Syafrudin Budiman: Pertumbuhan Ekonomi Naik 5,61% Menjadi Bukti Visi-Misi Prabowo Semakin Nyata

Syafrudin Budiman: Pertumbuhan Ekonomi Naik 5,61% Menjadi Bukti Visi-Misi Prabowo Semakin Nyata

0
SHARE

JAKARTA, SUARA INDONESIA NEWS |  Rilis 5 Mei 2026 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2026 meningkat tumbuh 5,61%. Pertumbuhan ini mencapai angka Rp6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.447,7 triliun.

Ekonomi Indonesia triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,61 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen.

Hasil positif Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I-2026 sebesar 5,61 Persen (Y-on-Y) mendapat respon positif dari Tokoh Relawan Prabowo-Gibran, Syafrudin Budiman. Koordinator Aliansi Relawan Prabowo-Gibran (ARPG) menilai, kenaikan ini menjadi bukti Visi-Misi Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran semakin nyata.

“Visi-Misi Asta Cita Presiden Prabowo Subanto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming semakin nyata dirasakan masyarakat. Kenaikan dari Triwulan IV 2025 sebesar 5,39% menjadi 5,61% pada Triwulan I 2026 adalah prestasi keberhasilan Presiden Prabowo,” kata Gus Din sapaan akrab Syafrudin Budinan SIP disampaikan kepada media, Kamis (7/5/2026) di Jakarta.

Ketua Umun DPP Perhimpunan UKM Indonesia ini, sangat yakin pertumbuhan ekonomi akan terus tumbuh di atas 6% di 2026. Penilaian ini akibat banyak serapan lapangan kerja yang baik, akibat masuknya investasi asing, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, Kampung Nelayan dan progam-program lainnya.

“Indonesia akan keluar kutukan pertumbuhan ekonomi 5% dari tahun ke tahun. Hari ini bisa kita lihat sudah 5,61% dan sedikit lagi akan terus tumbuh di atas 6% pada 2026,” ucap Ketua Umum Barisan Pembaharuan 08 (BP-08) ini.

Berdasrkan data BPS dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 21,81 persen. Ekonomi Indonesia triwulan I-2026 terhadap triwulan IV-2025 terkontraksi sebesar 0,77 persen (q-to-q).

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 8,20 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen PK-P mengalami kontraksi terdalam sebesar 30,13 persen.

“Pada triwulan I-2026, kelompok provinsi di Pulau Jawa mendominasi struktur perekonomian Indonesia secara spasial, dengan kontribusi mencapai 57,24 persen dan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,79 persen (y-on-y),” kata Gus Din yang juga Komisaris PT. Jasa Marga Related Business (JMRB).

Pada triwulan I-2026, kelompok provinsi di Pulau Jawa mendominasi struktur perekonomian Indonesia secara spasial, dengan kontribusi mencapai 57,24 persen dan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,79 persen (y-on-y).

Ekonomi Indonesia Tahun 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Sebelumnya kata Gus Din, Perekonomian Indonesia tahun 2025 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp83,7 juta atau USD 5.083,4.

“Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen (c-to-c). Data ini menunjukkan dari tahun ke tahun pertumbuhan ekonomi terus meningkat,” tandas Gus Din.

Dari sisi produksi pada 2025, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,93 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,03 persen.

“Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,98 persen,” jelas Gus Din sesuai data BPS 2025.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,12 persen. Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap triwulan III-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 0,86 persen (q-to-q).

“Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,59 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 37,68 persen,” tutup Gus Din. (RLS)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY