0

Suara Indonesia News – Kabupaten Cirebon. Jajaran Polresta Cirebon mendistribusikan ribuan paket bantuan sembako kepada masyarakat Kabupaten Cirebon yang terdampak PPKM Level IV, Jumat (23/7/2021). Bantuan sembako tersebut berasal dari Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, S.I.K, M.H, secara simbolis melepas pendistribusian sembako terebut di lobi Mapolresta Cirebon. Bahkan, Arif juga membagikan langsung bantuan itu kepada masyarakat di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Arif menyampaikan, bantuan itu didistribusikan kepada masyarakat melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Sasaran bantuan tersebut ialah kelompok masyarakat terdampak pandemi Covid-19 seperti pekerja informal yang berada di kawasan slum area.

“Bantuan yang diberikan berupa beras 5 kilogram. Kami juga melibatkan TNI, mahasiswa UMC, dan unsur lainnya dalam pendistribusian bantuan ini,” kata Kombes Pol Arif Budiman, S.I.K, M.H.

Pihaknya sengaja mengajak seluruh elemen dalam pendistribusian sembako tersebut agar terbangun rasa pedulian terhadap sesama di masyarakat. Totalnya ada 1300 paket sembako yang akan didistribusikan ke 363 desa di wilayah hukum Polresta Cirebon.

Ia mengatakan, bantuan tersebut juga disalurkan kepada para pedagang pasar. Seperti kali ini, pihaknya membagikan bantuan sembako kepada pedagang Pasar Sampiran. Arif mengelilingi pasar tersebut dan mendatangi kios-kios pedagang kemudian memberikan bantuan sembako.

“Kegiatan ini bertujuan membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak PPKM Level IV dan membangkitkan semangat kepedulian. Sehingga masyarakat Kabupaten saling membantu sesama, khususnya kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Kombes Pol Arif Budiman, S.I.K, M.H.

Selain itu, diharapkan kegiatan tersebut dapat menginspirasi pihak lain untuk turut berbagi dengan orang-orang sekitarnya. Jika kegiatan semacam itu diikuti instansi atau tokoh masyarakat lainnya maka semangat kepedulian dan kebersamaan menjadi sebuah komitmen di Kabupaten Cirebon. (Hatta)

0

Suara Indonesia News – Gresik. Tambang tanah uruk di Desa Jatirembe dan Desa Jatiroboh, Kecamatan Benjeng digerebek Polisi lantaran nekat beroperasi tanpa mengantongi izin.

Sat Reskrim Polres Gresik melakukan penggerebekan di dua lokasi berbeda dalam waktu yang bersamaan, keduanya sama-sama ilegal mining (penambangan ilegal), Kamis (22/7/2021).

Galian C ilegal ini beroperasi sejak dua pekan yang lalu. Kedua tambang ilegal ini mampu menghasilkan Rp 1.900.000 per hari atau 38 rit dalam satu harinya. Angka tersebut terbilang dalam kondisi sepi karena pandemi Covid-19.

Tambang ilegal itu berada di area persawahan Desa Jatirembe dan Desa Jatiroboh. Saat itu Unit Pidter Sat Reskrim Polres Gresik dipimpin Iptu Suparlan, SH melakukan penggerebekan ketika alat berat sedang bekerja.

Petugas memergoki excavator mengisi material tanah kedalam truk. Kemudian mengamankan 7 unit dump truk, 2 unit excavator beserta surat-surat dan nota disita lalu dibawa ke Mapolres Gresik sebagai barang bukti.

Belakangan diketahui pemilik kedua tambang ilegal itu adalah inisial M dan K. Entah apa yang membuat keduanya hingga berani berbuat melanggar hukum.

Kini M dan K disangkakan pasal 158 jo pasal 35 Undang-undang RI nomor 03 tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batubara.

“Kegiatan ini adalah penertiban galian ilegal atau ilegal mining. Yang jelas-jelas perbuatan melanggar hukum dan merusak alam sekitar.” ungkap Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, SH, SIK, MM ketika dikonfirmasi.

Menurutnya, pembelinya adalah daerah-daerah yang membutuhkan urukan tanah.

“Kedua pelaku kini masih menjalani proses penyidikan guna pengembangan kasus. Dan lokasi tambang ilegal langsung kami police line,” pungkasnya. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Lumajang. Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si turun langsung menyalurkan bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak pandemi Covid-19 di Dusun Kebondeli Selatan, Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, Jum’at (23/7/2021).

Dengan berjalan kaki menyeberangi sungai Kebondeli yang merupakan aliran lahar dingin gunung Semeru, Kapolres bersama anggotanya menyalurkan bantuan sosial berupa beras @5 kg untuk warga terdampak pandemi Covid-19.

 

Penyerahan bantuan pertama dilakukan Kapolres di Kampung Jobong RT 05, Dusun Kebondeli Selatan kemudian kedua Kampung Kajar Kosong RT 5, Dusun Kebondeli Selatan, Kecamatan Sumberwuluh, kecamatan Candipuro.

“Sebanyak 150 paket atau 750 kg beras kita salurkan kepada warga yang terdampak Covid-19 dan PPKM Darurat,” kata Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno.

Ia menyampaikan, Polres Lumajang melaksanakan  bakti sosial menyurkan bansos dari pemerintah, dusun Kebondeli Selatan, Kecamatan Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

“Wilayahnya sangat terisolir jadi kita mencoba menyentuh perjalanan lumayan sulit menuju ke lokasi untuk menyalurkan bantuan ke warga terdampak Covid-19,” terang Eka Yekti.

Sementara itu, Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta mengatakan, sebanyak 150 paket atau 750 kg baksos berisi beras dari pemerintah yang disalurkan merupakan salah satu bentuk kepedulian institusi Polri khususnya Polres Lumajang kepada masyarakat kurang mampu  yang terdampak Covid-19 di wilayaj terisolir.

“Kami mengharapkan dengan adanya bansos ini  dapat membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu di tengah pandemi Covid-19 dan perekonomian masyarakat sedikit demi sedikit bisa tumbuh dengan baik,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Kata Ipda Andrias Shinta, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi anjuran pemerintah tentang protokol kesehatan, guna pencegahan dan penyebaran Virus Corona.

“Untuk memutuskan mata rantai Covid-19,  masyarakat untuk tetap patuhi protokol kesehatan, diantaranya, selalu menggunakan masker dengan benar saat berada diluar rumah dan mencuci tangan menggunakan sabun dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan,” pintanya. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Surabaya. Beredarnya berita soal dugaan oksigen palsu di Tulungagung, Jawa Timur. Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Farman, bersama Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, pada Jumat (23/7/2021) padi, merilis dan mengklarifikasi adanya berita tersebut.

“Hari ini dilakukan pres rilis terkait adanya dugaan tabung oksigen palsu yang terjadi di Tulungagung, Jawa Timur. Barang bukti yang diamankan ada tabung gas ukuran enam meter kubik dan tabung gas satu meter kubik,” kata Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Jum’at (23/7/2021) pagi.

Sementara itu, Kombes Pol Farman, Dirreskrimsus polda jatim menjelaskan, bahwa kemarin ada berita viral adanya dugaan oksigen palsu. Tim dari satreskrim Polres Tulungagung, satreskrim Polres Pacitan dan di back up Ditreskrimsus Polda Jatim sudah melakukan penyelidikan.

Diawali dari kejadian tanggal 17 Juli, dimana saat itu di Pacitan terjadi kelangkaan tabung oksigen. Sehingga untuk mengatasi kelangkaan tabung oksigen di pacitan. Maka kompresor yang ada di BPBD yang selama ini digunakan untuk mengisi tangki selam dapat digunakan untuk penanganan pertama pasien.

Dari kesepakatan pada tanggal 17 Juli, BPBD mengisi enam dan 32 tangki ukuran satu meter kubik. Kemudian dari tangki ukuran enam meter kubik, salah satunya dibawa ke tulungagung yang selanjutnya digunakan oleh Rifai penjual ikan untuk diisi ke splastik yang menyebabkan ikan koi mati.

“Setelah dilakukan pengecekan, bahwa dalam tangki tersebut ada kandungan oksigen dengan kadar 21,13 dan yang satu lagi 22,68. Artinya bahwa tabung oksigen atau oksigen dalam tabung oksigen tersebut bukan oksigen palsu,” jelas Kombes Pol Farman.

“Namun kadar oksigen yang ada didalam tabung ukuran enam meter kubik tersebut yang digunakan untuk ikan koi tidak memenuhi standard 99,5 persen yang digunakan untuk medis,” tambahnya.

Biasanya para petani ikan koi biasanya dalam mengirim ikan itu menggunakan oksigen yang digunakan untuk medis dengan kadar 99,5. Sehingga menyebabkan ikan tersebut mati lemas. Karena harusnya kadar oksigen yang digunakan 99,5, namun faktanya yang dimasukkan dalam splastik  itu oksigen dengan kadar 22,68.

“Hasil dari penyelidikan di BPBD Pacitan, dari 32 plus lima tabung besar yang sudah diisi di BPBD. Sudah digunakan di RSUD maupun di Puskesmas,” urainya.

Apakah ada dampak? Setelah dilakukan pemeriksaan baik dari RSUD dan Puskesmas terhadap pasien yang menggunakan 32 plus lima tabung oksigen berisi 21 sampai 22 persen tidak ada yang berdampak. Karena tabung tersebut masih berisi oksigen meski kadarnya tidak sesuai dengan ketentuan medis yakni 99,5.

Faktanya dalam kegiatan defing dalam tangki masih ada kandungan oksigen 21 sampai 25 dimana kandungan Nitrogen nya lebih banyak.

“Sekali lagi kami jelaskan, bahwa tidak ada oksigen palsu yang beredar di Tulungagung. Namun yang digunakan di tulungagung untuk ikan yakni dengan kadar 21 dan 22 persen sehingga membuat ikan koi mati,” pungkasnya.

Sementara itu dari penyelidikan yang sudah dilakukan, bahwa belum ditemukan adanya niat jahat dari BPBD yang mengisi oksigen. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Jakarta. Syafrudin Budiman SIP Ketua Umum DPP Partai UKM Indonesia mengucapkan belasungkawa dan turut berdukacita atas meninggalkannya ekonom senior Christianto Wibisono atau Oey Kian Kok. Pria yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, 10 April 1945 – meninggal di Jakarta, 22 Juli 2021 (76 tahun) ini adalah sosok ekonom yang hebat.

Kata Gus Din sapaan akrab Syafrudin Budiman, begawan ekonomi ini juga adalah reformis yang banyak melahirkan pemikiran dan harapan tentang ekonomi Indonesia kedepan. Christianto Wibisono adalah seorang analis bisnis terkemuka di Indonesia dan pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) 1980.

“Beliau (red-Christianto Wibisono) adalah guru saya dalam pandangan ekonomi modern. Khususnya bagaimana membawa bangsa Indonesia menjadi negara kesejahteraan yang memenuhi hak-hak sosial masyarakat. Selamat Jalan Pak Christianto,” kata Gus Din melalui rilis media di Jakarta, Jumat (23/07/2021).

Menurut Gus Din sang intelektual muda ini, awal karier Christianto Wibisono adalah menjadi penulis di surat kabar yang diterbitkan oleh Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI) bernama Harian KAMI, yang terbit perdana 18 Juni 1966. Selanjutnya, pada tahun 1971, bersama Gunawan Muhammad, ia juga turut menjadi pendiri mingguan Ekspres yang kemudian menjadi cikal bakal majalah Tempo.

Katanya, Christianto Wibisono pada 1974 kembali ke kampus menyelesaikan studi S2 di FISIP UI 1978. Menjadi Asisten Pribadi Wakil Presiden Adam Malik 1978-1983 khusus masalah Dialog Utara Selatan. Ketika Adam Malik menjadi anggota Komisi Utara Selatan yang diketuai mantan kanselir Jerman Willy Brandt.

“Sayangnya, pada Kerusuhan Mei 1998 rumah putrinya Jasmine Wibisono di Pantai Indah Kapuk adalah 1 dari 80 rumah yang dibakar dan 500 yang dijarah. Beliau trauma dan mengenang pahit tragedi Mei 1998 ini,” jelas Gus Din.

Lanjutnya, Christianto Wibisono akhirnya meninggalkan Indonesia pada 1998 sebagai lobbyist kepentingan Indonesia di Washington DC, memantau percaturan diplomasi global di Kongres AS. Christianto Wibisono pada Juni 2011 batal masuk reshuffle Kabinet Persatuan Nasional Presiden Abdurrahman Wahid.

“Pada 2006 beliau kembali ke Indonesia menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2007-2010). Bahkan ia juga masih aktif sebagai Ketua Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia yang menulis kajian MENUJU PRESIDEN KE-7 dan ANATOMI PRESIDEN KE-7,” jelas Gus Din.

Terakhir kata pengagum Christianto Wibisono ini, Indonesia kedepan harus melahirkan pemikir dan intelektual ekonomi modern seperti beliau. Gus Din mengatakan, kehilangan sosok hebat Christianto Wibisono menjadi motivasi agar lahir pemikir dan ekonom modern yang berpihak pada rakyat.

“Semoga amal ibadah Christianto Wibisono diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan,” pungkas Gus Din Mantan Aktivis Mahasiswa 98 asal Surabaya ini. (GD)

Profil Singkat Christianto Wibisono

Kelahiran: 10 April 1945, Indonesia

Meninggal: 22 Juli 2021

Pendidikan: SMA Kolese Loyola

Anak: Jasmine Wibisono

Orang tua: Lo Tjoan Nio, Oey Koan Gwee.

0

Suara Indonesia News – Gresik. Forkopimda Kabupaten Gresik memberi pengarahan Kepala Desa dalam Penanganan Warga yang terdampak Covid-19. menyusul Provinsi Gresik merupakan salah satu wilayah yang kasus Covid-19-nya masih cukup tinggi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua tempat yaitu Pendopo Kecamatan Kebomas dilanjutkan ke Pendopo Kecamatan Cerme. Kamis (22/07/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, S.E, Kapolres Gresik  AKBP Arief Fitrianto S.H., S.I.K., M.M.,Dandim 0817 Gresik LETKOL INF. Taufik Ismail, S.Sos., M.IP, Kepala inspektorat Edi Siswoyo, Kadis PMD Farida dan Kasat Pol PP Abu Hasan, Forkopimcam dan perwakilan Kepala Desa.

Dalam sambutannya Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani S.E mengucapkan syukur Alhamdulillah telah disiapkan posko tenda darurat di pendopo Kecamatan Kebomas maupun Cerme. Ada beberapa potensi yang bisa dimanfaatkan mengingat rumah sakit sudah penuh.

“Di harapkan Kades maupun Satgas Covid-19 tingkat Desa aktif mendata pasien yang melaksanakan isoman dan sesegera mungkin mengambil obat maupun vitamin di Puskesmas untuk disalurkan ke pasien dan menyiapkan tim untuk membantu pemulasaran jenazah untuk dana bisa diambilkan dari anggaran dana Desa,” ucap Gus Yani.

Sedangkan Dandim 0817 Gresik LETKOL INF. Taufik Ismail menyampaikan kita harus bersama sama bekerja keras untuk menekan  penyebaran covid 19 sehingga dapat mengurangi masyarakat yang terkonfirm ini .

Kapolres Gresik AKBP Arief fitrianto., S.H., S.I.K., M.M., menambahkan Polres Gresik sangat mengapresiasi dan mendukung kebijakan Bupati Gresik yang sangat intens dalam penanganan Covid-19 ini.

“Kepala Desa agar selalu koordinasi dengan Ketua RT untuk mendata masyarakat yang sedang isoman dan sesegera mungkin dibantu kebutuhannya baik makan maupun vitaminnya sehingga bisa segera sembuh”, tandas AKBP Arief.

Lanjut Alumnus Akpol 2001 menyampaikan, “PPKM Mikro yang ada di tingkat Desa agar benar benar dijalankan dengan baik selain itu masyarakat juga di himbau agar selalu mematuhi dan disiplin protokol kesehatan,” pungkasnya. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Surabaya. Forkompimda Jatim memastikan kesiapan Rumah Sakit Darurat Indoor, yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya, di Gelora Bung Tomo (GBT), pada Kamis sore (22/7/2021). RS Darurat Indoor ini sudah rampung persiapannya dan dalam waktu dekat siap digunakan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, serta didampingi Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar, Sekda Prov Heru Tjahjono, Pejabat Utama Polda Jatim juga Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya turun langsung ke lokasi untuk mengecek persiapan Rumah Sakit darurat yang disiapkan Pemkot Surabaya di Gelora Bung Tomo.

RS berkapasitas 225 bed ini disiapkan untuk pasien dengan kategori ringan dan sedang, namun jika ada pasien yang bergejala sedang ke arah berat, akan dirujuk ke RS BDH.

“Artinya format bagaimana siklus untuk bisa memberikan layanan bagi yang bergejala ringan, bergejala sedang, di sini tempatnya, dan kalau kemudian harus dirujuk karena kecenderungannya ke arah berat maka ke Rumah Sakit BDH,” jelasnya Gubernur Jatim usai mengecek kesiapan RS darurat Indoor di GBT.

Format ini menjadi penting untuk dijadikan mitigasi bersama bahwa di kelurahan tetap ada isolasi. Kemudian di Asrama Haji tetap disiapkan untuk OTG, lalu yang gejala ringan sampai sedang juga disiapkan dibeberapa tempat.

“Semuanya dalam rangka memastikan bahwa kita semua tetap berikhtiar untuk memberikan layanan kuratif, jadi ini adalah hilirnya kuratif, tetap kita mendorong hulunya, hulunya itu satu vaksinasi, dua adalah disiplin protokol kesehatan, jadi hulu hilir ini harus nyambung,” paparnya.

“Persiapan-persiapan ini dilakukan tentu harapannya tidak dipakai akan lebih bagus, tetapi kita tetap harus menyiapkan segala sesuatunya, memastikan bahwa sinergitas antara Forkopimda Provinsi, Forkopimda Kabupaten Kota ini terjalin, untuk memberikan perlindungan dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya Gubernur Jatim didampingi Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, Kabinda, dan Sekdaprov Jatim. (Hari R)

0

Suara Indonesia News – Kabupaten Tasikmalaya. Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mendorong pemuda tetap mengembangkan diri di tengah pandemi COVID-19.

Hal itu diungkapnya saat menjadi keynote speaker pada Webinar Nasional dan Musyawarah Wilayah II Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) secara virtual dari Rumah Singgah Wakil Gubernur, di Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (22/7/2021).

Pak Uu  sapaan karib Uu Ruzhanul menerangkan, bahwa di masa pandemi pemuda sebagai calon pemimpin di masa yang akan datang harus terus bergerak membangun peradaban. Keberhasilan generasi muda sangat menentukan nasib bangsa. Lingkungan, pola pikir pendidikan, faktor-faktor ini mendukung dalam pembentukan generasi muda.

“Pemuda harus menjadi kolaborator, pelopor dalam kebersamaan dan harus menjadi inisiator dalam segala hal. Terutama perubahan-perubahan mengarah kepada kebaikan kalau tidak diawali dengan gerakan Pemuda,” kata Wagub Jabar.

Hal-hal yang harus di kuasai oleh pemuda, kata Pak Uu, teknologi komputer dan teknologi pertanian. Menurutnya, pertanian tanpa dibarengi teknologi akan ketinggalan. Minat generasi muda pada pertenian makin berkurang

Kedua, pemuda harus mampu berbagi peran dan berorganisasi karena dalam era globalisasi ini tidak ada one man show. Menurutnya, dalam berorganisasi tidak ada superman, yang ada adalah superteam.

“Anak muda hari harus pandai berkomunikasi dan pandai berbicara di hadapan orang, sehingga ide-ide kita dapat di terima dan dimengerti orang lain,” kata Uu.

Apalagi, saat ini Indonesia sedang menikmati bonus demografi dan 2045 dicanangkan sebagai Indonesi emas. “Di umur 40 tahun ke bawah dan 25 tahun ke atas ini menjadi anugerah bukan musibah. oleh karena itu anak muda hari ini harus mempersiapkan segala-galanya,” ucapnya.

Saat ini, menurutnya, Pemda Provinsi Jabar fokus dalam dunia di antaranya dengan program Petani Melinial Juara yang saat ini sedang berjalan. Kemudian ada program Santani (Santri Tani), di mana para santri selain belajar agama juga didorong bertani.

Uu mengatakan, permasalah pertanian saat ini adalah lahan pertanian semakin sempit dikalahkan laju pembangunan. Cuaca tidak menentu juga menjadi kendala yang harus dipecahkan mahasiswa pertanian.

Ia mengakui, saat ini tidak banyak kepala daerah yang memprioritaskan pertanian dalam pembangunannya. Ditandai dengan anggaran pertanian yang minim.

“Padahal sehebat apapun teknologi, sehebat apapun pembangunan, kalau tidak ada hasil produk pertanian mau apa Jawa Barat ini,’’ tutupnya.  (Sendi)