang dimana merupakan sebuah wujud atau ungkapan rasa syukur terhadap ke amanan Bangsa dengan terhindarnya bangsa ini dari pandemic covid-19 masa diberlakukanya new normal kegiatan masyarakat kembali oleh Pemerintah, Gunung Kidul Yogyakarta, 9 Juli 2020.

YM.Muh Rokhim ketika ditemui awak media menjelaskan bahwa beliou pelaku ritual estafet dari Gunung ke Gunung diawali sebelumnya dari Gunung Rinjani dilanjut ke hampir semua gunung dijawa diantaranya Gunung Tidar, Gunung Bromo, Gunung Merapi Semeru, Tangkuban Perahu, Gunung Srandil, Pelabuhan Ratu dan saat ini di Gunung Gambar berharap dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut dapat lebih mendekatkan hubungan antara masyarakat dengan alam dan masyarakat dengan pemerintah agar bisa selaras dengan nilai Leluhur “Memahu Hayuning Bawono”.

H. Muh. Rokhim yang banyak Mendapat gelar dan Piagam Kemuliaan dari berbagai Lembaga Adat diantaranya Lembaga Adat Gumi Sembahhulun ( LAGS ), Konfederasi Eksponen Indonesia ( KOSEPSI ), Asosiasi Kerajaan dan Keraton se – Indonesia ( AKKI ), Ikatan Pemangku Gunung Nusantara ( IPGN ), Seketariat Bersama Keraton Nusantara dan Majelis Suku Nusantara ( MSN) dan masih banyak lagi

Gunung Gambar Berlokasi di Desa Wonosari, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul, Gunung ini tempat ‘Mukso’ Nya Kyi Ageng Eyang Gading Mas Pendiri Nusantara, bahkan tempat menjadi saksi sejarah Yogyakarta. Dimana Raden Mas Said konon melakukan ritual pertapaan.

Raden Mas Said atau yang juga dikenal sebagai Pangeran Samber Nyawa adalah Adipati pertama dalam Praja Mangkunegaran.

Tempat ini menjadi tempat wisata ziarah yang hingga kini sering didatangi masyarakat. Banyak yang datang berharap berkah dan berdoa di Petilasan dari tokoh yang nama mudanya adalah Raden Mas Said. Sedangkan julukan Samber Nyawa diberikan oleh Nicolaas Hartingh, perwakilan VOC karena di dalam peperangan RM Said selalu membawa kematian bagi musuh-musuhnya terutama pihak Belanda.

Bukit dengan panorama indah Ini menjadi tempat bertapa Sang Putra Pangeran Arya Mangkunegara Kartasura dan Raden Ayu Wulan. RM Said mengasingkan diri ke Gunung Gambar untuk membuat strategi melawan penjajah Belanda hingga bisa menggambar situasi Keraton Surakarta termasuk cara mengusir dan berperang melawan penjajah. (Sendi)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY