0

Suara Indonesia News – Tanjungbalai. Dalam rangka mendukung percepatan penekanan penyebaran covid-19, Polres Tanjungbalai kembali melanjutkan pelaksanaan vaksinasi massal covid-19, pada Sabtu 24/7/2021 Pukul 09.00 Wib di gerai vaksinasi presisi Polres Tanjungbalai dan Puskesmas se Kota Tanjungbalai.

Untuk memastikan pelaksanaan vaksinasi massal dalam keadaan aman dan lancar sesuai protokol kesehatan, Kapolres Tanjungbalai AKBP Triyadi yang didampingi Kasat Lantas meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Puskesmas yang dikunjungi, Kapolres Tanjungbalai menyempatkan diri berbincang kepada warga yang di vaksin dan menyampaikan agar tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Kepada vaksinator yang melaksanakan kegiatan seperti di gerai vaksinasi presisi Polres Tanjungbalai Kapolres juga menyampaikan “Vaksinator dalam pelaksanaan vaksin tetap menjaga kesehatan dan berikan himbauan kepada warga yang telah di vaksin, meskipun mereka telah di vaksin harus tetap melaksanakan protokol kesehatan seperti melaksanakan 5M yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas. Vaksin adalah tambahan anti bodi untuk daya tahan tubuh agar tidak mudah tertular Covid-19,” Kata AKBP Triyadi.

“Personil Polri yang bertugas melakukan pengamanan di lokasi pelaksanaan vaksin agar mengarahkan dan mengingatkan warga masyarakat yang akan divaksin tetap mematuhi protokol kesehatan, jaga kesehatan dan laksanakan tugas dengan ikhlas serta jadikan tugas kita sebagai ladang amal ibadah,” Pungkasnya. (Taufik H)

0

Suara Indonesia News – Pekanbaru. Buk Wati, penjual jambu di pinggir Jalan Soekarno-Hatta (Jalan Arengka, red) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau tak pernah menyangka bakal bertemu orang nomor satu di kepolisian daerah (Polda) Riau, yakni Irjen Agung Setya Imam Effendi dilokasi berdagangnya. Wanita yang sudah tidak memiliki suami ini pun sontak kaget, begitu tahu iring-iringan jenderal bintang dua tersebut menepi dan menghampirinya.

Perempuan yang berusia 65 tahun ini kebingungan, melihat beberapa polisi berseragam turun dari kendaraan dinas. Ketika itu dirinya sedang mengaji (Membaca Alquran, red) sembari berharap ada orang yang melintas berhenti membeli dagangannya. Apalagi hari sudah tengah malam, tepatnya pukul 23.00 WIB dihari Jumat (23/7/2021).

Bu Wati bergegas berdiri menyambut, namun langkahnya kalah cepat dengan Kapolda Riau Irjen Agung yang sejurus kemudian sudah berada di hadapannya.

“Enggak apa-apa buk, dilanjutkan mengajinya, saya temani,” tutur ramah mantan Deputi Bidang Intelijen Siber BIN itu. Kebetulan, Irjen Agung melintas di sana disela memimpin personelnya dalam patroli skala besar sekaligus membagikan 800 paket Sembako yang ditujukan bagi warga kota Pekanbaru, Jumat malam.

Bu Wati sendiri sudah lumayan lama berjualan di pinggir Jalan Arengka 1, tak jauh dari RS Eka Hospital menjual apa yang ada, semisal jambu, pisang hingga jagung. Walau tak banyak pembeli setidaknya ada usaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi tengah kondisi Covid-19 saat ini, omsetnya jelas menurun sama seperti masyarakat lainnya.

“Saya tnggal di Panam pak, pakai sepeda ini berjualan,” kisahnya sambil menunjuk ke sepeda usang yang setia menemaninya. Di Panam, Bu Wati tinggal bersama saudara angkat. Meski tidak memiliki buah hati, namun ia memiliki beberapa orang anak angkat, sedangkan suaminya sudah tidak ada.

“Kalau pendapatan sehari-hari tak menentu, kadang ada kadang tidak,” sambungnya.

Mendengar cerita itu, Irjen Agung pun mencoba menguatkan. Lantas Kapolda Riau berdiri sambil melihat-lihat dagangan yang dijual Buk Wati.

“Buk, saya borong semuanya ya, ini kan sudah malam, sudah jam 11, biar setelah ini ibu bisa pulang ke rumah,” timpal jenderal bintang dua tersebut.

Sontak Bu Wati bahagia. Raut wajahnya pun berubah seketika. Kapolda Riau bergegas mengambil uang lalu memberikan ke tangan Bu Wati.

“Semoga ibu sehat selalu, didoakan agar semuanya sehat ya buk, dan ini mohon diterima (uang) ya buk,” harap Irjen Agung.

“Alhamdulillah pak, mudah-mudahan murah rejeki dan berkah, terimakasih pak, Alhamdulillah,” ungkap Buk Wati penuh syukur.

Puluhan plastik berisi jambu yang dijual bu Wati pun diborong habis. Bahkan polisi turut membantu mengemasi barang-barang untuk dinaikkan ke keranjang yang ditaruh pada sepeda. Tak cuma itu, Kapolda Riau juga memberikan bantuan paket lengkap berisi Sembako kepadanya.

Irien Agung mengatakan, Sembako yang disalurkan jajarannya merupakan bentuk gotong royong dalam upaya membantu masyarakat, apalagi di tengah kesulitan menghadapi pandemi Covid-19. Tak cuma Polda Riau, seluruh jajaran Polres ditiap kabupaten juga melakukan hal yang sama, dengan total 2.655 paket Sembako yang ditujukan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kita ingin membantu masyarakat. Kami merasakan, ini saatnya kita semua bergandengan tangan saling membantu. Sekecil apapun bantuan pasti akan bermanfaat. Bergotong royong bagaimana bisa saling mengisi, menjaga agar semuanya tetap baik, menjaga harmoni, ini spirit bagi Riau membuat semuanya punya harapan,” singkatnya.

Untuk diketahui, setakat ini Kota Pekanbaru menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) pada level III. Ini lantaran masih cukup tingginya angka penyebaran Virus Corona di ibukota Provinsi Riau tersebut. Bahkan dalam patroli skala besarnya, Kapolda Riau juga memberikan imbauan agar warganya tidak kendor dalam penerapan protokol kesehatan, hingga menggelorakan vaksinasi untuk memperkuat herd immunity atau kekebalan kelompok. (Mus)

0

Suara Indonesia News – Gresik. Berupaya untuk membantu masyarakat yang berada di wilayah Teritorialnya, Kodim 0817/Gresik maksimalkan Pendistribusian Bansos Beras bantuan dari Pemerintah kepada masyarakat terdampak Covid 19 dimasa PPKM Level 4, di beberapa lokasi Fasilitas umum diantaranya Terminal Buder pada Sabtu (24/7/2021).

Kali ini sasaran penerima bantuan sembako adalah para supir angkutan umum dan tukang becak serta masyarakat sekitar lainnya. 5.240 Kg rencanannya akan terdistribusikan secara merata dan dipastikan tepat saran. Dalam kesempatan yang sama kepada masyarakat penerima bantuan, Personil Kodim 0817Gresik turut menyampaikan untuk tetap menjaga kesehatan dan mematuhi ptotokol kesehatan secara disiplin.

Uniknya, dalam Proses pendistribusian bantuan tersebut, turut pula satu-satunya Prajurit wanita (Kowad) yang berdinas di Kodim 0817/Gresik yaitu Serka Kowad Izza Elmy, dirinya merasakan bahwa dimasa pandemi banyak masyarakat yang merasakan dampak secara signifikan dalam hal perekonomian untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Dalam situasi seperti ini, memang masyarakat merasakan dampak yang luar biasa. terlebih masyarakat yang kurang mampu. Kami berharap dengan bantuan yang telah diberikan dapat membantu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan semoga bisa berkah.” ucap Serka Kowad Izza Elmy. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Sidoarjo. Forkopimda Jawa Timur, melakukan pengecekan pelaksanaan vaksinasi berbasis pekerja atau buruh, di PT. Integra Indocabinet Tbk, Jalan Raya Betro Sedati, Sidoarjo, pada Sabtu (24/7/2021).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, dan Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, turun mengecek langsung pelaksanaan serbuan vaksinasi kepada para pekerja atau buruh di kawasan Sedati, Sidoarjo.

“Jadi teman-teman hari ini kita mengecek vaksinasi berbasis karyawan atau buruh di PT Integra yang kita harapkan bahwa kita bisa menyisir semaksimal mungkin segmen-segmen yang kita harapkan bisa menjadi penguatan terwujudnya Herd immunity,” tandasnya Gubernur Jatim Khofifah usai meninjau jalannya vaksinasi bersama Pangdam dan Kapolda Jatim.

Jadi basis sekolah kita maksimalkan, basis perusahaan kita maksimalkan, dan basis perguruan tinggi. Harapannya adalah seluruh segmen ini akan saling menjadi penguatan bagaimana bisa segera kita wujudkan.

Khofifah juga mengatakan, peran serta Jurnalis menjadi sangat penting untuk terus menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat.

“Ayo segera akses tempat vaksin terdekat. Meskipun sudah divaksin tetap jaga protokol kesehatan,” ajak Gubernur Jatim kepada masyarakat untuk bervaksin.

Sementara untuk ketersediaan vaksin, Gubernur Jatim mengatakan tidak pernah menyimpan lama, pasalnya vaksin yang dikirim dari pusat langsung dihabiskan.

“Jadi seminggu rata-rata dua kali. Ini kan baru tadi malam, dini hari sampai. Yang penting begitu sampai habiskan, sampai habiskan. Pesan arahan pak Presiden demikian, jadi kapan vaksin datang habiskan, maksimalkan untuk bisa melakukan perluasan dan percepatan vaksinasi,” tambahnya.

“Dengan kebersamaan, sinergitas yang luar biasa, maka alhamdulillah dari mulai 14 Januari yang lalu, vaksinasi pertama sampai dengan hari ini, penggunaan dosis vaksin tertinggi di Indonesia, selalu Jawa Timur. Itu artinya sinergitas yang terbangun luar biasa,” pungkasnya Gubernur Jatim dihadapan awak media. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Banda Aceh. Berdasarkan instruksi dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polda Aceh beserta Polres jajarannya secara serentak membagikan bantuan sosial (Bansos) berupa sembako kepada masyarakat, Jum’at malam (23/7/2021).

“Bansos tersebut dibagikan dalam patroli berskala besar yang juga dilakukan secara serentak oleh Polres jajaran Polda Aceh,” ungkap Karo Ops Polda Aceh Kombes. Pol. Drs. H. Agus Sarjito saat memimpin pembagian Bansos tersebut.

Agus mengungkapkan, patroli skala besar yang disertai pembagian Bansos tersebut bertujuan untuk memberikan rasa aman dan meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Penyalurkan Bansos tersebut diutamakan kepada masyarakat yang paling terdampak ekonominya, seperti tukang becak, pedagang kaki lima, dan buruh lainnya.

Adapun total paket bantuan sosial yang dibagikan Polda Aceh beserta jajaran berjumlah 2.275 paket. Namun, pembagian bantuan tersebut akan terus dilaksanakan untuk meringankan beban masyarakat pada masa pandemi.

“Semua upaya yang kami lakukan ini demi keselamatan masyarakat dan semoga apa yang kami lakukan ini menjadi ladang amal ibadah untuk kita semua serta dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19,” ucap Agus.

Dalam melakukan patroli skala besar yang disertai pembagian bansos, Agus juga ikut menyampaikan agar seluruh jajaran untuk tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.

“Tetap kedepankan pendekatan humanis. Mudah-mudahan pandemi ini segera berlalu dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasanya,” harap Agus saat mengakhiri keterangannya.

Reporter M. Rizal

0

Suara Indonesia News – Kota Bandung. Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa sembako dan uang tunai Rp400 ribu kepada seniman dan budayawan yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Penyaluran perdana dilakukan di Sanggar Olah Seni, Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Jumat (23/7/2021). Penyerahan bantuan Provinsi Jabar diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Dedi Taufik kepada Tisna Sanjaya.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyaksikan penyerahan ratusan paket sembako via konferensi video.  Dalam kesempatan itu, Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– menyampaikan bahwa kondisi pandemi dan kenaikan kasus COVID-19 yang terjadi bulan ini membuat situasi makin sulit.

“Kawan seniman dan budayawan yang saya cintai, situasi memang sangat sulit buat semua orang. Saya juga sedih, karena pilihannya itu tidak ada yang ideal. Jadi situasi ini sulit di berbagai level. Di satu sisi kawan rumah sakit akan kolaps. Suatu nilai kemanusiaan yang tentunya tidak ingin kita lihat,” katanya.

“Tapi di sisi lain dengan PPKM Darurat ini juga mengurangi membatasi interaksi sosial dan ekonomi. Jadi buah simalakama. Kira-kira begitu, ibaratnya dari kiri buaya dari kanan singa. Jadi pilihannya tentu tidak mudah,” imbuhnya.

Beragam upaya yang dilakukan untuk memperbaiki sektor kesehatan sudah mulai berjalan. Tingkat keterisian rumah sakit untuk pasien COVID-19 sudah turun dari 90 persen menuju 75 persen.

Maka dari itu, bersamaan dengan upaya penurunan di sektor kesehatan, Kang Emil pun membagi konsentrasi dengan membantu masyarakat terdampak secara ekonomi, khususnya kategori masyarakat atau profesi yang tidak terdaftar dalam data penerima bantuan pemerintah.

“Kita bisa membantu kehidupan para seniman dan budayawan. Bentuk bantuannya pangan sembako dan juga ada uang tunai. Mudah-mudahan ini bisa membantu mengurangi beban dari para seniman dan budayawan,” kata Kang Emil.

“Di masa sulit ini kita harus saling menguatkan, mendoakan, pilihan-pilihannya tidak mudah tapi intinya urusan keselamatan nyawa tentu harus kita utamakan dan ada keputusan-keputusan yang harus didahulukan mungkin tidak nyaman dan tidak ideal. Pak Dedi Taufik tolong dimonitor lagi mana-mana yang belum tersisir oleh upaya yang dilakukan hari ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Jabar Dedi Taufik menjelaskan, berdasarkan data per 2020, total yang terdampak di sektor industri pariwisata dan budaya sebanyak 65 ribu jiwa. Dari angka itu, 15 ribu jiwa di antaranya adalah seniman dan budayawan. Jumlah ini ia sebut bisa bertambah. Maka, pendataan terus dilakukan.

“Saya ditugaskan Pak Gubernur, coba mencarikan solusi. Salah saatunya memberikan bantuan. Ini sudah dimulai, hari ini ada 399 seniman dan budayawan yang mendapatkan sembako dan uang dari Pemprov Jabar,” ucap Dedi.

Selain bantuan sembako dan uang tunai hingga pendataan, Disparbud Jabar pun menyiapkan langkah pemulihan ekonomi. Salah satunya, memfasilitasi kesenian dan karya para seniman serta budayawan dalam sebuah medium digital. Anggaran yang disiapkan Rp3 miliar.

Kemudian, pihaknya segera menyiapkan ruang publik untuk seniman dan budayawan, termasuk promosi pariwisata secara terintegrasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

“Ini semua sedang berproses. Termasuk untuk company (perusahaan) industri pariwisata yang lain, seperti relaksasi, penundaan pajak dan diskon listrik hingga air. Itu salah satu keinginan asosiasi. Semuanya sedang berproses,” ucap Dedi.

Di tempat yang sama, salah seorang tokoh seniman di Jabar, Tisna Sanjaya menilai bantuan ini merupakan kewajiban dari pemerintah yang harus diapresiasi. Ia berharap, sasaran bantuan para pelaku seni dan budaya terus bertambah serta meluas.

“Jangan dilihat besar kecilnya bantuan, tapi lihat niat dan solusi dari pihak pemerintah itu sudah lebih dari apapun. Alhamdulilah, hatur nuhun ka kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) dan Pemprov Jabar. Mudah-mudahan bantuan bisa diberikan secara adil, semua dapat. Mudah-mudhan diikuti juga oleh pemprov lain, pemkot pemkab. Karena ini memang sangat penting,” ucap Tisna.

Tisna memastikan, proses berkarya para pelaku seni dan budaya tidak berubah meski di tengah pandemi.

“Yang saya tahu, seniman yang sungguh-sungguh berkarya di masa covid atau sebelum covid itu terus berkarya, mencipta membuat inovasi, memunculkan karya estetik artistik dari masa yang sulit ini, banyak artefak, hasil karyanya di masa pandemi,” kata dia.

“Yang dilihat itu justru situasi seperti publik menunggu apa karya yang akan dibuat. Dan saya yakin, solidaritas berupa pemberian bantuan ini bukan hanya untuk seniman budayawan saja, tapi menyasar (masyarakat yang terdampak) yang lain juga,” pungkasnya. (Sendi)

0

Suara Indonesia News – Duri. Peralihan Blok Rokan dari Chevron ke Pertamina Hulu Rokan (PHR) jadi pembicaraan hangat dikalangan masyarakat Kabupaten Bengkalis termasuk Pengacara nasional Elida Netty, S.H., M.H., CPLC dan bung Zumar Al Azmi sebagai Praktisi dalam bidang perminyakan. Maka pada Jum’at 23 Juli 2021 di Jl. Mawar, tepatnya di Kantor Hukum Elida Netty, S.H., M.H., CPLC. dilakukan konfrensi pers untuk membedah peralihan Chevron dengan Pertamina terkait dengan Blok Rokan.

Hadir dalam konfrensi pers antara Elida Netty, S.H., M.H., CPLC. Juga Zumar Al Azmi dari kalangan awak media hadir dengan jumlah puluhan orang, dari media online maupun media cetak di provinsi Riau.

Elida Netty, S.H., M.H., CPLC yang berprofesi sebagai pengacara ini menyoroti dari sisi hukum dan undang-undang otonomi daerah, undang-undang no. 32 tahun 2004, sebagaimana telah diamandemen dengan undang-undang No. 12 tahun 2008 tentang Pemerintah Daerah, defenisi atau arti otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintah dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dijelaskan Elida Netty, dari defenisi otonomi sudah jelas, bagaimanapun terkait dengan Blok Rokan harus ada Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemerintah daerah, karena otoritas semua berada di Pemerintah Daerah.Yang jadi pertanyaan, bagaimana Pemerintah Daerah itu sendiri menyikapi. Sudahkan ada gebrakan pemerintah daerah demi kesejahteraan masyarakat.

Khususnya di Kabupaten Bengkalis, karena Kabupaten Bengkalis adalah salah satu termasuk wilayah dari yang akan diserahterimakan”. Jelas Elida Netty, S.H., M.H., CPLC.

Ditambahkan, Kesempatan ini menjadikan momentum untuk daerah tidak menjadi penonton lagi. Pemerintah daerah harus lebih jeli dan intensif untuk melakukan negosiasi dengan para pengatur kebijakan. Papar Elida Netty, S.H., M.H., CPLC. kepada awak media.

“Apalagi kalau kita berbicara asset. Asset yang dimiliki oleh Chevron, khususnya pumping unit yang selama ini telah mengisi pundi-pundi dalam percaturan dunia migas. Ini adalah murni milik daerah, karena ladang minyak yang selama ini berada di daerah kita di Kabupaten Bengkalis. Yang menjadi pertanyaan, mau dikemanakan ini asset?. Jelas, asset ini adalah milik daerah, hanya saja karena nantinya ada yang mengelola, maka diserahkan oleh pengelola dalam hal ini adalah Pertamina. Tentu harus ada landasan hukum untuk serah terima seluruh asset yang ada. Maka dilakukanlah penandatanganan MoU seperti yang saya sudah jelaskan diatas,” sebutnya.

“Sekali lagi sudah ada rencana yang matangkah pemerintah daerah dalam hal ini Kabupaten Bengkalis?. Saatnya kita harus mengawal ini semua. Maukah masyarakat jadi penton lagi di

“BLOK ROKAN” seperti cerita lama?. Ironis jika ini terjadi.” Jelas Elida Netty, S.H., M.H., CPLC.Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis harus transparan kepada masyarkat. Dan ini jika

dilakuakn secara bersama-sama dengan masyarakat, akan lebih hebat dari Kabupaten Kutai Kartanegara yang Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Berkeadilan,” ujarnya mencontohkan.

Elida Netty, S.H., M.H., CPLC. menekankan, ada 2 item yang memang harus diperhatikan, Pertama Asset yang berkedudukan jelas di Kabupaten Bengkalis dan diatur secara gamblang dengan undang-undang otonomi daerah undang-undang No. 32 tahun 2004:

Pemerintahan Daerah (Pemda) a.Sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pemerintah daerah berwenang untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.

Ke Dua, Legal Standing yang dibuat Pemerintah Kabupaten Bengkalis harus jelas dan nyata, agar masyarakat dapat melihat dengan gamblang dan dapat mensejahterakan masyarakat secara keseluruhan. Dan jangan ada yang ditutup tutupi. Pemerintah Bengkalis harus terbuka jangan ada yang ditutup tutupi.

Ke Tiga, Cost Recovery. Karena Chevron adalah sebagai Kontraktor, tentunya Cost Recovery harus ada. Bagaimana Pemkab Bengkalis sendiri menyikapi Dana Recovery ini.

Saya Elida Netty, S.H., M.H., CPLC. mengajak kepada seluruh elemen, agar kita menyatukan visi dan misi guna tercapainya semua ini. Jika semua ini sudah terakomodir, maka Business to Business akan berjalan sesuai dengan harapan. Dan akan membawa kemakmuran seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Bengkalis, khususnya di Kecamatan Mandau. Dengan kurang lebih 7 ribu pumping unit yang masih normal dari 15000 di Mandau,

Saya yakin dan percaya akan membawa kemakmuran bagi masyarakatnya. Dan Kabupaten Bengkalis akan menjadi kabupaten yang diperhitungkan seperti Kabupaten Kutai Kartanegara yang Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Berkeadilan.

Berbeda dengan Zumar Al Azmi sebagai Praktisi dalam bidang perminyakan di Provinsi Riau yang berdomisili di Kabupaten Bengkalis. Ia menyoroti permasalahan ini dari sisi sosial terkait dengan akan dilakukannya peralihan antara Chevron dengan Pertamina pada tanggal 8 Agustus 2021 dan MoU akan dilaksanakan pada tangal 9 Agustus 2021 yang tinggal menghitung hari.

“Masyarakat seolah berpacu dengan waktu untuk membicarakan segala permasalahan yang nantinya ditimbulkan setelah serah terima. Kita harus melakukan negosiasi dan membicarakan permasalah ini dengan segala cara tentunya dengan cara yang beretika”, ujarnya.

“Bagaimana nantinya Pertamina Hulu Rokan (PHR) memandang masyarakat di lingkungan explorasi ini, khususnya di Kabupaten Bengkalis. Mau pemerintah sudah jelas, namun kesepakatan dengan Lembaga Adat belum ada”, imbuhnya. (Mus)

0

Suara Indonesia News –  Cirebon. Polsek Klangenan dalam rangka HUT Bhayangkara menggelar vaksinasi dosis ke dua di wilayah hukum Polsek Klangenan guna menekan penyebaran virus covid 19 di wilayah hukum Polresta Cirebon khusus nya di wilayah hukum Polsek Klangenan berjalan lancar dan antusias warga yang tinggi.

Kegiatan di hadiri oleh Muspika wilayah hukum Polsek Klangenan, Kapolsek Klangenan AKP. Ade Subandi, SH, Danramil Klangenan Kapten. Arh. Jumadi, Camat Klangenan Drs. Dedi Susilo.MM dan Camat Jamblang Tarsidi, serta masyarakat kecamatan Klangenan dan Jamblang yang akan di Vaksin.

Antusiasme masyarakat akhir – akhir ini meningkat drastis terutama masyarakat di wilayah hukum nya ujar Kapolsek Klangenan AKP. Ade Subandi, SH.

Puskesmas Bango Dua Klangenan sebagai salah satu tempat kegiatan vaksinasi covid 19, Kepala Puskesmas Bango Dua Etin. S.mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi masyarakat kecamatan Klangenan guna menekan penyebaran virus covid 19. khususnya di kecamatan Klangenan, serta menambah imun tubuh serta meminimalisir dampak dari terpapar virus covid 19. Imbuh nya. (Sendi)