INDRAMAYU, SUARA LNDONESIA NEWS | Ketua Yayasan EST (Eco Socio Tech) School Fressha Rezkana, resmi membuka sekolah internasional di Indramayu berlokasi di Desa Panyindangan Wetan Kecamatan Sindang, dengan tahap awal untuk jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pre-Group. pada Sabtu, (10/10/26)
Hingga saat ini, sekolah tersebut telah menampung hampir 30 siswa-siswi. Pembangunan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) direncanakan dimulai tahun depan secara bertahap.
Ketua Yayasan EST Fressha Rezkana, menyatakan bahwa kehadiran sekolah ini merupakan bentuk partisipasi aktif putra daerah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas di Indramayu.
“Kita sebagai putra daerah ingin terus berpartisipasi menghadirkan pendidikan yang baik, berkolaborasi tentunya dengan semua pihak,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa sekolah internasional ini tergolong baru di Indramayu, sehingga pengembangannya dilakukan secara bertahap.
“Kita tetap optimis ingin menuntaskan sampai ke semua tingkat pendidikan,” tegasnya.
Inspirasi pendirian sekolah ini muncul dari keprihatinan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pembangunan di Indramayu yang masih rendah.
“Kita ingin mengejar. Salah satu bentuk nyatanya adalah mencoba membentuk generasi baru. Generasi yang baik itu pendidikan di usia dini, pendidikan antara 0 sampai 6 tahun. Kita berharap dalam 10 atau 20 tahun ke depan, dengan berdirinya sekolah ini, kita bisa membantu meningkatkan pendidikan di Indramayu,” katanya.
Mengenai dukungan pemerintah, Ketua Yayasan mengapresiasi kemudahan perizinan yang diberikan.
“Dukungan Indramayu diawali dengan perizinan yang mudah. Semua dimudahkan, dari mengurus PBJ hingga izin operasional. Alhamdulillah kolaborasi terus terjalin,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama masyarakat Indramayu, termasuk media.
Tim akademik sekolah seluruhnya berasal dari Indramayu. Mereka telah dilatih selama kurang lebih tiga bulan di pusat (IST) untuk menyesuaikan kurikulum yang akan diterapkan.
Kurikulum yang digunakan bersifat multibahasa, mencakup bahasa Mandarin dan bahasa Arab. Ke depan, yayasan juga berencana mengintegrasikan pendidikan budaya lokal, seperti tari topeng dan gendang, ke dalam pembelajaran.
Terkait biaya, Ketua Yayasan menyampaikan bahwa investasi terbaik orang tua adalah melalui pendidikan.
“Biaya relatif. Gap-nya tidak terlalu jauh. Nanti bisa ditanyakan lebih detail kepada staf,” ujarnya.
Dengan langkah bertahap ini, Ketua Yayasan EST Fressha Rezkana berharap dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indramayu melalui pendidikan usia dini yang berkualitas dan berkarakter lokal. (Toro)

















