INDRAMAYU, SUARA INDONESIA NEWS | Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Indramayu terus mengoptimalkan kegiatan pembinaan kemandirian melalui pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Lapas. Salah satu hasil dari kegiatan tersebut adalah panen kangkung yang dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan bahan makanan di dapur Lapas. (19/6/26)
Dalam satu kali panen, hasil kangkung yang diperoleh mencapai kurang lebih 40 kilogram. Kegiatan panen dilakukan sebanyak dua kali dalam satu minggu, sehingga total hasil panen kangkung yang dapat dimanfaatkan mencapai kurang lebih 80 kilogram setiap minggunya.
Hasil panen kangkung tersebut selanjutnya diserahkan ke bagian dapur untuk mendukung pemenuhan kebutuhan Bahan Makanan bagi warga binaan. Pemanfaatan hasil panen ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengelolaan bahan makanan yang lebih produktif, bermanfaat, dan berkelanjutan di lingkungan Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui kegiatan ketahanan pangan. Selain itu, kegiatan panen kangkung ini juga menjadi bukti nyata pelaksanaan pembinaan kemandirian bagi warga binaan serta pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Lapas untuk mendukung kebutuhan BAMA di dapur.
“Melalui kegiatan pertanian sederhana seperti penanaman dan panen kangkung ini, warga binaan dapat memperoleh keterampilan yang bermanfaat. Selain itu, hasil panennya juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan BAMA di dapur Lapas,” ujar Fery Berthoni.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan produktif bagi warga binaan, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan Lapas yang aktif, mandiri, dan bermanfaat. (Toro)

















