0

Suara Indonesia News – Surabaya. Upaya mewujudkan herd immunity di Jawa Timur. Forkopimda gencar melakukan kunjungan pengecekan vaksinasi diberbagai daerah, diantaranya sektor Kampus dan pesantren. Sinergitas pentahelix menjadi bagian dalam penanganan ini, diantaranya adalah kampus.

“Jadi ada pemerintah, ada kampus, ada private sector, ada masyarakat, ada media. Konsep Pentahelix approach ini harus bisa memberikan penanganan yang terbaik bagi seluruh masyarakat, yang kita harapkan bahwa herd immunity ini bisa segera kita wujudkan,” paparnya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat melakukan kunjungan pengecekan vaksinasi di Universitas Airlangga Surabaya, Minggu (25/7/2021).

Dalam kunjungannya, Gubernur Jatim didampingi oleh Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, serta didampingi Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar, Sekda prov Jatim, Pejabat Utama Polda Jatim dan Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya, melakukan pengecekan pelaksanaan vaksinasi Mahasiswa dan Tenaga Pendidik Universitas Airlangga.

Vaksinasi ini dilaksanakan selama 2 hari, yakni hari Sabtu dan Minggu, pada tanggal 24 – 25 Juli, dengan sasaran 6000 Peserta yang terdiri dari Dosen, Mahasiswa dan Alumni Unair, kegiatan ini melibatkan 50 tenaga kesehatan, gabungan dari RSUD Dr. Soetomo dan RS UNAIR.

Sinergitas dan strong partnership menjadi bagian yang sangat penting, seluruh elemen strategis yang memiliki energi untuk bisa bersama – sama melakukan percepatan vaksinasi. Kami berharap semuanya bisa kita maksimalkan.

“Insyaallah perguruan tinggi, perguruan tinggi lain juga akan mendapatkan kuota yang sama dari Pemprov yang sudah di-deliver oleh pemerintah pusat. Mudah-mudahan ini bisa terus kita lakukan dan percepatan bisa kita wujudkan,” tandasnya Gubernur Jatim.

Diharapkan capaian target serbuan vaksinasi ini dapat didukung oleh semua pihak, sehingga herd immunity bisa terbentuk pada Agustus mendatang, sebagai kado istimewa di HUT RI 76. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Jakarta. Dampak Covid-19, membuat belakangan ini warga mulai memasang bendera putih di rumah masing-masing. Warga mulai masif memasang bendera putih di depan rumah di beberapa daerah.

Menurut Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Haris Pertama, pemasangan bendera putih itu disinyalir tanda bahwa warga sudah tidak mampu menghadapi dampak pandemi Covid-19 yang terus meningkat dan butuh bantuan.

Untuk itu, Haris Pratama mendorong pemuda dan bangsa Indonesia untuk gerakan memasang bendera merah sebagai tanda berjuang kembali melawan Covid-19.

”Gerakan memasang bendera merah sebagai tanda berjuang melawan covid 19, kita tidak boleh menyerah. Indonesia punya semangat berjuang yang tinggi,” tegas Haris Pertama dalam keterangan persnya di Kuningan Jakarta Selatan, Sabtu (24/7/2021).

Sementara Ryano Panjaitan, Ketua Panitia HUT KNPI ke 48 mengatakan, gerakan memasang bendera merah sebagai tanda kesediaan berjuang bersama membantu masyarakat yang sudah hampir menyerah.

Sementara Wakil Bendahara Umum DPP KNPI, Yulyanto, pemuda harus berada di garda terdepan membantu meningkatkan perekonomian nasional ini.

”Para pemuda harus menyingsingkan lengan baju, bekerja keras agar perekonomian masyarakat kembali pulih,” kata Anto.

Pemuda kata Anto, harus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan terobosan-terobosan yang dapat meningkatkan sumber pendapatan bagi masyarakat. (Rocky)

0
Foto: Presiden Joko Widodo memberikan keterangan usai meninjau langsung Rumah Oksigen Gotong Royong di Pulo Gadung, Jakarta, pada Sabtu, 24 Juli 2021. Foto: BPMI Setpres.

Suara Indonesia News – Jakarta. Presiden Joko Widodo akan meresmikan rumah oksigen yang akan menampung sekitar 500 orang pasien. Rencananya minggu depan akan rampung 100 persen, dimana nantinya di awal Agustus 2021 selesai.

“Saya sudah melihat secara langsung Rumah Oksigen Gotong Royong yang dalam proses ini belum selesai. Nanti akan selesai minggu depan dan akan rampung 100 persen, nantinya rumah ini bisa menampung kurang lebih 500 pasien,” ujar Presiden Jokowi dilansir dari situs resmi istana, Sabtu (24/7/2021),

Presiden meninjau langsung Rumah Oksigen Gotong Royong yang berlokasi di daerah Pulo Gadung, Jakarta Timur. Rumah oksigen tersebut merupakan fasilitas kesehatan yang diinisiasi oleh grup perusahaan teknologi GoTo bersama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, PT Aneka Gas Industri (Samator Grup), dengan dukungan dari PT Master Steel, Tripatra Engineering, serta Halodoc.

“Ini adalah kerja sama gotong royong Kadin, ada GoTo, ada PT Aneka Gas Industri (Samator), ada PT Master Steel yang memiliki lahan, dan juga perusahaan-perusahaan yang lain,” lanjutnya.

Presiden sangat mengapresiasi inisiatif pembuatan rumah oksigen tersebut yang bisa membantu mengurangi tekanan pada rumah sakit, terutama di beberapa provinsi yang memiliki tingkat keterisian tempat tidur cukup tinggi. Presiden juga berharap inisiatif serupa bisa dilakukan tidak hanya di Jakarta, melainkan juga di daerah lain.

“Adanya penambahan kapasitas ini menjadikan BOR rumah sakit bisa sedikit tidak tertekan. Sekali lagi saya sangat menghargai dan kita berharap ini tidak dibangun, dikerjakan di Jakarta saja, tetapi bisa di-copy di tempat-tempat lain, di provinsi-provinsi lain. Kita harapkan nanti ini segera bisa dioperasikan dan bisa dimanfaatkan oleh rakyat,” ungkapnya.

Dalam peninjauan tersebut, Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 14.13 WIB dan langsung melihat sejumlah fasilitas yang terdapat di rumah oksigen. Selama peninjauan, Presiden tampak berdiskusi bersama Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid, dan CEO GoTo Andre Soelistyo yang turut mendampinginya.

“Tadi beliau menanyakan bagaimana ini konsepnya, segala macam. Jadi kami sudah jelaskan bahwa rumah oksigen ini adalah tempat isolasi dengan akses oksigen. Jadi istilahnya untuk kasus-kasus para pasien Covid yang membutuhkan oksigen bisa masuk ke fasilitas ini dan juga mendapatkan obat dan akses ke oksigen,” ujar Andre.

Rumah Oksigen Gotong Royong sendiri merupakan fasilitas kesehatan semipermanen yang khusus dilengkapi dengan peralatan suplai oksigen dan tempat tidur perawatan bagi pasien Covid-19 dengan gejala sedang. Fasilitas tersebut didirikan berdekatan dengan pabrik oksigen milik PT Aneka Gas Industri dan direncanakan memiliki 500 tempat tidur perawatan.

“Di fasilitas Pulo Gadung akan ada 500 bed. Masing-masing bed akan punya akses ke oksigen yang disuplai langsung dari pabrik gas yaitu Samator. Kenapa kita memilih site ini? Karena aksesnya langsung lewat pipa, dari pabrik oksigen langsung ke bed tersebut. Jadi dengan begitu akses suplai oksigen pun menjadi lebih tersedia,” jelas Andre.

Kehadiran rumah oksigen tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat yang membutuhkan akses terhadap oksigen medis. Selain itu, Andre juga berharap, kehadiran rumah oksigen bisa mengurangi tekanan pada rumah sakit dalam penanganan pasien Covid-19.

“Supaya semua pasien yang memerlukan hanya oksigen bisa ditampung di sini dan rumah sakit bisa digunakan untuk pasien-pasien yang memerlukan tambahan medical support. Mudah-mudahan dengan begini kita semua bisa gotong royong, swasta, pemerintah, semua, untuk bisa memerangi perang pandemi ini lebih baik lagi,” ungkap Andre.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid menyambut baik inisiatif pembangunan rumah oksigen pertama yang merupakan upaya gotong royong dari kalangan pengusaha. Ia berharap, inisiatif serupa bisa diwujudkan juga di kota-kota lain, terutama yang membutuhkan tambahan fasilitas kesehatan untuk penanganan Covid-19.

“Harapannya ini adalah yang pertama namun akan ada rumah oksigen lainnya. Selain di sini nanti di Jawa Timur, di Jawa Tengah, dan lain-lain. Kita mengharapkan semua pengusaha—yang saya katakan adalah pejuang karena ini adalah perang melawan pandemi—untuk bisa bersama-sama, bekerja sama, bergotong royong untuk kita memenangkan perang melawan pandemi,” ujar Arsjad.

Editor: Syafrudin Budiman SIP

0

Suara Indonesia News – Kutai Barat. Letkol Kav Yudhi Prasetyo Purnomo S.Sos,M.I.Pol Komandan Kodim 0912/Kbr mendatangi kediaman Alviano Dafa Raharja yang beralamatkan dikampung Purworejo RT 04, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Minggu (25 – 07- 2021).

Alviano merupakan anak yatim piatu berusia 9 tahun dan kini telah ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya untuk selama-lamanya (meninggal dunia) akibat terpapar virus Covid-19.

Anak kelas 3 SD tersebut, kini tinggal sendirian pasca kedua orang tua meninggal pada tanggal 19 dan 20 Juli lalu akibat terpapar Covid-19. Anak lelaki kelahiran 28 Agustus 2012 itu merupakan anak tunggal dari pasangan Kino Raharjo (30 tahun) dan Lina Safitri (31 tahun).

Ayahnya meninggal tepat pada hari Raya Idhul Adha kemarin sementara ibunya sehari sebelumnya. Keduanya dirawat di Rumah Sakit akibat penyakit Covid-19 yang dideritanya.

Dalam Rangka meringankan beban masyarakat, Dandim 0912/Kbr langsung mendatangi kediaman Alviano sekaligus melihat kondisinya.

Dandim 0912/Kbr mengatakan akan siap membantu dan memerintahkan Babinsa untuk memantau perkembangan Alviano dan akan mengawal terus sampai Alviano bisa pulang ke tempat keluarga yang berada di Kabupaten Sragen.

“Kami membawa bingkisan untuk meringankan beban Alviano serta memberikan moril dan semangat, terima kasih kepada keluarga dan masyarakat yang sudah membantu Alviano selama ini” tutur Dandim. (Sendi/Dispenad)

0

“Polri selidiki tambang di Kalsel nekat beroperasi usai disegel. Saat dicek di sistem Minerba One Data, nama Damai Mitracendana Abadi tidak terdaftar.”

Suara Indonesia News – Jakarta. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyelidikan beroperasinya tambang milik PT Damai Mitra Cendana di Kalimanten Selatan setelah berstatus disegel sejak Juni 2021 karena pemasalahan perizinan.

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Agus Andrianto melalui rilis media di Jakarta, Sabtu (24/07/2021) mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menelusuri informasi tersebut.

“Kami cek dan dalami info tersebut, prosesnya seperti apa, kami koordinasi dengan Kementerian ESDM,” ujar Agus.

Penyegelan tambang yang berada di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar itu dilakukan oleh Bareskrim Polri di akhir Juni lalu. Aktivitas penambangan itu sempat dihentikan sementara.

Tindakan penyegelan setelah Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pihaknya akan mengecek permasalahan keluarganya 20 izin usaha pertambangan (IUP) di Kalimantan Selatan dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di kompleks MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (16/06/2021).

Meski sudah disegel oleh Bareskrim, pada hari Sabtu (17/07/2021), perusahaan tersebut diduga beroperasi lagi dengan berganti nama menjadi PT Damai Mitracendana Abadi, dan menambang di area yang disinyalir sama seperti sebelumnya, di tempat PT Damai Mitra Cendana disegel.

Informasi itu diketahui dari salinan surat yang dikirim oleh Damai Mitracendana Abadi kepada PT Mitra Agro Semesta. Surat tersebut menggunakan cap dan logo Damai Mitracendana Abadi yang diteken oleh Ahmad Yudhistira sebagai direktur utama serta Rakhman Silvika Maksum sebagai kepala teknik tambang.

Saat dicek di sistem administrasi Direktorat Jenderal Mineral Dan Batubara Kementerian ESDM, yaitu Minerba One Data (Modi), nama Damai Mitracendana Abadi tidak terdaftar.

Adapun Mitra Agro Semesta merupakan perusahaan swasta pengelola lahan yang ditunjuk oleh PT Perkebunan Nasional (PTPN) XIII. Di dalam lahan milik PTPN XIII itu terdapat sejumlah perusahaan tambang yang beroperasi, termasuk Damai Mitra Cendana.

“Melalui surat ini kami beri tahukan bahwa kami akan memulai kembali aktivitas operasional pertambangan di wilayah izin usaha pertambangan PT Damai Mitracendana Abadi pada Sabtu (17/07/2021) pagi,” tulis Yudhistira dalam surat itu.

Permasalahan izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional Pangeran Khairul Saleh dalam rapat bersama dengan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (16/06/2021).

Ia menyebut ada puluhan IUP yang bermasalah di Kalsel, salah satunya milik PT Damai Mitra Cendana yang beroperasi di Kabupaten Banjar.

Perusahaan ini, kata dia, berani melakukan eksploitasi mulai dari penambangan hingga pengapalan batu bara tanpa mengantongi dokumen yang sah.

Oleh karena itu, Khairul yang juga mantan Bupati Banjar periode 2005—2015 meminta Kapolri untuk melalukan penindakan.

“Saya minta Kapolri untuk menangkap sindikat pembuat IUP aspal (asli tapi palsu), termasuk perusahaan yang menggunakan dokumen aspal yang sudah bekerja melakukan eksploitasi juga ditangkap,” ujar Khairul dalam rapat kerja tersebut.

Editor: RB. Syafrudin Budiman SIP

0

Suara Indonesia News – Rote Ndao. Polres Rote Ndao menggelar Patroli Berskala Besar dalam rangka mendukung kebijakan Pemerintah Pusat dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) guna mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah hukum Polres Rote Ndao. Sabtu (24/7/2021) pukul 21.45 Wita.

Kegiatan Patroli Skala Besar dilaksanakan sesuai dengan Instruksi dari Kapolri kepada jajarannya untuk melaksanakan Patroli skala Besar dan Bakti sosial pemberian paket sembako kepada masyarakat di masa PPKM. Diharapkan dengan adanya Patroli Skala Besar dan Ops Yustisi dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama masa PPKM serta dapat mendisiplinkan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

Menurut Kabag Humas Polres Rote Ndao Aiptu Anam Nurcahyo, mengatakan Pukul 21.00 WITA, bertempat di depan Pos Penjagaan Polres Rote Ndao dilaksanakan apel pengecekan personil yang melaksanakan Patroli dipimpin langsung oleh Waka Polres Rote Ndao Kompol I Nyoman Surya Wiryawan, S.H., dilanjutkan dengan pemberian APP diantaranya,

Anggota yang melaksanakan patroli ketika berhadapan dengan masyarakat harus bersikap sopan, humanis dan tidak arogan.

Sasaran patroli yakni pusat pusat keramaian jika masih ada masyarakat yang melakukan aktivitas diluar rumah serta berkumpul kumpul dihimbau dengan humanis untuk segera pulang ke rumah.

Turut hadir dalam apel Kabag Sumda Polres Rote Ndao AKP Iskandar Abubakar, Kasat Narkoba Polres Rote Ndao AKP Marthen Balukh, S.H. dan Kasi Propam Polres Rote Ndao IPDA I Gedhe Putu Parwata S.H.

Pukul 21.30 WITA, pembagian regu patroli :

Pelaksanaan patroli dibagi dalam 3 (tiga) regu patroli masing-masing regu dipimpin oleh Perwira Polres Rote Ndao yakni : Regu 1 dipimpin oleh Kabag Sumda Polres Rote Ndao AKP Iskandar Abubakar, Regu 2 dipimpin oleh Kasat Narkoba Polres Rote Ndao IPTU Marthen Balukh, S.H, Regu 3 dipimpin oleh Kasi Propam Polres Rote Ndao IPDA I Gedhe Putu Parwata

Pukul 21.45 WITA, pelaksanaan patroli skala besar start dari Mako Polres Rote Ndao dengan rute melewati pertigaan Utomo – Jalan raya Baa – Pasar Metina – Lapangan Baa – kembali ke Mako Polres Rote Ndao.

Kegiatan Patroli berakhir pukul 23.00 WITA berjalan aman dan lancar. Selama pelaksanaan patroli situasi terpantau kondusif.

menurutnya, Selain melaksanakan patroli skala besar Polres Rote Ndao juga melaksanakan bakti sosial dengan memberikan bantuan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan di wilayah hukum Polres Rote Ndao tidak terdapat gejolak penolakan terhadap PPKM oleh aliansi-aliansi atau kelompok masyarakat. (Dance Henukh)

0

Suara Indonesia News – Gresik. Anggota organisasi kemasyarakatan (ormas), organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek), dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengikuti vaksinasi Covid-19 di Sentra Vaksinasi di Wahana Eksporesi Poesponegoro. Kegiatan tersebut digagas oleh Satuan Intelkam Polres Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto SH.,SIK.,MM., didampingi Kasat Intelkam AKP Nurdianto Wartono SH.,SIK.,MSi., mengatakan pihaknya merangkul seluruh elemen masyarakat untuk segera vaksinasi Covid-19. Termasuk kalangan aktivis dalam ormas, ormek, dan LSM di Kabupaten Gresik.

“Ini juga merupakan program Kabupaten Gresik bahwa vaksinasi untuk semuanya,” ujar AKBP Arief saat meninjau vaksinasi massal, Sabtu (24/7/2021).

Ia mengungkapkan program ini akan terus dilakukannya. Tujuannya agar kekebalan komunal (herd immunity) bisa cepat tercapai.

“Kita terus bersinergi dengan seluruh masyarakat, dengan minimal masyarakat tervaksin 70 persen, harapan kita masyarakat Gresik bisa segera keluar dari pandemi Covid-19,” tambah AKBP Arief.

Usai vaksinasi, sebanyak 130 aktivis ini mendapat bantuan sosial (bansos) berupa beras 5 kilogram. Pembagian ini sebagai upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Bantuan ini semoga bisa sedikit membantu meringankan beban masyarakat ditengah pelaksanaan PPKM darurat,” tutur mantan Kapolres Ponorogo.

Salah satu Ormas Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman (Formagam), Joko mengapresiasi vaksinasi massal ini. Ia berterima kasih karena kini sudah divaksin dan mendapat bansos. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Tuban. Menteri Sosial RI, Dr. (H.C.) Ir. Tri Rismaharini M.T. dan rombongan bertemu dengan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., dan jajaran guna memantau penyaluran sejumlah bantuan sosial (bansos) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Tuban, Sabtu (24/07/2021).

Bertempat di Kantor Pos Tuban, Mensos Tri Risma bersama Mas Bupati menyalurkan bantuan sosial kepada penerima Bantuan Sosial Tunai (BST). Selanjutnya, Mensos Tri Risma dan Mas Bupati bersama rombongan mengunjungi keluarga penerima manfaat Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Program Sembako, dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Sendangharjo Tuban.

Mensos Tri Rismaharini menyampaikan salam dari Presiden Jokowi. Presiden berpesan agar bantuan yang disalurkan dapat membantu mengurangi beban ekonomi masyarakat. Menurutnya, kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat adalah pilihan yang sulit. Karena dengan begitu masyarakat tidak bisa maksimal mencari nafkah. “Bantuan dari Kemensos ini diharapkan bisa mengurangi beban masyarakat,” ungkapnya Mensos Risma.

Lebih lanjut, pemerintah telah menyalurkan berbagai bantuan. Percepatan penyaluran bantuan dimaksudkan membantu masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan meringankan beban keluarga terdampak.

Mensos Risma mengatakan terdapat 3 jenis bantuan yang disalurkan pemerintah pusat melalui Kemensos RI. Pertama, Bantuan Sosial Tunai (BST) yang merupakan bantuan untuk masyarakat terdampak Pandemi Covid-19 senilai 300 ribu per bulan. Kedua, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yaitu bantuan senilai 200 ribu per bulan yang disalurkan melalui Bank Himbara untuk keluarga miskin.

Penerima bantuan ini dapat mendatangi agen yang telah ditunjuk untuk mencairkan bantuannya dalam bentuk bahan pangan seperti beras, telur, maupun lainnya. Ketiga, Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat dengan memenuhi persyaratan tertentu. “Jenis manfaat yang diterima tiap KPM pada bantuan PKH berbeda sesuai dengan kondisi tiap penerima,” sambungnya.

Mensos Risma menambahkan pemerintah melalui Bulog juga mulai menyalurkan bantuan beras kemasan 5 kg sebanyak 3000 paket. Penyaluran dilimpahkan sepenuhnya kepada daerah  Dengan pertimbangan Bupati/Wali Kota lebih paham masyarakat di wilayahnya yang membutuhkan, dan belum pernah mendapatkan bansos apapun, atau masyarakat yang saat ini terdampak akibat adanya kebijakan PPKM Darurat maupun level 4.

Mantan Walikota Surabaya ini mengajak seluruh masyarakat untuk bergotong-royong menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Penanggulangan pandemi Covid-19 perlu didukung semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, swasta, bahkan masyarakat umum. Cara untuk memutus penyebaran Covid-19 dengan berdisiplin menerapkan protokol kesehatan. “Dengan demikian mampu mencegah penularan Covid-19 kepada diri sendiri dan orang lain,” serunya.

Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyatakan bantuan sosial dari Kemensos telah tersalur secara bertahap kepada masyarakat yang menerima. “Bantuan dari Kemensos sangat berarti bagi masyarakat di tengah pembatasan kegiatan. Kami ucapkan terima kasih,” tuturnya.

Bantuan beras dan bantuan sosial yang diterima masyarakat merupakan bagian dari kebijakan pemerintah mengurangi beban masyarakat selama PPKM.

Mas Bupati menegaskan akan terus melakukan evaluasi terkait penyaluran Bansos agar tepat sasaran dan sesuai aturan dari pemerintah. Tidak hanya itu, pihaknya akan segera  turun ke desa-desa guna mengecek secara langsung proses penyaluran bantuan  sosial  kepada KPM, serta secara intensif melaksanakan koordinasi dengan seluruh pihak. “Kroscek secara langsung kelapangan menjadi poin penting agar tidak terjadi kerancuan data,” tandasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinsos P3A Tuban, data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) sebanyak 40.083 KPM, Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 53.117 KPM, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Program Sembako 80.349 KPM, dan Bantuan Sosial Beras (BSB) sebanyak 3.000 KPM masyarakat miskin terdampak Covid. (Hari R)