LATEST ARTICLES

0

KOTA TEBINGTINGGI, SUARA INDONESIA NEWS | Pemerintah Kota Tebing Tinggi berkomitmen mengulang masa kejayaan sebagai ikon program Keluarga Berencana (KB) Pria. Hal ini ditegaskan Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, saat membuka kegiatan Pelayanan MOP (Metode Operasi Pria) Tahun 2026 di Aula RSUD dr. H. Kumpulan Pane, Rabu (06/05/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa program KB telah terbukti efektif menekan angka kelahiran dan laju pertumbuhan penduduk. Lebih dari itu, program ini dinilai berhasil mentransformasi pandangan masyarakat mengenai pentingnya nilai sebuah keluarga, kesejahteraan dan ketahanan keluarga.

Wali Kota mengenang kembali pencapaian historis di mana pada tahun 2006 silam, Kota Tebing Tinggi pernah menjadi ikon untuk pelaksanaan MOP.

“Hal ini semoga menjadi motivasi kepada kita untuk membangkitkan semangat dalam meraih penghargaan dan mengulang kesuksesan kita pada masa yang lalu. Dan pada tahun 2025, Kota Tebing Tinggi mendapat penghargaan kelompok KB Pria Terbaik III tingkat Sumatera Utara,” ujar Wali Kota.

Apresiasi khusus juga disampaikan kepada para akseptor yang secara sukarela berpartisipasi. Wali Kota berharap mereka dapat menjadi motivator bagi pria lainnya di Kota Tebing Tinggi untuk tidak ragu ikut serta dalam program serupa di masa mendatang. Kepada pihak RSUD dr. H. Kumpulan Pane, Wali Kota menginstruksikan agar memberikan pelayanan medis terbaik dan maksimal bagi seluruh peserta.

“Kepada pihak RS Kumpulan Pane, saya mengucapkan terima kasih karena telah ikut memfasilitasi kegiatan ini. Berilah pelayanan yang terbaik kepada calon akseptor yang berpartisipasi mensukseskan program ini,” kata Wali Kota.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB), Dedi Parulian Siagian, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merujuk pada UU No. 52 Tahun 2009 serta Rencana Kerja Dinas PPKB 2026.

Selain untuk meningkatkan partisipasi pria dalam ber-KB secara gratis dan berkualitas, momentum ini juga digelar dalam rangka memperingati HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 tahun 2026.

“Tercatat sebanyak 40 akseptor mengikuti program MOP dan 25 akseptor mengikuti Metode Operasi Wanita (MOW). Sasarannya adalah Pasangan Usia Subur (PUS),” jelas Kadis PPKB.

Kadis PPKB juga menambahkan bahwa pelaksanaan Kontap MOW dijadwalkan berlangsung pada Kamis (07/05) esok hari mulai pukul 07.00 WIB. Ia juga menghimbau agar para akseptor dapat hadir dalam keadaan berpuasa.

Kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada para akseptor dan sesi foto bersama. Turut hadir dalam acara ini Sekdako Erwin Suheri Damanik, Kadis Kesehatan dr. Fitri Sari Saragih, Kadis PUPR Tora Daeng Masaro, Kadis Pendidikan Muhammad Deni Saragih, Ketua IBI Kota Tebing Tinggi Asrinab, serta jajaran Camat atau yang mewakili. (Julian)

0

BENGKALIS, SUARA INDONESIA NEWS | Kita hidup dikelilingi raksasa industri sawit, pantang rasanya jika kita hanya diam tanpa berproses. Dengan akal dan tekad, limbah yang dulunya terbuang sia-sia kini menjadi kunci untuk memutus rantai ketergantungan.

Kalimat menggugah itu meluncur tegas dari Suparman Amir (48), sosok penggerak Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Bangko Jaya Sejahtera. Rabu (6/5/2026).

Di tengah kepungan industri kelapa sawit yang masif, kelompok ini berhasil mentransformasi limbah sawit dan peternakan menjadi sumber daya bernilai tinggi bagi perikanan dan pertanian.

Sebelum inovasi ini berkembang, aktivitas budidaya ikan dan pertanian di Desa Bangko Jaya berada dalam tekanan berat. Tingginya harga pakan pabrikan dan pupuk kimia membuat biaya operasional membengkak, bahkan menggerus hampir seluruh hasil panen. Di sisi lain, potensi limbah seperti solid sawit, abu boiler, dan kotoran ternak yang melimpah belum mampu dimanfaatkan akibat keterbatasan pengetahuan dan teknologi.

Berangkat dari kegelisahan tersebut, Suparman bersama anggota Pokdakan mulai menggagas solusi berbasis potensi lokal. Inisiatif cemerlang warga ini kemudian disambut baik oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Perusahaan hulu migas ini hadir menyinergikan langkah warga dengan program Desa Energi Berdikari (DEB).

Melalui program pendampingan ini, Pokdakan Bangko Jaya Sejahtera mendapatkan pelatihan pembuatan pakan mandiri, manajemen keuangan, hingga produksi probiotik. Hadirnya fasilitas seperti mesin pencacah pakan, alat penepung, serta fasilitas Solar Dryer House turut mempercepat proses produksi pakan yang lebih higienis dan efisien.

Dengan memanfaatkan limbah sawit sebagai bahan utama, kelompok ini berhasil memproduksi pakan ikan mandiri dengan formulasi yang teruji. Sebagai langkah turunan, mereka turut mengembangkan pupuk kompos organik berbasis bio slurry dari reaktor biogas yang diproses secara optimal menggunakan energi surya.

Perubahan nyata pun dirasakan. Biaya pakan ikan berhasil ditekan hingga 40%, dari sebelumnya Rp15-16 ribu per kilogram menjadi sekitar Rp8-9 ribu per kilogram. Dari 10 kolam bioflok aktif, produksi lele kini mencapai ±537 kilogram per siklus panen. Tercatat total keuntungan mencapai Rp64,4 juta dan peningkatan pendapatan rata-rata anggota sebesar Rp6,4 juta per siklus.

Di sektor pertanian, penggunaan pupuk organik mandiri mampu mengurangi biaya pembelian pupuk kimia hingga 50%, sekaligus meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen.

Manager CID PHR Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menyampaikan bahwa keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagaimana inisiatif akar rumput dapat menjadi katalis perubahan yang berkelanjutan.

“PHR percaya bahwa kekuatan pembangunan desa terletak pada inisiatif masyarakatnya. Melalui kolaborasi erat dengan kelompok masyarakat, kami memfasilitasi inovasi berbasis potensi lokal yang meningkatkan nilai ekonomi sejalan dengan prinsip penguatan kemandirian serta ketahanan lingkungan masyarakat,” ujar Iwan.

Ke depan, Pokdakan Bangko Jaya Sejahtera berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi mereka, termasuk membuka peluang komersialisasi produk pakan dan pupuk mandiri setelah memenuhi standar regulasi. Transformasi ini menjadi bukti bahwa dari desa, lahir solusi nyata untuk kemandirian ekonomi sekaligus pelestarian lingkungan.

TENTANG PHR ZONA ROKAN

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018.

Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.

Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan. (Mus)

0

DURI, SUARA INDONESIA NEWS | Polsek Mandau bersama Pemdes Air Kulim mengecek pengelolaan lahan program penanaman jagung 1 juta hektare Polri, Selasa (5/5/2026).

Lahan seluas 2 hektare di Dusun Sukamaju, Desa Air Kulim, Kecamatan Bathin Solapan itu ditanami jagung pipil dengan sistem tumpang sari di kebun kelapa sawit.

Pengecekan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB di Jalan Rejosari RT 03/RW 03, Desa Air Kulim. Titik koordinat lahan berada di N 1°36’19793 E 101°1190361.

Kapolsek Mandau Kompol Primadona, S.I.K., M.Si turun langsung bersama PJ Kades Air Kulim Suryati, S.Sos, Bhabinkamtibmas Brigadir Polisi Bambang Siregar, Ketua Kelompok Tani Berkah Faizunsyah, dan Ketua Bumdes Air Kulim Aditya Kurniawan. Lahan milik Sumadi alias Akong ini dikelola Kelompok Tani Berkah bekerja sama dengan Bumdes Air Kulim.

Untuk pengolahan, kelompok menggunakan 1 unit ekskavator, 1 unit jonder, cangkul, dan mulsa. Kapolsek Primadona menyebut kegiatan ini bagian dari Program 100 Hari Asta Cita Presiden RI.

“Polres Bengkalis, Polsek Mandau, Pemkab Bengkalis, dan Desa Air Kulim dorong masyarakat manfaatkan lahan sawit untuk tumpang sari jagung,” ujarnya. Rabu (6/5/2026)

Usia tanam jagung pipil di lahan tersebut sudah sekitar 75 hari. Tinggi tanaman mencapai 170 cm dan mulai berbuah. Namun sebagian tanaman tumbuh kerdil akibat banjir saat curah hujan tinggi. Saat ini kelompok tani sedang melakukan pemupukan. Beberapa tanaman juga rusak dimakan hama babi hutan.

Secara umum, kegiatan berjalan aman dan terkendali. Program ini diharapkan mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi petani. (Mus)

0

LHOKSEUMAWE, SUARA INDONESIA NEWS |  Penarikan kembali seseorang usai menjalani proses persidangan dalam perkara Kembar Store di Lhokseumawe memantik perhatian publik dan memunculkan perdebatan serius mengenai wajah penegakan hukum di daerah. Situasi tersebut dinilai tidak hanya menyangkut persoalan prosedural, tetapi juga menyentuh prinsip mendasar negara hukum: perlindungan hak warga negara dan kepastian hukum.

Dewan pimpinan nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI), Rifqi Maulana, S.H., menilai tindakan aparat yang kembali melakukan penarikan terhadap pihak yang baru selesai mengikuti sidang berpotensi menimbulkan persepsi buruk di tengah masyarakat apabila tidak dijelaskan secara terbuka dan transparan.

Menurut Rifqi, dalam negara hukum, seluruh tindakan aparat penegak hukum wajib tunduk pada asas due process of law. Proses hukum tidak boleh dijalankan dengan pendekatan yang menimbulkan kesan tekanan, intimidasi, atau seolah-olah hukum digunakan untuk membungkam pihak tertentu.

“Penegakan hukum tidak cukup hanya berpegang pada kewenangan. Ia juga harus berdiri di atas kepatutan, profesionalitas, dan penghormatan terhadap hak asasi warga negara. Ketika seseorang baru keluar dari proses persidangan lalu kembali diamankan dalam situasi yang memunculkan polemik, maka negara wajib memberikan penjelasan yang terang kepada publik,” ujar Rifqi.

Ia menegaskan, praperadilan maupun proses persidangan merupakan instrumen konstitusional yang dijamin undang-undang. Karena itu, aparat penegak hukum harus mampu membedakan antara penegakan hukum yang profesional dengan tindakan yang justru menimbulkan dugaan kriminalisasi.

Rifqi mengingatkan bahwa hukum tidak boleh dipertontonkan sebagai alat kekuasaan. Dalam sistem demokrasi, aparat memang diberi kewenangan, tetapi kewenangan tersebut dibatasi oleh hukum dan diawasi oleh publik.

“Ketika prosedur hukum dijalankan tanpa sensitivitas terhadap rasa keadilan masyarakat, maka yang lahir bukan kepercayaan publik, melainkan kecurigaan publik. Ini berbahaya bagi marwah institusi penegak hukum sendiri,” katanya.

PERMAHI  juga menyoroti pentingnya transparansi dalam setiap tindakan aparat. Menurut Rifqi, keterbukaan informasi menjadi kunci agar masyarakat tidak terjebak dalam spekulasi liar yang dapat memperkeruh suasana.

Ia menilai publik saat ini semakin kritis dalam melihat proses penegakan hukum. Karena itu, pendekatan represif tanpa penjelasan yang utuh justru akan memperbesar ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi hukum.

“Negara hukum bukan hanya soal menangkap dan menahan orang. Negara hukum adalah soal bagaimana kekuasaan dibatasi oleh aturan dan dijalankan secara adil. Jika proses hukum berjalan benar, maka aparat tidak perlu takut membuka semuanya secara terang kepada publik,” tegasnya.

Rifqi juga meminta seluruh pihak menjaga situasi tetap kondusif dan tidak menggiring opini di luar fakta hukum. Namun di sisi lain, ia menekankan kritik terhadap proses penegakan hukum adalah bagian dari kontrol demokrasi yang sah dan dijamin konstitusi.

“Justru karena kita menghormati hukum, maka prosesnya harus terus dikritisi agar tidak keluar dari rel keadilan. Kritik bukan bentuk permusuhan terhadap aparat, melainkan bentuk kepedulian agar hukum tetap berdiri tegak di atas prinsip keadilan, bukan kepentingan,” tutupnya. (Rifqi)

0

DURI, SUARA INDONESIA NEWS | Tim Opsnal Polsek Mandau kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya. Penangkapan dilakukan pada Senin, 4 Mei 2026, sekitar pukul 14.30 WIB di Jalan Talang Pancah, Desa Buluh Manis, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Mandau Kompol Primadona, S.I.K., M.Si menyampaikan bahwa pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait maraknya peredaran narkotika di wilayah tersebut.

“Menindaklanjuti informasi dari masyarakat, tim langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan seorang pria berinisial RR (21) di lokasi,” ujar Kapolsek. Rabu (6/5/2026).

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa 1 paket narkotika jenis sabu, 1 unit handphone merek Redmi warna biru, 1 bungkus kotak rokok On Bold, serta uang tunai sebesar Rp140.000 yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut.

Pelaku beserta barang bukti kemudian langsung dibawa ke Polsek Mandau untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Kapolsek Mandau menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polsek Mandau serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkotika. Laporkan segera melalui Call Center Polri di 110, kami siap menindaklanjuti,” tegasnya.

Polsek Mandau juga memastikan bahwa setiap laporan dari masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat dan profesional demi menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. (Mus)

0

TEGAL, SUARA INDONESIA NEWS | Per 4 Mei 2026, Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi, kenaikan difokuskan pada produk berkualitas tinggi (RON 95-98) dan solar nonsubsidi, seperti Pertamax Turbo (naik Rp 500 menjadi Rp 19.900), Dexlite (naik jadi Rp 26.000), dan Pertamina Dex (tembus Rp 27.900 per liter).

Kondisi Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, pom bensin yang terletak di pesisir dekat dari pelabuhan aman dan terkendali. Meskipun dikawasan ini terbanyak menggunakan solar nonsubsidi. Hal itu disampaikan Ariesti Gita Mentari Manager SPBU Tegalsari 4452117 kepada awak media. Rabu 6 Mei 2026.

Manager SPBU Tegalsari 4452117 Ariesti Gita Mentari mengatakan, Daerah Tegalsari ini mayoritas pengguna solar nonsubsidi, namun dengan adanya kenaikan di tanggal 4 Mei hingga sekarang Alhamdulillah Aman dari Pasokan hingga pembelian tidak ada kendal, lancar dan tercukupi.

Untuk saat ini harga BBM yang mengalami kenaikan diantaranya Pertamax Turbo (RON 98) sebelumnya Rp 19.400 Naik menjadi Rp 19.900 per liter. Dexlite (CN 51) sebelumnya Rp 23.600 Naik menjadi Rp 26.000 per liter.

Pertamina Dex (CN 53) sebelumnya Rp 23.900 Naik menjadi Rp 27.900 per liter.

Adapun Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak ada kenaikan, Pertalite (tetap Rp 10.000/liter). Biosolar Subsidi (tetap Rp 6.800/liter). Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (tetap).”kata Gita panggilan akrabnya.

Gita mengaku, berdasarkan informasi kondisi pasokan solar non-subsidi (industri) di kawasan pelabuhan untuk kapal-kapal menunjukkan situasi yang kontradiktif, stok tersedia (aman).

Dengan pasokan di pelabuhan atau kapal-kapal aman jadi kondisi di Pom Tegalsari ini ikut aman. “Di imbau masyarakat tidak usah panik karena pasokan aman”, ucapnya.

Ia menambahkan, Sebagai unit pelayanan publik, SPBU mengutamakan kuwajiba menjual bahan bakar minyak (BBM) sesuai dengan harga resmi yang ditetapkan oleh pemerintah dan Pertamina.

Perlu diketahui seluruh SPBU memiliki pengawasan sistem digital, penggunaan sistem digital seperti aplikasi MyPertamina dan QR Code digunakan untuk memantau distribusi BBM subsidi, memastikan tidak ada manipulasi kuota dan harga.”jelas Ariesti Gita Mentari selaku Manager SPBU Tegalsari 4452117. (Zaen)

0

PALEMBANG, SUARA INDONESIA NEWS | Ideologi pembangunan yang diusung Presiden Prabowo Subianto tidak terlepas dari cara dirinya memandang posisi Indonesia di tengah perubahan lanskap politik internasional yang begitu dinamis dalam beberapa waktu belakangan ini.

Di tengah situasi baru ini, Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton. Karenanya Indonesia aktif melibatkan diri sehingga tidak menjadi sitting duck.

Demikian disampaikan Direktur Geopolitik GREAT Institute Dr. Teguh Santosa dalam Workshop Magang Komunikasi Pembangunan yang diselenggarakan Nexus Digital Strategy di Aula Pramewswara Kantor Walikota Palembang, Sumatera Selatan, Senin, 4 Mei 2026.

Workshop ini diikuti sekitar 50 pemuda dan mahasiswa yang aktif sebagai content creator berbagai isu pembangunan baik di Palembang dan Sumatera Selatan, maupun isu pembangunan nasional.

Workshop diawali dengan sambutan Kordinator Nexus Digital Strategy di Sumatera Selatan, Rudianto Widodo, dan dibuka Walikota Palembang Ratu Dewa yang diwakili Asisten III Setda Kota Palembang Akhmad Bastari.

Dalam pemaparannya, Teguh menyampaikan bahwa dunia sedang berada pada situasi baru di mana tercipta multipolarisme yang ditandai dengan kemunculan sejumlah negara yang ingin memainkan peranan penting dan vital di panggung global.

“Sejumlah kebijakan domestik pemerintahan Prabowo ditujukan untuk memperkuat kuda-kuda Indonesia memasuki tata dunia yang telah berubah itu,” ujar Teguh.

Kebijakan Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan Sekolah Rakyat adalah bagian dari usaha Prabowo Subianto membangun ekosistem yang memungkinkan peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk kualitas kesejahteraan dan keadilan.

“Presiden Prabowo memahami benar bahwa keunggulan negara bangsa dalam persaingan mutakhir dunia ditentukan kualitas sumber daya manusia yang mampu mengelola sumber daya alam,” kata Teguh.

Dengan demikian kebijakan hilirisasi juga ditujukan untuk penyerapan tenaga kerja dan memperkuat pondasi ekonomi negara, tambah Teguh.

Selaras dengan itu, isu lingkungan hidup pun mendapatkan perhatian besar dari Prabowo. “Jangan sampai berbagai upaya untuk memperkuat kaki ekonomi justru mengabaikan aspek lingkungan hidup. Pembangunan ini harus berdimensi keberlanjutan,” lanjut Teguh.

Teguh juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengkomunikasikan kebijakan pembangunan pemerintah kepada masyarakat. Aktivitas generasi muda di platform digital harus menjadi jembatan komunikasi sehingga kebijakan pembangunan dapat dipahami dan didukung oleh masyarakat, kata Teguh.

Workshop Magang Komunikasi Pembangunan ini merupakan salah satu upaya Nexus Digital Strategy dalam meningkatkan kemampuan para content creator di daerah sehingga dapat meningkatkan kualitas konten yang dihasilkan dan kesadaran masyarakat tentang isu-isu pembangunan.

Selain di Palembang, secara simultan workshop juga digelar di tujuh kota lain, yakni Medan, Surabaya, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Balikpapan, dan Bali. Teguh berharap workshop ini dapat menjadi inspirasi bagi para content creator untuk terus meningkatkan kemampuan mereka dan berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.

Di akhir pemaparan materi, Teguh menyerahkan buku “Reunifikasi Korea: Game Theory” yang diangkat dari disertasinya di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran. (**)

0

LHOKSEUMAWE, SUARA INDONESIA NEWS | Selasa, 05 Mei 2026 pukul 13.30 WIB hingga selesai, Personel Staf Batalyon B bersama Kompi 1 dan Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh melaksanakan quick response pemadaman kebakaran yang melanda rumah warga dan rumah personel Brimob di Perumahan Komplek Pardede KP3 Gampong Jawa Belakang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Dengan sigap dan penuh keberanian, personel Brimob bergerak cepat menuju lokasi kejadian guna mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke bangunan lainnya. Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu hingga akhirnya api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya, sehingga potensi kerugian yang lebih besar dapat dihindari.

Adapun rumah personel yang menjadi korban kebakaran yakni Aipda Darwin Sianturi, S.H. dan Aipda Ronald Manurung, keduanya merupakan personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor. Meski mengalami kerugian material, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Komandan Satuan Brimob Polda Aceh, Kombes Pol. Zuhdi Batubara, S.I.K., M.Han., menyampaikan bahwa respons cepat ini merupakan wujud kesiapsiagaan dan kepedulian Brimob dalam menghadapi situasi darurat. Ia menegaskan bahwa setiap personel harus selalu siap hadir memberikan perlindungan dan pertolongan kepada masyarakat maupun rekan sesama anggota.

Salah seorang warga, Irwansyah (35), mengapresiasi tindakan cepat personel Brimob yang dinilai sangat membantu dalam mengatasi kebakaran tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran Brimob memberikan rasa aman dan mempercepat proses penanganan di lokasi.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dedikasi dan profesionalisme Brimob Polda Aceh dalam menjalankan tugas kemanusiaan, serta komitmen untuk selalu hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam setiap situasi. (Wandy ccp)