MANOKWARI, SUARA INDONESIA NEWS | Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional ke-XIV yang diselenggarakan di Manokwari, Papua Barat, resmi berakhir. Acara berskala nasional yang diikuti oleh kontingen dari 38 provinsi se-Indonesia ini berlangsung meriah sejak 18 Juli hingga 28 Juli 2026.
Acara penutupan yang digelar semalam bertempat di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Manokwari, Papua Barat, dan ditutup secara resmi oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. (28/06-26)
Sulawesi Utara Raih Juara Umum
Dalam ajang bergengsi ini, kontingen dari Provinsi Sulawesi Utara sukses keluar sebagai Juara Umum. Dari 12 kategori yang diperlombakan, Sulawesi Utara tampil mendominasi dengan perolehan nilai tertinggi di beberapa kategori.
Menteri Agama menyerahkan langsung Piala Presiden kepada perwakilan kontingen Sulawesi Utara sebagai bentuk apresiasi atas prestasi gemilang mereka.
Pesan Menag: Harmoni dalam Perbedaan
Dalam sambutan penutupannya, Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi dari kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa Pesparawi bukan sekadar ajang kompetisi tarik suara semata.
“Ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi ke-XIV bukan saja lomba paduan suara, sesungguhnya harmoni perbedaan dapat disatukan,” ujar Menag.
Kategori Lomba dan Lokasi Acara
Kompetisi tahun ini melombakan 12 kategori yang bervariasi, antara lain:
- Solo Anak Usia 7–10 Tahun & Solo Anak Usia 11–15 Tahun
- Solo Remaja Putra & Solo Remaja Putri
- Vocal Group & Musik Pop Gerejawi (MPG)
- Kategori Suara Anak
- Paduan Suara Remaja Pemuda
- Paduan Suara Wanita & Paduan Suara Pria
- Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC)
Seluruh rangkaian perlombaan tersebut berjalan sukses di 4 (empat) venue utama di Manokwari, yaitu:
- Arfak Convention Hall Polda Papua Barat
- Auditorium PKK Provinsi Papua Barat
- Aula Utama Universitas Papua (UNIPA)
- Auditorium Rektorat Universitas Papua (UNIPA)
Suksesnya penyelenggaraan Pesparawi XIV di Papua Barat ini menjadi bukti nyata kekuatan kebersamaan, toleransi, dan semangat persatuan bangsa melalui seni suara gerejawi.
Reporter: M. Yusuf S.

















